Sejumlah tokoh terlihat terus mendatangi Istana Negara dari kemarin pagi hingga hari ini. Mengenakan kemeja putih khas Presiden Jokowi, para tokoh ini mengundang banyak perhatian awak media dan masyarakat. Jika kemarin sejumlah tokoh mulai dari Mahfud MD, CEO Gojek Nadiem Makarim, Tetty Paruntu, Komisaris NET TV Wishnutama, Erick Thohir, Kapolri Tito Karnavian, Airlangga Hartato Ketum Partai Golkar, Mensetneg Pratikno, Direktur Populi Center Nico Harjanto, Komisaris Utama PT. Adhi Karya (Persero), Tbk  Fajroel Rachman. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto turut hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10). Ia datang bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Pagi ini yang menjadi orang pertama mendatangi Istana negara adalah Menkeu Sri Mulyani. Mengenakan pakaian kemeja putih, Sri Mulyani berjalan dengan pasti memasuki Istana. Disusul oleh Syahrul Yasin Limpo dan tokoh lainnya. Melihat deretan nama yang disebutkan diatas, tokoh-tokoh tersebut mempunyai latar belakang yang berbeda-beda mulai dari kalangan politisi, partai koalisi, pengusaha hingga professional. Cara Presiden Jokowi dalam meracik para menterinya juga dapat dikatakan unik dan berbeda dari pemerintahan sebelumnya. Semua kalangan masyarakat terlihat penasaran akan susunan cabinet yang akan dipimpin Jokowi dalam lima tahun mendatang.

Kemeja Putih Sebagai Dress Code

Kemeja putih yang sering dikenakan oleh Jokowi selama ia memimpin pada periode sebelumnya memang sangat unik dan berbeda dari penampilan para Presiden sebelumnya. Kemeja putih dengan lengan yang disingsingkan menunjukkan slogan kerja yang sering digaungkan oleh Jokowi. Tentu saja para awak media dan masyarakat dapat langsung mengetahui bahwa sosok yang mengenakan kemeja putih adalah orang-orang pilihan Jokowi untuk menjadi menterinya.

Berjalan Ala Catwalk Ke Dalam Istana

Hal unik lainnya adalah satu-persatu para tokoh berbaju putih itu dipanggil ke dalam Istana. Para calon Menteri tersebut datang sendiri dan ada beberapa yang dating berdua dan bertiga. Hal ini memudahkan media untuk menyorot kedatangan para calon Menteri ini dan dapat melakukan wawancara lansung dengan mereka. Tidak jauh berbeda dengan para artis yang berjalan pada red carpet dan catwalk ketika memasuki Gedung pertemuan, dan awak media datang mengerumuninya untuk melakukan wawancara langsung.

Oposisi Dirangkul Menjadi Koalisi

Walaupun sempat menjadi lawan dalam politik, Presiden Jokowi berhasil merangkul Prabowo Subianto yang menjadi lawan politiknya untuk bergabung membantunya dalam menjalankan pemerintahan. Strategi merangkul para lawan dilakukan Presiden Jokowi menunjukkan kerendahatiannya dan keinginan untuk merangkul segenap pihak yang ingin ikut membangun bangsa. Masuknya Prabowo Subianto ke dalam daftar calon Menteri Jokowi mungkin menerima pro dan kontra dari beberapa kalangan, mengingat perseteruan antara keduanya yang terjadi enam bulan belakang. Namun demikian dengan cara ini, Jokowi berhasil meredam perseteruan dan kembali fokus akan misinya untuk membangun bangsa.

Memilih Menteri Dari Banyak Latar Belakang

Strategi racikan lainnya adalah Jokowi terlihat mencari sosok menterinya dari kalangan yang memiliki latar belakang yang berbeda. Wajah-wajah baru yang memiliki segudang prestasi di Indonesia dipilih Jokowi untuk menjadi calon menterinya. Sebut saja Nadiem Makarim sang CEO Gojek yang rela melepaskan jabatannya di Gojek untuk membantu Pemerintah dalam menyumbangkan idenya. Ada juga Wishnutama sang CEO NET TV dan creator event international Asian Games 2018 yang telah bekecimpung puluhan tahun di dunia media dan hiburan juga siap melepas jabatannya di bidangnya untuk ikut membangun bangsa. Calon-calon Menteri ini terlihat bersemangat dan berbangga ketika mendapat undangan dari Presiden untuk menuju Istana.

Sejumlah tokoh-tokoh terus berdatangan dipanggil oleh Presiden ke Istana hingga pengumuman resmi dari Presiden akan susunan kabinet lengkapnya yang dikabarkan akan diumumkan besok Rabu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…