Melalui sebuah video yang ditayangkan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi mengatakan telah rampung menyusun kabinet menteri pemerintah periode keduanya. Namun Jokowi belum mengumumkan kabinet menteri tersebut. Tentunya publik dibuat penasaran siapa yang akan menempati posisi menteri dan masih menjadi jawara dalam kabinet Jokowi.

Meski begitu, Jokowi merasa masih mempertimbangkan untuk mengumumkan kabinetnya di hari yang sama pada saat pelantikan di 20 Oktober 2019 atau sehari setelahnya. Tapi semua persiapan sudah dilakukan oleh Jokowi.

Berdasarkan berita yang dilansir dari cnbcindonesia.com, CNBC Indonesia telah merangkum pernyataan beberapa narasumber di kalangan Partai Politik, Istana, hingga pelaku pasar.  Khusus untuk pelaku pasar, dari kalangan bankir BUMN hingga sederet CEO telah dikontak untuk dimintai pendapatnya. Siapakah yang masih bertahan duduk di samping Presiden Jokowi?

Prestasi Kinerja Menteri Lama di Kabinet Jokowi-Ma’ruf

Sri Mulyani Indrawati

Kinerja APBN yang sejak Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menjabat bisa dinilai dari dua sisi. Pertama, dari sisi target yang ditetapkan. Walaupun dalam periode 5 tahun belakangan asumsi makro tidak tercapai namun ada beberapa hal yang bisa diangkat dan menjadi poin kedua yang dinilai. 

Prestasi menonjol Sri Mulyani dari sisi APBN terlihat di 2018 lalu. Untuk pertama kalinya, pendapatan negara sepanjang tahun 2018 bisa tembus 100% dari yang ditetapkan. Hal ini bukan hanya isapan jempol semata. Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di akhir November menjadi bukti nyata.

Realiasi pendapatan negara mencapai Rp 1.662,9 triliun atau 87,8% dari target Rp 1.894,7 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 7% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu. Hampir seluruh pos pendapatan negara yang terdiri dari penerimaan pajak, penerimaan bea dan cukai, hingga pendapatan negara bukan pajak (PNBP) pun mencatatkan pertumbuhan yang cukup positif. Penerimaan pajak misalnya, yang dalam beberapa tahun terakhir tak begitu optimal, menjelang akhir tahun ini realisasinya mencapai Rp 1.136 triliun atau 79,8% dari target.

Walaupun asumsi seperti target pertumbuhan ekonomi tidak tercapai dan bahkan tahun ini Kementerian Keuangan hanya menetapkan ramalan ekonomi tumbuh 5,08%, tetapi kinerja APBN selalu terjaga. Di antaranya defisit yang selalu berada di 3% PDB dan shortfall pajak yang mengecil.

Sri Mulyani pun sebagai bendahara negara mampu merealisasikan janji kampanye Presiden Jokowi di Periode keduanya. Di 2020 akan segera dirilis tiga kartu ‘sakti’ yang merupakan janji kampanye-nya saat maju menjadi calon presiden periode 2019 – 2024. Adapun kartu yang dijanjikan Jokowi dinamai Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Sembako Murah. Alokasi anggaran jumbo pun disiapkan untuk memuluskan kebijakan itu di 2020.

Pelaku pasar yang merupakan CEO sebuah lembaga pemeringkat internasional mengatakan Sri Mulyani Indrawati sudah pas ditempatnya dan ada baiknya dipertahankan sebagai Menkeu. Sementara kalangan bankir berpendapat yang sama. Salah seorang bankir senior menuturkan bahwa Sri Mulyani mengetahui dengan pasti kondisi keuangan negara dan tak ada lagi yang bisa menggantikannya untuk saat ini.

Sebelumnya Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, menyebut Sri Mulyani akan tetap berada di barisan kabinet Jokowi di periode kedua. Kepastian itu didapat dari Wapres JK saat bertamu ke kediamannya di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Luhut Binsar Pandjaitan

“Pak Luhut itu pembantu Presiden yang kerap pasang badan. Sekali eksekusi beres. Walaupun nggak nyambung sebagai Menko Maritim dan banyak musuhnya. Tapi kinerjanya banyak membawa investor masuk dan sebagai Ketua Panitia Nasional Penyelenggara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank patut diacungi jempol,” kata salah seorang pejabat yang ada di kalangan istana kepada CNBC Indonesia.

Berdasarkan rangkuman pemberitaan CNBC Indonesia sendiri, Menko Luhut tercatat beberapa kali menyebut beberapa investor asing. Terakhir dari Uni Emirat Arab. Investasi yang bakal diteken oleh UEA di Indonesia pertama yakni investasi lahan pertanian di Kalimantan Tengah seluas 100 hektare (Ha). Ia mengatakan, pada Sabtu (12/10/ 2019), UEA akan mengirim timnya untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut.

Kerja sama berikutnya yakni soal pertahanan. Rencananya pada 23 Oktober 2019 nanti, pihak UEA akan menyelesaikan transaksi pembelian kapal pendarat tank (LST) dari Indonesia. UEA juga akan berinvestasi dengan membangun Masjid Raya Solo yang akan mereplika Grand Mosque di Abu Dhabi. Dalam proyek ini, Pertamina juga akan memberikan dana hibah ke Pemda Solo untuk menunjang pembangunannya.

Sebelumnya, Menko Luhut juga menyebut investor asal Amerika Serikat (AS) berminat untuk berinvestasi di Pulau Komodo. Ia mengaku sudah bertemu dengan beberapa investor yang berminat pada saat ia berkunjung ke Washington, AS beberapa waktu lalu. Luhut ingin pengelolaan Pulau Komodo seperti pengembangan wisata alam di Afrika.

Tak hanya itu, Hyundai Motors hingga investor lain dari China juga disebut bakal masuk. Yang sudah terealisasi pun, seperti pabrik nikel untuk baterai dari China sudah menancapkan ground breaking-nya.

Masih berdasarkan sumber yang sama di awal sub artikel ini, Luhut masih akan mendapatkan tempat di kabinet periode II. Atas kinerja Luhut yang dinilai ‘bisa jualan’ ini. Nomenklatur Kemenko Maritim pun berubah. Kemenko bidang Maritim akan menjadi Kemenko Bidang Maritim dan Investasi. Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa nantinya seluruh investasi akan terpusat di bawah kendali Menko Maritim dan Investasi.

Perombakan kabinet dan pemilihan menteri menjadi hak prerogatif seorang Presiden. Menarik untuk disimak susunan kabinet Jokowi-Ma’ruf. Mereka yang memiliki kinerja ciamik memang patut untuk dipertahankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…