Deklarasi Damai Pemilu oleh Bawaslu, Bukti Pemerintah Peduli Kedamaian

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur menggelar deklarasi damai menyongsong Pemilu 17 April di Convention Hall Grand City Surabaya. Acara bertajuk “Serambi Budaya Pengawasan” ini melibatkan ratusan seniman dan budayawan seluruh Jawa Timur.

Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Khunaifi mengatakan, kegiatan budaya ini digelar untuk mengingatkan kepada khalayak atas pentingnya persatuan dan kedamaian dalam berdemokrasi. Pesan itulah, kata Aang, yang disampaikan melalui pagelaran seni dan budaya. Dia berharap, nilai-nilai luhur budaya lokal Jawa Timur tersebut terimplementasi dalam kehidupan berdemokrasi. Saling toleransi dan menghormati.

Di luar itu, Aang juga ingin melibatkan banyak pihak, termasuk budayawan dan seniman untuk turut aktif melakukan pengawasan pada Pemilu 17 April nanti. Tujuannya, pelaksanaan pemilu berjalan dengan baik tanpa ada kecurangan dan permusuhan.

Sebagai lembaga yang mengawasi kegiatan Pemilu 2019, Bawaslu melaksanakan program kegiatan yang baik. Sudah seharusnya Bawaslu mampu mempersatukan masyarakat dalam perbedaan pendapat yang semakin gencar di hari-hari menjelang pilpres ini.

Ternyata tak hanya dari Bawaslu, masyarakat pun juga ikut ambil bagian dalam kegiatan pemilu damai. Di Banyumas, seperti yang dikutip detik.com, Dalam kegiatan Kenduri Nusantara juga dimeriahkan dengan pentas seni Ebeg Banyumasan dan Lengger Banyumasan. Adapula pemotongan tumpeng nasi merah putih, takiran dan gunungan hasil sumbangan masyarakat dari desa-desa di Banyumas, dan diakhir kegiatan peserta bersama-sama memanjatkan doa memohon keselamatan negeri. Dalam kegiatan itu, masyarakat juga diminta untuk menggunakan pakaian pakaian adat serta menanggalkan seluruh atribut partai politik. Dia berharap kegiatan ini dapat mendinginkan suasana menjelang Pemilu dan mengembalikan dimensi manusia yang juga adalah manusia berbudaya.

Tak mau ketinggalan, Polres Gresik juga mengadakan doa bersama untuk kedamaian pemilu 2019 nanti. Seperti yang dikutip detik.com, doa bersama dengan Jamaah AI-Khidmah diadakan untuk mendoakan agar pesta demokrasi pemungutan suara tanggal 17 April 2019 dapat berjalan dengan damai, demokratis, adil dan beradab. Dalam kesempatan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, juga menghimbau masayarkat untuk tidak muda termakan oleh informasi hoax. Polri dan TNI, jelas dia, bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan pemilu 2019 secara serentak.

Dalam rangka mewujudkan pemilu yang aman dan damai, sudah seharusnya Pemerintah menyediakan wadah bagi masyarakat untuk selalu bersatu. Seluruh aparat pemerintah dituntut netral dalam Pemilihan Umum dan sebagai pemersatu bangsa, aparat pemerintah juga harus mampu membantu menyatukan masyarakat. Kerukunan harus selalu ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya pada saat pemilu saja. Acara-acara yang mampu mempersatukan masyarakat semacam ini mampu menyatukan perbedaan, sehingga kita akan selalu mampu bersatu, ditengah perbedaan yang ada di sekitar kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…