Jakarta (RakyatRukun.com) – Aksi heroik tiga orang taruna Akmil asal Papua selamatkan wisatawan korban kecelakaan speedboat di Raja Ampat. Aksi penyelamatan itu diketahui dari sebuah unggahan di akun Instagram @infokomando (30/12/2019).

Dalam unggahan tersebut memperlihatkan bahwa telah terjadi kecelakaan laut di perairan Raja Ampat, yang mengakibatkan sebuah perahu motor cepat atau speedboat tenggelam. Dalam speedboat tersebut diketahui terdapat 13 penumpang wisatawan dan 2 orang kru perahu.

Peristiwa tenggelamnya speedboat tersebut rupanya disaksikan oleh tiga orang taruna Akmil TNI yang sedang berlibur di Raja Ampat. Ketiga Taruna Akmil tersebut diketahui sedang melaksanakan cuti Hari Natal sejak 24 Desember dari tempat mereka belajar dan berlatih untuk menjadi Perwira TNI AD di Lembaga Pendidikan (Lemdik) Akmil, Magelang, Jawa Tengah ke Papua Barat.

Tiga orang taruna Akmil tersebut bernama Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar), Daniel Mambrasar (Raja Ampat), Sermatutar Bima Mahuse (Merauke), dan Sermatutar Osvaldo Micibaroe (Sorong Selatan).

Melalui caption unggahannya, akun Instargam @infokomando menjelaskan kronologi peristiwa kecelakaan tersebut. “Taruna Akmil Putra Asli Papua Selamatkan Korban Kecelakaan di Lautan Raja AmpatTiga orang Putra Asli Papua yang tengah menjalani pendidikan sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat IV, yakni Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar) Daniel Mambrasar (Raja Ampat), Sermatutar Bima Mahuse (Merauke), dan Sermatutar Osvaldo Micibaroe (Sorong Selatan), tanpa disangka-sangka dalam sekejap menjelma menjadi pahlawan bagi 13 orang penumpang dan 2 orang kru perahu motor cepat (speedboat) wisata Puteri Sion yang mengalami kecelakaan di perairan laut Raja Ampat, Papua Barat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P., dalam rilis tertulisnya, Minggu (29/12/2019) di Manokwari, Papua Barat.

Lebih lanjut dikatakan, ketiga Taruna Akmil tersebut sedang melaksanakan cuti Hari Natal dan Tahun Baru sejak 23 Desember dari tempat mereka belajar dan berlatih untuk menjadi Perwira TNI AD di Lembaga Pendidikan (Lemdik) Akmil, Magelang, Jawa Tengah ke Papua Barat.

Ketiga Taruna ini cuti Natal dan Tahun Baru ke Raja Ampat, tepatnya ke kampung Sermatutar Daniel Mambrasar di Friwen, Raja Ampat, karena dua orang lainnya yang putra Merauke dan Teminabuan (Sorong Selatan) ingin melihat Raja Ampat. Setelah singgah di Sorong, mereka lalu menuju ke Raja Ampat. Saat hendak kembali dari Friwen ke Sorong menggunakan perahu motor cepat, Sabtu (28/12/2019) untuk mempersiapkan diri kembali ke Akmil, Magelang pada Selasa (31/12/2019) mendatang. Disitulah kejadian heroik ketiga orang Taruna Akmil tersebut berlangsung,” kata Kapendam Kolonel Andi Gus yang dikutip dari jakarta.tribunnews.com.

Pada Sabtu 28 Desember 2019 sekitar pukul 12.10 WIT, ketiga orang Taruna Akmil Putra Asli Papua yang tengah dalam perjalanan laut menggunakan perahu motor cepat milik keluarga Daniel Mambrasar. Dari jauh mereka melihat ada perahu motor cepat lain yang dengan kecepatan tinggi melaju kencang mengarah ke kapal layar yg dipakai turis untuk kegiatan menyelam (diving).

Dalam caption Instagramnya, diterangkan bahwa pada Sabtu 28 desember 2019 sekitar pukul 12.10 WIT, Taruna Akmil yang tengah dalam perjalanan laut menggunakan speedboat milik keluarga Daniel Mambrasar.

Dari jauh mereka melihat ada speedboat lain yang melaju dengan kecepatan tinggi mengarah ke kapal layar yg dipakai turis untuk kegiatan menyelam (diving). Terlihat perahu tersebut berusaha menghindari tabrakan dengan kapal layar, namun nahkodanya tidak melihat ada sekoci gandengan yang berada/ditarik kapal layar itu, sehingga akhirnya tabrakan tetap tidak terelakkan.

Perahu motor cepat Putri Sion berpenumpang 13 orang itu menabrak sekoci yang digandeng di perahu layar turis, yang mengakibatkan robek besar di lambung kiri perahu motor cepat (speedboat). Speedboat tersebut pun akhirnya menabrak kapal layar hingga kedua kapal tersebut karam. Melihat peristiwa tersebut, dengan sigap taruna Akmil menghampiri lokasi kecelakaan.

Mereka pun segera menyelamatakan para penumpang kapal sebelum kapal yang mereka tumpangi tenggelam. Tak hanya penumpang di kapal layar, taruna akmil tersebut pun menyelamatkan 2 kru speedboat. Melansir tayangan YouTube Kompas TV (29/12/2019), tiga orang taruna Akmil menyelamatkan para penumpang kapal menggunakan pelampung. Dalam tayangan tersebut, hampir setengah badan kapal sudah terendam oleh air. Sementara perahu speedboat tampak terbalih dan sudah hampir tenggelam sepenuhnya.

Hanya bagian depan dari perahu speedboat yang masih terlihat. Ketigabelas penumpang speedboat Putri Sion yang seluruhnya selamat beserta barang-barang mereka selanjutnya dievakuasi ke Kabui Echo Resort menggunakan perahu Daniel Mambrasar.

Sedangkan perahu Putri Sion lalu ditarik dari laut ke bibir pantai untuk memudahkan evakuasi lanjutan oleh Tim SAR yg tiba di lokasi kecelakaan kapal laut itu.

Penyelamatan ini, menurut Kapendam XVIII/Kasuari, merupakan bentuk spontanitas dan wujud kepedulian mereka selaku calon Prajurit TNI, saat melihat kesulitan yang dialami saudara-saudaranya, warga masyarakat Papua Barat, rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Wamenhan : perang di masa datang akan didominasi oleh kekuatan Teknologi Informasi.

Jakarta (RakyatRukun.com) – Dikutip dari  Situs Kementrian Pertahanan (Kemhan) pada …