Elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Turun Inilah Faktor Penyebabnya 2

Hasil survei Litbang Kompas berkaitan dengan elektabilitas pasangan calon (paslon) pada Pemilu Serentak 2019 menunjukan penurunan terhadap elektabilitas paslon nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Elektabilitas paslon nomor urut 01 terbut turun sekitar 3,4 persen, dari sebelumnya 52,6 persen dari survei sebelumnya pada bulan Oktober 2018 turun menjadi 49,2 persen pada survei dari Litbang Kompas kali ini.

Disisi lain, elektabilitas paslon nomor urut 02 Prabowo – Sandi mengalami kenaikan elektabilitas 4,7 persen. Elektabilitas Prabowo – Sandi naik dari sebelumnya mendudukin angka 32,7 persen menjadi 37,4 persen pada survei terakhir.

Elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Turun Inilah Faktor Penyebabnya
Elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Turun Inilah Faktor Penyebabnya

Selisih kedua pasangan calon tersebut menipis menjadi 11,8 persen. Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan mengatakan, penurunan terhadap elektabilitas paslon nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf bisa dikarenakn beberapa hal, salahsatunya adalah perubahan penilaian atas kinerja pemerintahan dikarenakan Jokowi sebagai paslon capres petahana. Penurunan kepuasan masyarakat ini terlihat terjadi terhadap kinerja pada bidang politik, hukum, keamanan dan sosial.

Dikutip dari harian Kompas, Bambang mengatakan “Karena itu, meski tingkat kepuasan masyarakat berada di angka cukup tinggi, yakni 58,8 persen menyatakan puas, angka itu turun signifikan dibanding tahun lalu yang mencapai 72,2 persen.”

Kemudian penurunan elektabilitas tersebut juga disebabkan karena perubahan dukungan di beberapa jumlah aspek demografis pada enam bulan terakhir. Dari segi usia, yang menyebabkan perubahan elektabilitas paslon nomor urut 01 adalah pada generasi tua (53 – 71 tahun) dan pada generasi menengah matang (31 – 40 tahun). Generasi tua atau bisa disebut juga generasi baby boomers yang sebelumnya sejumlah 58,1 persen mendukung paslon nomor urut 01 Jokowi – Amin, akan tetapi pada survei saat ini turun menjadi 48,9 persen. Pada generasi menengah matang, elektabilitas Prabowo – Amin turun menjadi 9,1 persen.

Selain hal-hal tersebut, ada sedikit gejala peralihan dukungan Jokowi – Amin ke Prabowo – Sandi tertutama pada kelompok masyarakat berpendidikan menengah dan tinggi. Pemilih berpendidikan rendah yang sebelumnya menjadi basis paling besar Jokowi – Amin ternyata juga berkurang, selain berpindah pada Prabowo – Sandi, juga dikarenakan perpindahan menjadi responden yang memberi jawaban rahasia.

Pad survei kali ini bertambahnya pemilih yang ragu, terutama pada kalangan masyarakat menengah kebawah, juga disebutkan berpengaruh sangat signifikan terhadap penurunan elektabilitas paslon nomor urut 01 Jokowi – Amin. Apabila pada enam bulan lalu masyarakat kelas bawah yang belum menentukan sikap menduduki angka 14,4 persen, pada saat ini naik menjadi 15,6 persen.

Bambang menulis pada harian Kompas “Kelompok ini perlu diyakinkan oleh pasangan Jokowi-Amin untuk mempertahankan suara.”

Pasangan calon Joko Widodo – Ma’ruf Amin juga menghadapi persoalan mengenai militansi pendukung mereka yang sejauh ini jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan pendukung paslon nomor urut 02 Prabowo – Sandi. Sebagai contor, pendukung paslon no 02 sejumlah 40,8 persen menyebarkan hal-hal positif mengenai pasangan calon pilihannya kepada orang lain. Sedangkan pendukung Jokowi – Amin yang melakukan hal yang serupa duduk pada angka 35,5 persen. Demikian pula dengan pendukung yang mengikuti kegiatan kampanye capres –  cawapres masing – masing calon pilihannya. Pendukung paslon nomor urut -01 yang mengikuti kampanye sejumlah 15 persen sedangkan pendukung paslon nomor urut 02 sejumlah 21,7 persen.

Survei tersebut dilakukan dengan wawancara secara tatap muka langsung yang melibatkan 2.000 responden secara acak dengan pencuplikan secara sistematis bertingkat tersebar di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen serta margin of error  sekitar +/- 2,2 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Selamat Hari Korpri, 48 Tahun Berkarya, Melayani, dan Menyatukan Bangsa

Jakarta (RakyatRukun.com) – Dilansir dari laman Kompas.com, Pada setiap 29 November …