Resmi menjadi kandidat Presiden RI 2019-2024, Joko Widodo akan fokus terhadap beberapa hal dalam era pemerintahannya. Melansir Tribunnews.com (2/7), hal-hal yang akan terjadi di era Jokowi pada 5 tahun kedepan antara lain perluasan pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM yang konkret, membuka investasi dan peningkatan ekspor, kemudahan proses perizinan, APBN yang tepat guna serta pemberdayaan Menteri muda yang berusia 25-30 tahun. Butuhkah saat ini Indonesia sosok Menteri yang berusia muda?

Generasi muda yang sering disebut dengan istilah generasi millenial saat ini mencapai 63 juta jumlahnya. Menurut hasil Susenas tahun 2018, Indonesia adalah rumah bagi 63,82 juta jiwa pemuda, jumlah tersebut merupakan seperempat dari total penduduk Indonesia. Pemuda laki-laki lebih banyak daripada pemuda perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 102,36, yang berarti setiap 102 pemuda laki-laki terdapat 100 pemuda perempuan. Kualitas pemuda terutama dilihat dari capaian pendidikan dan kesehatannya. Pada tahun 2018, hampir tidak ada pemuda yang tidak bisa membaca dan menulis. Artinya saat ini generasi muda Indonesia dapat dikatakan sudah mendapat pendidikan yang baik.

Jiwa Penuh Energi Dianggap Mampu Memenuhi Misi Pemerintahan

Misi untuk mempercepat perluasan infrastruktur yang menjadi utama bagi era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam 5 tahun mendatang. Kebutuhan akan penyelesaian pekerjaan yang cepat sangat mungkin dikerjakan oleh para kaum muda. Jiwa yang penuh energi, semangat dan kreasi dianggap akan mampu memenuhi misi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Investasi terbanyak yang sangat dibutuhkan saat ini berada pada sektor bisnis marketplace yang saat ini banyak didirikan oleh perusahaan startup yang diprakarsai oleh para generasi muda kamu milenial. Sebut saja William Tanuwijaya (Cofounder Tokopedia,  Steven Wongsoredjo (Cofounder Nusantara Technology), Amanda Cole (Founder Sayurbox), Achmad Zaky Syaifudin (Cofounder Bukalapak). Beberapa perusahaan tersebut telah bertransformasi menjadi unicorn yang tidak hanya berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia tapi juga di Asia Tenggara. Belum lagi saat ini teknologi Fintech yaitu uang berbasis digital saat ini ikut mendorong perkembangan bisnis marketplace di Indonesia, sehingga dukungan para investor akan sangat membantu perkembangan bisnis digital saat ini.

Bagaimana dengan sektor peningkatan SDM Indonesia? Sebagai contoh Menteri Pemuda dan Olahraga ke-18 yang dimiliki Malaysia yaitu Syed Saddiq yang merupakan Menteri termuda di Malaysia. Dia menunjukkan kualitas seorang generasi muda yang juga mampu memimpin organisasi pemerintahan dengan sangat baik. Lulusan International Islamic University Malaysia (IIUM) di bidang hukum dan Pendidikan di Royal Military College (RMC) menjadi modal Saddiq untuk menjalani karir di dunia politik Malaysia. Dalam pertemuan bisnis revolusi industry 4.0 di Hanoi, Vietnam pada tahun 2018 lalu, Saddiq bahkan ikut menyuarakan agar pemuda tidak takut menyuarakan ide yang bertujuan untuk kemajuan, karena jika generasi muda hanya duduk diam saja sama dengan membiarkan orang lain yang akan mengambil kontrol terhadap kehidupan karirnya. Dengan demikian, sosok Menteri muda seperti Saddiq di Indonesia akan mampu membangkitkan semangat generasi muda dalam menggapai mimpi dan cita-citanya untuk membangun Indonesia.

Bukan Menggeser Peran Generasi Yang lebih Tua

Mungkin akan ada persepsi kehadiran Menteri Muda di era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tidak sesuai dengan kondisi pegawai negeri sipil di Indonesia saat ini masih di dominasi oleh generasi yang lebih tua. Berdasarkan data statistik Badan Kepegawaian Negara (BKN) jumlah PNS yang telah berusia diatas 41-60 tahun pada tahun 2018 mencapai 2.896.821 pegawai dari total pegawai negeri. Total PNS per 31 Desember 2018 adalah 4.185.503 orang, menunjukkan masih ada sekitar 1.288.682 orang PNS yang berusia 18 – 40 tahun yang masuk dalam kategori muda.

Bukan hanya sekedar muda, Menteri Muda yang diusulkan oleh Jokowi-Ma’ruf dibutuhkan yang memiliki jiwa professional yang mampu memimpin aparatur sipil baik dari kamu muda maupun yang sudah tua. Melansir Tirto.id, politikus Partai Nasdem, Teuku Taufiqulhadi menyatakan kriteria seorang Menteri itu juga harus memahami aspek kebangsaan serta harus memiliki pandangan yang futuristic terkait nasib bangsa Indonesia kedepan. Bukan persoalan dia tua atau dia seorang yang muda.

Terdapat beberapa aspek di Indonesia yang baik dipimpin oleh orang-orang muda, seperti Kemenpora, Kominfo, Bekraf, Pariwisata, Kemsos, KPPPA bisa potensial diisi oleh Menteri Muda, sedangkan Kementerian dan Lembaga lainnya masih membutuhkan kaum generasi yang lebih berpengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…