Sulawesi Tengah

Dua Terduga Teroris Poso dibekuk Satgas Tinombala. Dua terduga teroris anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) diringkus Satuan Tugas Operasi Tinombala Poso, di Desa Padopi, Poso Pesisir Selatan, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (3/3/2019) malam. Aditya alias Idad alias Kuasa, salah satu terduga asal Maluku, Ambon, ditangkap dalam keadaan hidup, sementara Romzi alias Ba’asyir asal Bima, Nusa Tenggara Barat, tewas dalam baku tembak dengan petugas.

Baku tembak berawal dari informasi warga yang melihat lima terduga teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ini tengah beristirahat di pondok milik seorang warga setempat. Tim Satgas pimpinan Mayor Inf Aryudha kemudian meluncur ke lokasi yang dilaporkan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Kehadiran Tim Satgas diketahui terduga teroris. Baku tembak tak terhindarkan. Dari hujan peluru tersebut, tiga terduga pelaku berhasil melarikan diri. Selain itu, mengutip laporan AntaraNews, petugas turut menyita satu pucuk senjata M-16.

Asisten Kapolri Bidang Operasional Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi mengatakan Romzi telah menjadi incaran sejak 2012. Saat ini jenazahnya sedang dievakuasi dari pegunungan untuk selanjutnya diidentifikasi oleh Tim DVI Mabes Polri. Romzi disebut-sebut sebagai salah satu anggota yang memiliki peran penting dalam jaringan tersebut. Sosoknya disegani dan ditakuti lantaran paling mahir dalam menggunakan senjata. Dengan tertangkapnya dua DPO kasus terorisme ini, maka jumlah DPO yang diburu anggota Satgas Tinombala saat ini berjumlah 13 orang.

Terukapnya Salah Satu Persembunyian Kelompok MIT

Terungkapnya persembunyian kelompok MIT di bawah komando Ali Kalora di hutan Poso, Sulawesi Tengah, terdeteksi Tim Satgas pada sekitar akhir Februari 2019. Awal mulanya ketika Tim Satgas mengamankan seorang kurir logistik kelompok teroris Ali Kalora di Parigi Moutong. Ketika itu, kurir tengah menyediakan bahan makanan bagi 14 anggota kelompok MIT yang bersembunyi di area hutan dan pegunungan di Sulawesi Tengah ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, posko yang diduga menjadi tempat singgah kelompok ini berada di jalur Poso dan Parimo. Kepastian itu juga didukung pada sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi, seperti pakaian, peralatan, alat penerangan, hingga alat komunikasi.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah merilis DPO terduga teroris Poso berjumlah 14 orang. Namun belakangan, jumlah tersebut bertambah satu orang. Sosok tambahan itu diyakini sebagai menanti dari pimpinan kelompok teroris Poso paling termasyhur, Santoso.

Ia adalah Khoirul Amin alias Irul, warga Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. “Informasinya Irul sudah bergabung di gunung, sama kelompok Ali,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya kepada PaluPoso, dikutip oleh Kumparan, Senin (11/2/2019). Dalam kesehariannya, merujuk pada sumber yang sama, Irul dikenal sebagai warga biasa yang rajin beribadah. Irul diketahui menikahi putri Santoso, Wardahtul Janah, pada November 2018. Tak lama berselang dari seremoni itu, Irul memutuskan untuk mengikuti jejak ayah mertuanya tersebut.

Polda Sulawesi Tengah menggelar Operasi Tinombala sejak 7 Januari hingga 6 April 2019 guna memburu sisa DPO kasus terorisme yang masih bersembunyi di hutan-hutan Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong. Adapun 14 nama yang dinyatakan sebagai DPO dalam kasus tindak pidana terorisme ini adalah Ali Ahmad alias Ali Kalora; Basir alias Romzi, Qatar alias Fareld, Askar alias Pak Guru, Nae alias Galuh, Abu Alim alias Ambo, Mohamad Faisal alias Namnung, Alhaji Kaliki alias lbrohim, Rajif Gandi Saban alias Rajes, dan Adtya alias ldad.

Selain itu juga ada Alvin alias Adam alias Musab; Jaka Ramadan alias lkrima; Al Qindi Mutaqien alias Muaz, ketiganya berasal dari Banten, serta Andi Muhamad alias Abdulah dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…