AHY : Prabowo dan Jokowi Pemimpin yang Tak Ingin Perpecahan

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkeyakinan baik Prabowo atau Jokowi bukanlah calon pemimpin yang menginginkan perpecahan.

“Kita semua berkeyakinan baik Pak Prabowo Subianto dan Pak Jokowi bukanlah calon pemimpin yang berniat untuk membentur-benturkan identitas masyarakatnya sendiri. Kita sendiri semua yakin keduanya juga memiliki komitmen untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa,” kata AHY usai menyampaikan pidato kebangsaan bertajuk Indonesia untuk Semua di DBL Arena Surabaya, Sabtu (13/4/2019). Dalam Pidato kebangsaan AHY turut hadir pula Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak hingga mantan Gubernur Jatim yang juga merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo dan sejumlah elite partai lainnya.

Selain itu, AHY mengaku cukup prihatin dengan apa yang terjadi menjelang pemilu ini. Dia mengatakan banyak informasi yang berkembang, yang cenderung tidak konstruktif dan saling menuding antar kelompok.

Tahun 2019 Merupakan Keadaan Terburuk

AHY membandingkan keadaan Pemilu 2019 dengan Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017. Baginya, kondisi masyarakat saat ini lebih parah dibandingkan dengan pesta demokrasi yang sebelumnya. Ia pun khawatir efek polarisasi di masyarakat akan semakin besar. 

Dikutip oleh Detik.com (13/4), AHY mencontohkan misalnya ada pihak pro kebhinnekaan dan pihak Pro Islam yang menggunakan golongan untuk saling menuding. Tak hanya itu, masih banyak golongan lainnya yang saling menuduh.

“Sikap saling tuding antar kelompok yang menggunakan narasi identitas seperti, antara pro kebhinekaan dan pro Islam, pro NKRI dan pro khilafah, atau pro pancasila dan anti pancasila. Seolah kian merenggangkan hubungan kita sebagai sesama anak bangsa,” lanjutnya. 

Hal ini pun, lanjut AHY, dibumbui dengan produksi hoaks yang semakin banyak. Sementara, AHY juga menilai kemampuan masyarakat melakukan check and recheck juga masih minim. Menurutnya masih banyak produksi hoaks dengan konten-konten yang sensasional menyesatkan serta kurang diimbangi kemampuan berfikir masyarakat yang jernih dan kritis. Akibatnya pikiran dan perasaan masyarakat kita semakin teraduk-aduk galau, bingung dan sarat dengan kekhawatiran.

Mengajak Kader Menjaga Persatuan Bangsa

Untuk itu, AHY mengatakan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) senantiasa berpesan agar para kader partai berkomitmen pada empat pedoman dasar. Yakni menjaga NKRI, merawat kebhinnekaan, menegakkan keadilan, serta mengutamakan rakyat. AHY juga menyampaikan pesan SBY bahwa masyarakat harus berjuang untuk Indonesia dalam mencerminkan keterlibatan dan mengayomi seluruh komponen bangsa dengan sesame Indonesia. Agar mencerminkan keberagaman, kemajemukan dan persatuan unity in diversity, Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tapi tetap satu jua..

AHY juga mengajak masyarakat untuk merawat demokrasi dengan semangat kebersamaan. Indonesia dibangun dengan semangat kesetaraan, mari kita syukuri perbedaan ini, berbeda suku, agama, ras, etnis, antar golongan sebagai kekayaan khasanah Indonesia,” pesannya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…