BNN Sudah Berperang Dengan NARKOBA

BNN Sudah Berperang Dengan NARKOBA.Badan Narkotika Nasional (BNN) mensinyalir terdapat 654 lokasi yang rawan peredaran narkotika di Indonesia. Berusaha menekan peredaran narkotika di Indonesia setiap tahunnya merupakan program utama yang diupayakan oleh BNN. Terkait kasus penangkapan Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief di Hotel Paninsula, Jakarta Barat terkait kasus pemakaian narkotika jenis sabu, beberapa pihak meragukan kinerja BNN sebagai lembaga pemberantas peredaran narkotika di Indonesia. Apakah benar BNN sudah berperang melawan pengedaran narkoba di Indonesia?

BNN telah merancang Grand Design untuk tahun 2018 – 2045 yang merupakan dokumen perencanaan jangka panjang yang berfokus pada upaya penguatan kapasitas institusi untuk melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. Program ini disusun berdasarkan analisis lingkungan narkoba masa kini dan masa yang akan datang. Dengan demikian dokumen ini menjadi acuan BNN dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

BNN Siap Perangi Narkoba

Berikut adalah rangkuman kinerja BNN sepanjang tahun 2018 berdasarkan hasil studi dokumen mengenai BNN:

  1. BNN telah melakukan intervensi melalui program pemberdayaan anti norkoba di 55 lokasi yang terdiri dari 36 kawasan perkotaan dan 19 di pedesaan.
  2. BNN juga melanjutkan programGrand Design of Alternative Development yaitu progam sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi menanam ganja dan menggantikannya dengan tanaman legal dan bernilai ekonomi tinggi di tiga titik, yaitu Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues.
  3. Dalam kurun waktu setahun, BNN telah melakukan tes urine sebanyak 4.652 kali dengan jumlah peserta mencapai 297.918 orang.
  4. Total sebanyak 914 kasus narkotika yang melibatkan 1.355 orang berhasil diungkap oleh BNN.
  5. BNN juga berhasil mengungkap 53 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil dari kejahatan narkoba yang melibatkan 70 orang tersangka dengan total aset mencapai Rp 229 miliar.
  6. Duta anti narkoba ditunjuk dari artis mantan pecandu untuk mensosialisasikan persepsi yang salah di kalangan artis atau tokoh masyarakat bahwa penanganan kasus narkoba high profile (melibatkan artis atau tokoh masyarakat) tidak mendapatkan hukuman yang dianggap berat.
  7. Menerapkan hukuman mati terhadap tersangka pengedar narkotika.

Berdasarkan dokumen Grand Design BNN 2018-2045 tantangan yang dihadapi BNN dalam menekan peredaran narkotika saat ini antara lain:

  1. Perkembangan NPS di dunia menciptakan celah bagi kejahatan dikarenakan banyak narkoba jenis baru yang belum diatur oleh hukum. Terjadi peningkatan yang signifikan terhadap jumlah zat psikoaktif baru yang ditemukan setiap tahun di dunia. Data yang tercatat oleh UNODC ada 739 jenis zat psikoaktif baru (NPS) yang beredar di seluruh dunia. Namun, yang masuk dalam hukum ketentuan hukum sebanyak 60 NPS. Itu menandakan bahwa jika 679 jenis NPS beredar di Indonesia maka para pengedar maupun penyalahguna narkoba tidak dapat tersentuh oleh hukum.
  2. Perkembangan teknologi akan menciptakan celah bagi pelaku kejahatan untuk memproduksi ataupun mengedarkan narkoba dengan lebih mudah, murah, dan tidak terdeteksi.
  3. Kondisi demografi dan ekonomi Indonesia yaitu pemerataan pembangunan akan menyebabkan pemerataan mobilisasi arus barang dan orang di seluruh Indonesia serta peningkatan daya beli masyarakat akan terjadi baik di perkotaan maupun pedesaan akan memberikan peluang bagi penyebaran narkoba di seluruh wilayah Indonesia.
  4. Untuk memperkuat sistem interdiksi diperlukan peningkatan koordinasi dan kerjasama lintas instansi dan lintas negara dan mendorong eksekusi peredaran narkoba. Hal ini dapat dilakukan jika ada sharing resource yang dilakukan antar lembaga K/L, sehingga tidak memberikan celah bagi sindikat narkoba dalam memanfaatkan informasi yang simetris diantara penegak hukum.
  5. Supaya proses bisnis dalam pencegahan, penyidikan, assessment, dan rehabilitasi berjalan sesuai dengan prosedur, BNN perlu membentuk unit kerja bidang pengawasan untuk memastikan proses bisnis tersebut berjalan sesuai prosedur yang ada.
  6. Kedatangan orang asing dalam jumlah yang besar akan membawa keuntungan terhadap perekonomian negara, sekaligus membawa resiko yang besar dari aspek sosial dan kemananan, termasuk di dalamnya perdagangan narkoba yang berpotensi semakin meningkat.

Kasus penangkapan tokoh politik Andi Arief hari Minggu lalu merupakan salah satu hasil kinerja dari BNN dalam hal pengungkapan kasus narkotika dikalangan high profile sehingga tindakan sanksi yang diberikan dalam memberikan efek jera bagi para tersangka. Hal ini menunjukkan bahwa BNN siap dan sudah mulai perangi narkoba. Pemberantasan pengedar narkotika dan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi narkoba merupakan PR yang harus dikerjakan bersama-sama oleh segenap lapisan masyarakat dan lembaga pemerintah melalui koordinasi dan kerja sama dalam upaya menghadapi tantangan diatas. Dengan demikian tidak terjadi saling menyalahkan dan saling menyerang ketika terjadi kasus yang tidak di inginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Aplikasi PeduliLindungi Tracing Kontak Covid-19 Aman, Tapi Hati-Hati Palsuannya!

Jakarta, RakyatRukun.com – Melansir CNNIndonesia.com tanggal 18 April 2020, Pemerint…