Jakarta, RakyatRukun.com – Melansir CNNIndonesia.com tanggal 18 April 2020, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika membantah informasi yang beredar di sosial media bahwa aplikasi PeduliLindungi rawan phising dan malware.

“Aplikasi ini aman dan dikembangkan oleh anak bangsa sendiri. Sudah bisa didownload di Play Store and App Store,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (18/4).

Hal ini juga dipertegas oleh Kominfo melalui situs resminya, Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Siaran Pers No. 57/HM/KOMINFO/04/2020, memastikan bahwa informasi Aplikasi PeduliLindungi rawan phising dan malware tersebut tidak benar.

Aplikasi PeduliLindungi Menggunakan Sistem Berlapis

Aplikasi PeduliLindungi sendiri telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kominfo No. 171 tahun 2020 sebagai dasar penyelenggaraan tracing, tracking dan fencing melalui infrastruktur, sistem dan aplikasi telekomunikasi untuk mendukung Surveilans Kesehatan melengkapi Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya yaitu Keputusan Menteri Kominfo No. 159 Tahun 2020.

Keputusan Menteri ini bersifat khusus dan sekaligus untuk memberikan jaminan perlindungan data pribadi sesuai perundang-undangan. Untuk itu, Kemkominfo menghimbau masyarakat tidak ragu untuk menginstall PeduliLindungi, karena provider menggunakan sistem keamanan berlapis.

Aplikasi PeduliLindungi adalah aplikasi yang bekerja dengan menggunakan cara tracking, tracing, dan fencing untuk mendeteksi pergerakan seseorang positif COVID-19 secara historis.

Berdasarkan hasil tracking dan tracing bluetooth, aplikasi akan mendeteksi keberadaan seseorang positif COVID-19 di sekitar pengguna dan memberikan peringatan untuk menjalankan protokol kesehatan.

Aplikasi Palsuan Disisipi Virus Spynote

Mengenai beredarnya pemberitaan di Kompas.com, Peretas Palsukan Aplikasi Pelacak Kontak benar adanya karena berasal dari sumber yang terpercaya. Penelitian yang dilakukan Firma Keamanan Siber menemukan sejumlah aplikasi yang dibuat mirip dengan aplikasi contact tracing Covid-19 resmi milik pemerintah termasuk Aplikasi PeduliLindungi yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia.

Penemuan Virus Spynote oleh Anomali Threat Research (Anomali.com)

Tim Anomali Threat Research (ATR) menghimbau agar masyarakat berhati-hati menginstall aplikasi sejenis contact tracing PeduliLindungi dan mengecek kembali sumber nya resmi atau tidak. Menurutnya, aplikasi palsu yang dibuat mirip dengan aplikasi PeduliLindungi ini disisipkan virus Spynote yaitu salah satu virus trojan yang bisa mengumpulkan dan memonitor perangkat yang berhasil diinfeksi. Virus Spynote dapat mengakses SMS, lokasi GPS hingga daftar kontak. Selain itu, Spynote juga dapat mengambil gambar dari kamera, memeriksa riwayat browser, melihat daftar aplikasi hingga dapat mengirimkan file keluar dan menulis pesan.

Atas penemuan Tim ATR tersebut, Kominfo melalui Dirjen Aplikasi Informatika mengapresiasi penemuan yang dilakukan Tim ATR terkait virus Spynote tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Hidup New Normal di Tempat Kerja

Jakarta, RakyatRukun.com – Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan panduan kenormal…