Masalah polusi udara di Jakarta belum selesai sejak hasil pemantauan AirVisual pada Selasa (25/6/2019) pagi yang menunjukkan polusi udara Jakarta tergolong yang terburuk di dunia hingga saat ini. Udara Jakarta masuk kategori unhealthy atau tidak sehat. Hasil pemantauan per tanggal 2 Agustus 2019 pukul 11.00 WIB, status udara di Jakarta masih berada dalam zona merah dan menempati urutan kedua di dunia untuk golongan kota terpolusi. Belum selesai masalah polusi udara, muncul isu sampah penduduk Jakarta yang menumpuk di Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Pemerintah DKI Jakarta saat ini mulai kecolongan dan kelabakan untuk menangani dua masalah Jakarta ini. Beberapa pihak, politisi hingga anggota DPRD DKI mulai saling melemparkan kritik dan saran kepada Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta. Melansir CNNIndonesia.com,  bahkan Presiden Jokowi mulai berkomentar dan turun menyampaikan pendapat dan idenya untuk mengatasi masalah polusi udara yang belum ada ujung solusinya. Presiden menyarankan Gubernur DKI Jakarta untuk memperbanyak moda transportasi umum berupa bus listrik guna mengurangi polusi udara di Ibu Kota. Demikian juga untuk masalah sampah, sempat tercuit nama sang Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini atau Ibu Risma. Berhasil mengelola sampah dan pengelolaan kota di Surabaya, salah satu anggota DPRD DKI Jakarta mengharapkan Ibu Risma bisa membantu Jakarta untuk mengelola sampah.

(Baca Juga : Polusi Udara, Masalah Baru Ibukota Jakarta)

Anies Punya Lima Solusi Untuk Polusi

Melansir Kompas.com, di saat masyarakat hingga politisi di DKI Jakarta mulai gelisah atas masalah polusi yang tidak kunjung selesai akhirnya Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 pada Kamis (1/8/2019). Ingub ini berisi sejumlah instruksi kepada kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengatasi polusi udara di Jakarta. Ingub ini berisi 5 pokok instruksi sebagai langkah awal penyelesaian masalah polusi udara antara lain:

  • Pembangunan 25 Ruas Trotoar
    Tujuannya untuk mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi umum sehingga sumber polusi udara dari kendaraan bermotor berkurang.

  • Perluasan Ganjil Genap

Yaitu menyiapkan revisi peraturan gubernur tentang tarif parkir pada 2019 dan menyiapkan rancangan peraturan daerah tentang biaya kemacetan (congestion pricing) tahun 2020. Mendorong partisipasi warga dalam pengendalian kualitas udara melalui perluasan kebijakan ganjil-genap sepanjang musim kemarau dan peningkatan tarif parkir di wilayah yang terlayani angkutan umum massal mulai tahun 2019, serta penerapan kebijakan congestion pricing yang dikaitkan pada pengendalian kualitas udara pada tahun 2021

  • Angkutan Umum Tak Lebih dari 10 Tahun

Pada 2020, Anies menginstruksikan agar dilakukan peremajaan seluruh angkutan umum melalui program Jak Lingko. Dishub DKI diminta memastikan tidak ada kendaraan umum yang berusia di atas 10 tahun dan tidak lulus uji emisi beroperasi di DKI pada 2020. Selain itu, Anies menginstruksikan kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI agar memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi mulai 2019.

  • Penghijauan Gedung Sekolah dan Pemda

Anies meminta Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta dan Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta mengadakan tanaman berdaya serap polutan tinggi pada sarana dan prasarana publik.

  • Kenaikan Tarif Parkir

Anies menginstruksikan agar menaikkan tarif parkir kendaraan di sejumlah jalur yang terlayani angkutan umum di Ibu Kota. Untuk itu, Anies menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan DKI menyiapkan penerbitan revisi Peraturan Gubernur tentang Tarif Parkir pada 2019.

Instruksi Gubernur yang dikeluarkan oleh Anies Baswedan diatas merupakan solusi dalam jangka panjang, sehingga masyarakat Jakarta masih harus merasakan udara polusi hingga kelima solusi diatas benar-benar dilaksanakan secara optimal. Berikut saran yang dirangkum oleh Rakyat Rukun bagi pemerintah dan masyarakat:

  • Selayaknya pemerintah kota harus konsisten memperhatikan hal-hal perkembangan kota sebagai antisipasi sebelum masalah muncul ke permukaan.
  • Saat ini yang paling dibutuhkan adalah kepekaan masyarakat untuk mulai menggunakan fasilitas kendaraan publik sebelum kelima langkah yang sudah disiapkan pemerintah kota mulai dijalankan.
  • Tidak ada salahnya untuk menggunakan masker penutup wajah agar polusi udara tidak sampai menggangu kesehatan pernafasan sehingga tidak menjadi masalah kesehatan yang baru.
  • Masukan dan saran dari pihak-pihak lain baik pemimpin kota lain serta dari negara lain layak untuk diterima selama saran tersebut membangun dan merupakan solusi cepat dan tepat bagi Jakarta.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…