Mencari tokoh yang cocok dengan Jokowi dan Prabowo sebagai perantara, beberapa tokoh masyarakat menghimbau agar diadakannya dialog antar tokoh-tokoh bangsa bersama Jokowi dan Prabowo untuk melakukan komunikasi. Dialog ini diharapkan dapat meredam dan menyelesaikan permasalahan konstitusional pasca pengumuman Pilpres oleh KPU pada Selasa (21/5) dini hari. Sebelumnya, Menko Maritim Luhut Panjaitan ditugaskan sebagai utusan Jokowi sebagai mediator dengan Prabowo karena Luhut dianggap berteman baik dengan Prabowo.  

Melansir liputan6.com (23/4) lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengangap bahwa antara Jokowi dan Prabowo tidak perlu mediator untuk bertemu karena mereka bukan musuh dengan musuh. JK meyakini hubungan antara Jokowi dan rivalnya di Pilpres, Prabowo Subianto baik-baik saja. Namun menanggapi permintaan pelaksanaan dialog tersebut, Wapres juga sedang mengupayakan adanya dialog antar tokoh-tokoh bangsa secepatnya.

Dilansir oleh wawancara dengan pakar politik di Kompas TV pagi ini pukul 09.00 WIB, tokoh yang dianggap dekat dengan Jokowi dan Prabowo dan tepat sebagai mediator adalah:

Jusuf Kalla

Dianggap lebih senior dan lebih bisa diterima oleh orang-orang disekitar Prabowo dan Jokowi, Wakil Presiden RI ini dianggap mediator yang cocok untuk mempertemukan Jokowi dan Prabowo beserta para pendukungnya.

Megawati Soekarno Putri

Sebagai kader PDI Perjuangan, Megawati dianggap bisa menjadi mediator pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Selain itu, putri sulung dari Soekarno ini juga memiliki hubungan pertemanan dengan Prabowo selama suaminya Alm. Taufik Kemas masih hidup. Taufik Kemas sejak menjabat sebagai Ketua MPR RI merupakan tokoh yang merangkul Prabowo Subianto saat masih berada di Yordania untuk kembali ke Indonesia. Megawati dan Prabowo juga pernah berpasangan pada Pilpres 2009 lalu.

Menunggu hasil realisasi dialog antar tokoh bangsa yang direncanakan oleh JK, diharapkan dialog ini nanti akan menyelesaikan sengketa konstitusional antara Jokowi dan Prabowo sehingga masyarakat yang berunjuk rasa menolak keputusan KPU pada 21-22 Mei kemarin bisa reda dan menerima keputusan KPU tentang hasil Pilpres 2019.Sebagai informasi, dipantau dari berita media televisi sampai pagi ini, situasi di daerah Jakarta Pusat khususnya Jalan MH Thamrin dan Sudirman pasca bentrok dan unjuk rasa massa pada 21- 22 Mei kemarin kembali kondusif. Dari pantauan CCTV lalu lintas terlihat beberapa kendaraan sudah melintas di seputaran bundaran HI. Area istana negara dan sekitar Tanah Abang juga sudah terlihat normal. Demikian juga berdasarkan Kompas TV pagi ini, aktivitas masyarakat juga sudah kembali normal. Daerah depan kantor Bawaslu pagi ini juga sudah mulai 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…