Anggota TNI Selamatkan Korban Banjir

Arus sungai begitu deras memasuki permukiman warga di Desa Kedung. Demi menyelamatkan warga, Sersan Kepala (Serka) Setiawan, menerjang arus deras.

Bersama prajurit TNI AU yang tergabung dalam Pasukan Tanggab Bencana Lanud Iswahjudi, Serka Setiawan terus berjibaku menyelamatkan warga yang masih terkepung air bah.

Pasukan tersebut, sejak Kamis (7/3/2019) telah berada di Desa Kedung, yang masuk wilayah Kecamatan Kwadung, Kabupaten Ngawi, menjadi salah satu desa yang terdampak banjir besar di wilayah Kabupaten Madiun, dan sekitarnya.

Anggota TNI Selamatkan Korban Banjir
Anggota TNI Selamatkan Korban Banjir

Mereka menyelamatkan para orang lanjut usia, dan anak-anak yang masih terjebak di dalam rumah, untuk dibawa ke pos pengungsian terdekat, sehingga mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik.

Selain bergerak memberikan bantuan evakuasi penyelamatan korban, para prajurit TNI AU yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini juga membuka pos pelayanan pengungsi di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Pasukan tersebut dibekali perahu LCR yang berada di Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Madiun. Mereka bertugas menjemput warga yang terjebak banjir.

“Pasukan kami kerahkan juga ke wilayah Kabupaten Ngawi, karena ada sekitar 18 desa yang terendam air banjir setinggi 50-100 cm,” tegas Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb. M. Anjar Legowo yang dikutip dari jatim.sindonews.com.

Selain itu terdapat anggota TNI lainnya menyelamatkan seorang bayi yang menjadi korban banjir di Dusun Temboro, Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Diketahui, bayi tersebut merupakan anak dari pasangan Waimin dan Sriyati bernama Akifa Naila yang masih berusia 6 bulan.

Sementara itu, di konfirmasi mengenai proses evakuasi tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto membenarkan jika pria yang diduga anggota TNI tersebut, merupakan Sertu Juhartono, anggota Babinsa yang bertugas di Koramil 09/Saradan, Kodim 0803/Madiun.

Proses evakuasi itu berawal dari adanya laporan warga yang memberitahukan keberadaan seorang bayi yang terseret arus banjir di Dusun tersebut.

“Danramil langsung memberitahukan ke anggota Babinsa itu. Kebetulan, lokasi Sertu Juhartono tidak jauh dari tempat kejadian,” ungkapnya yang dikutip dari nusantaranews.co. Hingga saat ini, personel TNI-AD bersama pihak BPBD setempat masih melakukan evakuasi terhadap para korban banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Aplikasi PeduliLindungi Tracing Kontak Covid-19 Aman, Tapi Hati-Hati Palsuannya!

Jakarta, RakyatRukun.com – Melansir CNNIndonesia.com tanggal 18 April 2020, Pemerint…