Pagelaran olahraga terbesar dunia Olimpiade yang akan diselenggarakan di Tokyo Jepang pada 27 Juli – 9 Agustus 2020 mendatang dipersiapkan dengan tekun oleh tuan rumah. Bukan pertama kalinya Jepang ditunjuk sebagai tuan rumah event olahraga dunia, namun ini kedua kalinya setelah tahun 1964. Sebagai negara maju, Jepang tidak mempersiapkan diri dari nol namun Jepang berencana untuk membangun ulang Stadion Olimpiade Nasional di Tokyo.

Melansir Detik.com, stadion baru akan mulai dibangun pada Oktober 2016 dan dijadwalkan selesai pada November 2019. Stadion yang akan menjadi venue utama Olimpiade 2020 itu nantinya akan berkapasitas 68 ribu penonton, yang bisa ditingkatkan hingga 80 ribu penonton dengan memasang tempat duduk sementara di lintasan atletik.

Jepang menyiapkan 34 venue untuk ajang perhelatan Olimpiade 2020, 11 di antaranya merupakan venue baru. Venue-venue tersebut sebagian besar terletak di dua wilayah utama, Heritage Zone dan Tokyo Bay Zone.

Ada 33 cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade 2020. Dari 33 cabang olahraga tersebut, lima di antaranya baru, yaitu baseball/softball, karate, skateboarding, sport climbing, dan selancar. Selain itu, Jepang juga telah menyiapkan fasilitas pendukung yang tak kalah penting, salah satunya terkait arus informasi. Mereka sudah punya situs resmi Olimpiade 2020, akun Twitter, Facebook, dan YouTube yang dikelola dengan sangat baik.

Konsep Utama

Japan 2020 Olympic and Paralympic Games mengangkat tiga konsep utama yaitu Achieving Personal Best, Unity in Diversity dan Connecting to Tomorrow. Dalam Tokyo 2020 Games Jepang berkomitmen untuk menyiapkan dan menyelenggarakan dengan baik event ini dimana setiap atlet bisa menampilkan performa terbaiknya serta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya. Semua warga Jepang juga berkomitmen untuk menerima perbedaan yang akan datang dari pendatang negara-negara yang hadir di Tokyo 2020 Games nantinya tanpa membedakan ras, suku, kebangsaan, bahasa dan warna kulit hingga perbedaan pendapat serta levelnya.

Olimpiade 2020 akan memungkinkan Jepang, yang sekarang menjadi ekonomi yang matang, untuk mempromosikan perubahan di masa depan di seluruh dunia, dan meninggalkan warisan positif bagi generasi mendatang.

Maskot Tokyo 2020 Games

Penasaran seperti apa bentuk maskot dari Tokyo 2020 Games mendatang? Mengenal Jepang merupakan negara maju yang identic dengan teknologi robotnya, maskot ajang Olimpiade dan Paralympic untuk atlet berkebutuhan khusus di Tokyo ini juga mengangkat tokoh robot dari Jepang yaitu MIRAITOWA dan SOMEITI.

Melansir situs resmi Olimpiade Tokyo 2020, maskot Olimpiade Tokyo 2020 yaitu MIRAITOWA memiliki pola ichimatsu biru indigo yang sama dengan Lambang Olimpiade Tokyo 2020 di kepala dan tubuhnya. Kepribadian maskot berasal dari pepatah tradisional Jepang yang berarti mempelajari hal-hal lama dengan baik dan mendapatkan pengetahuan baru dari mereka. Maskot memiliki aspek kuno yang menghormati tradisi dan aspek inovatif yang selaras dengan informasi terkini. Ia memiliki rasa keadilan yang kuat, dan sangat atletis. Kemampuan khusus maskot adalah dapat bergerak ke mana saja secara instan.

Nama MIRAITOWA berasal dari Bahasa Jepang  yaitu “Mirai” artinya masa depan dan “towa” artinya keabadian yang terhubung bersama. Nama ini dipilih untuk maskot Olimpiade untuk mempromosikan masa depan yang penuh harapan selamanya, di hati semua orang di dunia.

Biru Miraitowa dan Pink Someiti

Sedangkan Maskot Paralimpiade Tokyo 2020 SOMEITI, adalah karakter keren dengan sensor sentuhan cherry blossom dan kekuatan super. Ia dapat mengirim dan menerima telepati menggunakan antena sakura di kedua sisi wajahnya. Ia juga bisa terbang menggunakan jubah pola ichimatsu-nya. Biasanya sepi, tetapi bisa menunjukkan kekuatan besar bila perlu. Ini mewujudkan atlet Paralimpiade yang menunjukkan kekuatan manusia super. Ia memiliki kekuatan batin yang bermartabat dan juga mencintai alam. Ia dapat berbicara dengan batu dan angin dengan menggunakan kekuatan supernya, dan juga mampu memindahkan sesuatu hanya dengan melihatnya.

Nama SOMEITI berasal dari “Someiyoshino” yaitu varietas bunga sakura yang populer, dan frasa “sangat perkasa”. Beberapa memiliki sensor sentuhan cherry blossom, dan dapat menunjukkan kekuatan mental dan fisik yang sangat besar. Maskot mewakili atlet Paralimpik yang mengatasi rintangan dan mendefinisikan kembali batas-batas kemungkinan.

Medali Dari Telepon Seluler Bekas

Medali emas, perak dan perunggu yang akan diberikan kepada para atlet di Olimpiade dan Paralimpiade tidak hanya mewakili kehormatan terbesar bagi para atlet tetapi juga kesempatan bagi Jepang untuk menampilkan budaya dan daya tariknya ke seluruh dunia.

Untuk menghasilkan medali yang berharga ini, Panitia Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo (Tokyo 2020) mengadakan “Proyek Medali Tokyo 2020” untuk mengumpulkan perangkat elektronik kecil seperti telepon seluler bekas dari seluruh Jepang. Proyek ini menjadikan Tokyo 2020 yang pertama dalam sejarah Olimpiade dan Paralimpik yang melibatkan warga dan membuat medali menggunakan logam daur ulang.

Photo Credit Tokyo2020.org

Menyiapkan Robot Tour Guide

Melansir Fortuner.id, ajang Olimpiade 2020 di Tokyo mendatang juga akan dilengkapi dengan robot pendukung dan tour guide yang diperuntukkan bagi kalangan luas. Diliris oleh pabrik otomotif terbesar sekaligus merupakan mitra Olimpiade dan Paralimpik 2020, robot yang dinamai Toyota T-HR3 ini bertujuan untuk memberikan solusi mobilitas orang di berbagai lokasi dan tempat serta membantu orang merasakan serunya Tokyo 2020 Games mendatang.

Robot Toyota T-HR3 Buatan Toyota

Melihat persiapan matang Jepang untuk perhelatan terbesar olahraga ini semoga para Atlet Indonesia juga penuh semangat ya dalam mempersiapkan diri. Sudah pasti rakyat Indonesia juga akan bersemangat berkunjung ke Tokyo untuk mendukung jagoan-jagoan dari Indonesia di Tokyo 2020 Games nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…