Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Inovasi Pemerataan Transportasi Udara

Demi memfasilitasi kebutuhan transportasi masyarakat, Pemerintah Indonesia sudah melaksanakan berbagai pembangunan. Salah satu yang terbesar adalah selesainya tahap pertama pembangunan MRT di Jakarta yang sudah mulai dicoba masyarakat. Yang terbaru adalah pembangunan bandara untuk berbagai kota di seluruh Indonesia.

Pada hari Senin, 8 April 2019, Presiden Joko Widodo meresmikan beroperasinya terminal Bandara Tjilik Riwut di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Terminal baru tersebut dibangun untuk mendukung geliat perekonomian masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya yang dalam lima tahun terakhir bertumbuh positif.

Seperti dikutip antaranews.com, Saat tiba sekitar pukul 16.40 WIB, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana disambut dengan prosesi adat dan tarian selamat datang. Setelahnya, Kepala Negara melakukan peninjauan fasilitas terminal baru yang dibangun dengan menggunakan dana keseluruhan mencapai kurang lebih Rp700 miliar. Terminal baru tersebut memiliki luas 29.124 meter persegi dan dapat melayani hingga 2.200 pengguna jasa penerbangan setiap harinya. Terminal baru tersebut jauh lebih luas dibandingkan dengan terminal sebelumnya yang luasnya kurang dari 5.000 meter persegi dan hanya mampu melayani penumpang hingga 600 orang per harinya.

Tak hanya dari daerah Palangkaraya, sebenarnya pemerintah telah membangun beberapa bandara baru di Pulau Jawa.

Seperti yang dikutip CNN Indonesia, Bandara baru yang berada di Kulon Progo, akan ditargetkan jadwal kelayakannya pada 13 April 2019 nanti oleh Angkasa Pura. Pada 23-24 April, Bandara Kulonprogo bakal menjalani simulasi atau uji coba pelayanan penerbangan komersial. Perkembangan yang sangat baik mengingat apabila kegiatan bisa sesuai jadwal nantinya bandara baru ini bisa dipakai lebih cepat sehingga bandara adisucipto bisa segera dialihfungsikan menjadi penerbangan domestic saja. Pada awal pembangunannya, memang Bandara Kulonprogo ditujukan untuk penerbangan internasional.

Tak hanya itu, dari kota Tasikmalaya, Bandara Wiriadinata diresmikan Jokowi di bulan Februari 2019 kemarin. Penerbangan ini mengakomodasi penerbangan Tasikmalaya ke Jakarta maupun sebaliknya. Jika sebelumnya dengan menggunakan transportasi darat, masyarakat memerlukan 7-9 jam perjalanan menuju Jakarta. Namun dengan penerbangan ini hanya perlu waktu kurang lebih 50 menit. Keberadaan bandara di Tasikmalaya menjadi sangat penting untuk mendukung potensi pariwisata, agrikultur dan kelautan yang dikembangkan di Jawa Barat bagian selatan.

Pemerintah selalu melakukan pengembangan terkait transportasi di Indonesia. Dalam hal penerbangan, 3 bandara baru yang telah berhasil dibangun di 2019. Dalam praktiknya, kita sebagai masyarakat harus mendukung program pemerintah dengan menggunakan fasilitas ini. Dengan fasilitas ini, transportasi bisa memiliki banyak opsi, bahkan mampu mengefektifkan waktu karena transportasi udara jauh lebih cepat daripada transportasi darat. Diharapkan kedepannya pemerintah mampu lebih baik lagi melakukan pemerataan terkait transportasi udara di Indonesia. Dan juga di masa depan, inovasi penting pemerintah di sektor lain sangat dibutuhkan demi kenyamanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…