Demonstrasi terkait UU kontroversial masih akan berlangsung. Hari ini diagendakan ada unjuk rasa di depan Gedung DPR. Aksi demonstrasi ini adalah aksi lanjutan dari unjuk rasa para tanggal 23-25 September 2019. Secara umum, tuntutan mereka sama yakni tujuh tuntutan #ReformasiDikorupsi.

Ada tujuh desakan para mahasiswa dan masyarakat, yaitu: 1. Menolak berbagai peraturan seperti RKUHP, RUU Minerba, RUU Pertahanan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan, sekaligus mendesak pengesahan RUU PKS; 2. Batalkan pimpinan KPK yang bermasalah; 3. Tolak TNI dan Polri menempati jabatan sipil; 4. Stop militerisme di Papua dan daerah lain serta bebaskan tapol Papua segera; 5. Mereka ingin pemerintah hentikan kriminalisasi aktivis; 6. Hentikan pembakaran hutan dan lahan serta hukum korporasi pembakar lahan; 7. Tuntaskan pelanggaran HAM dan adili penjahat HAM.

Namun, demo lanjutan pada hari ini akan ada satu tuntutan yang ditambah, yakni meminta aparat penegak hukum yang melakukan aksi brutal dan represif untuk ditindak. Aktivis KontraS Rivanlee Anandar menyebut aksi akan mulai sebelum dzuhur.

“Kita memulai aksi pada pukul 11.00 WIB,” ucap aktivis KontraS Rivanlee Anandar, kepada detikcom, Minggu (29/9/2019). KontraS melalui akun resmi instagramnya mengunggah poster terkait aksi demonstrasi hari ini.

Sejumlah Rute TransJakarta Dialihkan

TransJakarta mengalihkan beberapa rute di sekitar kawasan gedung DPR/MPR karena ada aksi demonstrasi lanjutan ini. Beberapa bus tidak melewati Halte Senayan JCC dan Slipi Petamburan dekat DPR. Sementara itu, petugas kepolisian sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Gatot Subroto di depan DPR.

Dilihat dari twitter resmi TMC Polda Metro Jaya, petugas mulai melakukan rekayasa lalin sejak dini hari tadi. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf pun membenarkan adanya pengalihan arus lalu lintas. Rute pengalihan lalu lintas sama seperti dengan pada saat aksi 23-25 September.

“Sehubungan dengan adanya kegiatan aksi di depan Gedung DPR/MPR beberapa rute TransJakarta dilakukan pengalihan untuk antisipasi dan tetap melayani pelanggan,” ucap Sekretaris Korporasi dan Humas Nadia Diposanjoyo, dalam keterangannya yan , Senin (29/9/2019).

TransJakarta belum mengetahui kapan rute akan kembali normal. Pengalihan akan dilakukan sampai kondisi kawasan di sekitar DPR kondusif.

Berikut pengalihan rute yang dilakukan oleh TransJakarta:

– Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit), sementara tidak melewati Halte Senayan JCC dan Slipi Petamburan dikarenakan adanya penutupan jalan.

– Rute 4A (TU Gas-Grogol), sementara tidak melewati Halte Senayan JCC dan Halte Slipi Petamburan dikarenakan adanya pentupan jalan.

– Rute T11 (Bundaran Senayan-Poris Plawad), sementara tidak melewati Halte Senayan JCC dan Slipi Petamburan.

– Rute 1F (Bundaran Senayan-St Palmerah), dan 1B (Tosari-St Palmerah), mengalami pengalihan rute terkait adanya penutupan jalan di sekitar MPR/DPR. Untuk sementara tidak melewati halte Senayan JCC, DPR 1 dan DPR 2.

– Rute 3F (Gelora Bung Karno-Kalideres), sementara tidak melewati Halte Senayan JCC dan Halte Slipi Petamburan dikarenakan adanya penutupan jalan di sekitar MPR/DPR.

Aksi #GejayanMemanggil2 Kembali Bergelora

Tidak hanya di Jakarta, aksi lanjutan demo mahasiswa #GejayanMemanggil2 di Yogyakarta hari ini akan kembali diikuti ribuan massa dengan menggandeng pelajar, buruh, masyarakat umum, bahkan gelandangan, Senin (30/9/2019). Juru Bicara Aliansi Rakyat Bergerak, Nailendra, mengatakan massa akan memadati sepanjang Jalan Gejayan yang akan berangkat dari dua titik kumpul yakni Bundaran UGM dan UIN Sunan Kalijaga pukul 10.00 WIB. Massa akan bergerak menuju pertigaan Colombo, Gejayan yang akan menjadi titik utama aksi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda DIY dan juga memperkuat tim-tim keamanan dari segala titik. Serta briefing di setiap titik kumpul selalu disampaikan,” ujarnya, Minggu (29/9/2019).

Aliansi, kata dia, telah mengantisipasi adanya kemungkinan penyusupan atau penggembosan aksi dari dalam oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Aksi serupa telah digelar, Senin (23/9/2019) pekan lalu, diikuti oleh ribuan mahasiswa dan masyarakat sipil. Mereka mengusung tuntutan serupa terkait RUU yang bermasalah agar dibatalkan.

Saat itu, lokasi unjuk rasa ini berada di persimpangan Jalan Colombo dan Jalan Affandi atau Gejayan. Sedangkan titik massa berasal dari tiga titik yakni Bundaran UGM, depan Universitas Sanata Dharma dan UIN Sunan Kalijaga.

Isi tuntutan demonstrasi #GejayanMemanggil2 tidak jauh berbeda dengan demonstrasi di Jakarta hari ini, yaitu: 1. Hentikan segala bentuk represi dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat; 2. Tarik seluruh komponen militer, usut tuntas pelanggaran HAM, buka ruang demokrasi seluas-luasnya di Papua; 3. Mendesak pemerintah pusat untuk segera menanggulangi bencana dan menyelamatkan korban, tangkap dan adili pengusaha dan korporasi pembakar hutan, serta cabut HGU dan hentikan pemberian izin baru bari perusahaan besar perkebunan; 4. Mendesak presiden untuk menerbitkan Perppu terkait UU KPK; 5. Mendesak presiden untuk menerbitkan Perppu terkait UU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan; 6. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual; 7. Merevisi pasal-pasal yang dianggap bermasalah dalam RKUHP dan meninjau ulang pasal-pasal tersebut dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil; 8. Menolak RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU Keamanan dan Ketahanan Siber, dan RUU Minerba; 9. Tuntaskan pelanggaran HAM dan HAM berat serta adili penjahat HAM.

Demonstrasi mahasiswa di Jogja ini juga disusul oleh kota-kota lain, antara lain Semarang dan Solo. Aksi mahasiswa di Semarang akan terpusat di depan kantor DPRD Jawa Tengah. Titik kumpul massa Patung Diponegoro Undip Pleburan. Sedangkan aksi mahasiswa di Solo juga akan digelar hari ini yang terpusat di depan gedung DPRD Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…