Bukan Mudah Mempertahankan Pancasila

Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia yang tertua. Lahirnya bangsa Indonesia ini adalah karena kekuatan Pancasila, yang memang dirancang oleh pendahulu kita untuk membuat pondasi negara yang kuat. Pancasila memuat seluruh aspek kehidupan, mulai dari beragama, bernegara, bermasyarakat, berpendapat, hingga mempersatukan segala perbedaan. Maka dari itu Pancasila harus tetap abadi dan tidak boleh ada pihak manapun yang bisa menggantikannya. 

Keutuhan ideologi bangsa sangat erat dengan bagaimana bangsa akan menghadapi ideologi lain yang menyerang. Beberapa organisasi telah melakukan gerakan radikalisasi yang jelas-jelas ingin menghancurkan ketentraman bangsa Indonesia. Sebut saja penembakan di Sarinah, Bom di Sebuah Gereja di Surabaya, dan Bom di daerah Kampung Melayu. Tragedi tersebut adalah upaya radikalisme yang mengatasnamakan sebuah agama. Kesalahan paham mereka adalah mereka tidak menelaah agama mereka dengan benar, sehingga dengan mudah mereka mampu mendapatkan hasutan untuk menghancurkan, melakukan kekacauan, pembunuhan, pengeboman, dll.

Pemerintah tidak tinggal diam. Upaya-upaya jahat yang mengganggu stabilitas negara perlu ditumpas habis.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir 500 situs berbahaya, karena mengandung konten terorisme, radikalisme, dan separatisme sejak 2010 hingga November tahun 2018. Berdasarkan rilis dari situs resmi Kemenkominfo, jumlah itu terdiri dari tiga situs yang memuat konten separatisme dan organisasi berbahaya. Sementara, 497 situs lainnya merupakan situs terorisme dan radikalisme. Data ini berdasarkan database penanganan konten dari Subdit Pengendalian Konten Internet Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo. Sejumlah tiga situs mengandung konten separatisme dan 295 situs mengandung konten terorisme dan radikalisme berhasil diblok Kemenkominfo tahun ini.

Upaya lain yang telah dilakukan lembaga pemerintah yang lain adalah pasca ledakan bom di Surabaya pada tahun 2018 kemarin. Banyak desakan dari beberapa pihak agar RUU anti terorisme segeda disahkan. Merespon hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah sepakat mengesahkan draf revisi Undang-Undang Nomor 15 tahun 2013 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Antiterorisme) menjadi undang-undang. RUU tersebut akhirnya disahkan setelah sempat tertunda selama dua tahun. Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius menyatakan, dengan disahkannya RUU tersebut, maka BNPT bisa berperan lebih optimal dalam menangani terorisme.

BNPT juga menandatangani Mou dengan Polri. Kepala BNPT Suhardi menjelaskan, poin penting dalam MoU adalah tindakan pencegahan. Polri memiliki unit di seluruh Indonesia. Karena itu, BNPT minta bantuan monitoring di berbagai daerah. Selain tindakan pencegahan, Suhardi menambahkan kerja sama tersebut meliputi tindakan penegakkan hukum, kerja sama internasional untuk antisipasi ancaman Foreign Terrorist Fighters (FTF), dan tindakan penanganan keamanan. Tak hanya dengan POLRI, Unit Kerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI) tentang Penanggulangan Terorisme. 

Dalam upaya menjaga keutuhan bangsa, Kementerian Pertahanan mengajak masyarakat ikut serta dalam Pendidikan bela negara. Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut. Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. Hal tersebut merupakan wujud kecintaan seorang warga negara pada tanah air yang sudah memberikan kehidupan padanya. Hingga tahun 2018 akhir, ada sekitar 80juta kader bela negara. 

Upaya Kemenkominfo, BNPT, Polri, TNI, dan Kemhan dalam menjaga keutuhan bangsa adalah bukti bahwa pemerintah sangat memahami kondisi bangsa. Pemerintah harus mampu menaungi rakyat dengan selalu memberikan program-program kedepan maupun mendidik rakyatnya dalam menjaga ideologi ini. Sinergitas antar instansi pemerintah juga mampu menimbulkan kepercayaan penuh masyarakat kepada pemerintah. Sehingga pemerintah mampu menjadi acuan yang tepat tentang kekuatan ideologi.

Indonesia adalah negara yang besar, strategis, dan memiliki masa depan yang sangat bagus. Sayangnya keistimewaan Indonesia ini ingin dirusak oleh beberapa pihak yang ingin memecah belah bangsa. Mulai dari keinginan untuk memecah kesatuan bangsa, hingga menanamkan ideologi lain. Upaya pemerintah sangat bagus dalam mencegah kerusakan yang lebih berat terjadi, namun dalam perkembangannya pasti masih banyak inovasi. Bukan mudah mempertahankan Pancasila. Di masa depan, kita harus mendukung dan ikut serta dalam program besar pemerintah demi mempertahankan ideologi bangsa. Karena Indonesia adalah milik kita, dan kita lah gerbang penjaga keutuhan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…