Kebakaran hutan Amazon pada Rabu, 21 Agustus 2019 lalu menyisakan kesedihan dan duka bagi dunia. Bagaimana tidak, hutan yang mendapat julukan paru-paru dunia ini menyumbang 20% oksigen bagi kehidupan dunia. Melansir Merdeka.com, Pada Rabu (21/8) kemarin, Presiden Brasil, Bolsonaro mengatakan bahwa fenomena kebakaran hutan Amazon disebabkan oleh organisasi non-pemerintah yang menciptakan kritik internasional terhadap pemerintahannya. Viral di media sosial Twitter dengan tagar #ActForTheAmazon merupakan suara masyarakat dunia kepada pemerintah Brasil untuk bertindak dalam melindungi kekayaan alam di hutan Amazon.

Marcus Lim dari The Star Entertaiment Group di Singapura dalam akun Twitternya menciutkan bahwa pemerintah, Lembaga non profit dan perusahaan secara menyeluruh perlu untuk berkumpul bersama untuk bertindak menyelamatkan hutan Amazon sebelum terlambat. Emmanuel Macron, Presiden Prancis juga ikut menyatakan bahwa hutan Amazon merupakan rumah bagi dunia dan menyatakan kebakaran hutan Amazon merupakan krisis bagi dunia internasional serta mengajak para anggota G7 Summit untuk membahas hal ini bagi kelangsungan hidup hutan Amazon.

Respon Presiden Prancis Tentang Kebakaran Hutan Amazon

Melansir CNN Indonesia, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menuntut pihak asing tak ikut campur menyikapi kebakaran hutan Amazon yang mencapai rekor terparah tahun ini. Melihat para pemimpin dunia ikut menyayangkan terjadinya kebakaran di hutan Amazon untuk membuka lahan bisnis dan perkebunan ini, mari lihat kekayaan dan hal menakjubkan apa saja yang dimiliki oleh Hutan Amazon yang tidak dimiliki oleh hutan dunia lainnya.

Mengandung Setengah Keragaman Hayati Dunia

Melansir CNN Indonesia, sebagai hutan hujan tropis, Hutan Amazon menyimpan setidaknya setengah dari keragaman flora dan fauna dunia. Banyak di antaranya belum didaftarkan. Terdapat 40 ribu spesies tanaman, 1.300 burung, 3.000 ikan, 430 mamalia, dan 2,5 juta serangga. Hingga saat ini belum diketahui nasib jutaan hayati ini akibat kebakaran tersebut. Hutan Amazon merupakan hutan yang paling berbahaya didunia karena dipenuhi satwa buas seperti hewan predator bahkan ikan yang paling berbahaya didunia seperti Piranha, belut listrik, ikan Candiru serta katak beracun dan ulat beracun. Tidak hanya itu, ular Anaconda yang merupakan spesies ular terbesar di dunia juga dapat ditemui disekitar sungai Amazon.

Rumah Bagi Dunia Pengobatan

Hutan Amazon juga menjadi rumah bagi dunia pengobatan. Sebanyak 70 persen tanaman di hutan Amazon berguna untuk penyembuhan kanker dan hanya bisa ditemukan di hutan hujan tropis lainnya. Hutan amazon yang memiliki luas dua kali ukuran negara India atau hampir 2,6 juta mil persegi, Menurut media Medium , bahkan suku-suku yang sudah lebih seribu tahun mendiami hutan Amazon telah mengetahui buah mana yang beracun dan dapat menyebabkan kematian.

Suku Pedalaman Yang Sulit Untuk Ditemukan

Selain dihuni oleh satwa dan tanaman langka, hutan Amazon juga dihuni oleh suku-suku di pedalaman hutan yang lebat dan keberadaan mereka sulit untuk ditemukan. Salah satunya adalah Suku Huorani. Di lansir dari detik travel, suku Huaorani menempati kawasan di pedalaman hutan Amazon di sebelah timur Ekuador di sepanjang aliran Sungai Napo dan Sungai Curacay yang daerah nya di kenal dengan panggilan Quehueri’ono. Salah satu wilayah sulit di jangkau.

Penyumbang Air Bersih Dunia

Memiliki sungai-sungai sepanjang 4.100 mil, menurut World Wide Fund for Nature 9WWF), sungai Amazon menyumbang 15-16 persen air yang mengalir ke lautan dan sisanya merupakan air bawah tanah.

Menjadi Destinasi Wisata Eksotis

Mendapat julukan sebagai hutan yang paling berbahaya di dunia, hutan Amazon kini telah menjadi destinasi wisata yang eksotis. Bahkan sekarang, manusia sudah berani mengeksplore sungai amazon yang dihuni oleh predator buas dan piranha. Melansir IDN Times, pemerintah Brasil telah berhasil mencapai kesepakatan dengan suku Huaorani dalam menjual paket wisata untuk tinggal bersama suku setempat. Diketahui bahwa Suku Huaorani mulai melakukan kontak dengan manusia dimulai pada tahun 1956. Meski demikian, paket wisata untuk mengeksplore hutan Amazon masih tergolong mahal yaitu sekitar US$801 atau sekitar Rp. 15 juta.

Keanekaragaman Hayati Yang Ikut Terbakar di Hutan Amazon

Melihat fakta keindahaan dan hal menakjubkan diatas, wajar saja penduduk dunia sangat menyayangkan terjadinya kebakaran hutan Amazon yang sangat luas. Akan banyak kehidupan yang terganggu akibat peristiwa ini termasuk dunia. Pernyataan Presiden Brasil agar dunia tidak ikut campur terhadap kejadian kebakaran Hutan Amazon ini mungkin kurang tepat, karena hutan Amazon menjadi rumah bagi keberlangsungan hidup masyarakat dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

“JASMERAH”, Mengenang Bung Tomo, Pengobar Semangat Peristiwa 10 November 1945

Jakarta (RakyatRukun.com) – Peristiwa 10 November 1945 menjadi salah satu bagian sej…