Jakarta (Rakyatrukun.com) – Di era ekonomi berbasis pengetahuan, pengetahuan memainkan peran penting dalam membangun persaingan yang berkelanjutan serta meningkatkan keuntungan bagi organisasi. Pengetahuan juga merupakan aset utama untuk keberhasilan organisasi dan pertumbuhan ekonomi di negara mana pun. Fokus pada pentingnya menciptakan dan menggunakan pengetahuan untuk mencapai kesuksesan bisnis mendorong eksekutif untuk mengadopsi knowledge management dengan harapan bahwa knowledge management akan menghasilkan lebih tinggi keunggulan kompetitif dan peningkatan kinerja.

Berdasarkan PERMENPAN & RB No.14 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) menyatakan agar semua kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk berpartisipasi aktif dalam knowledge sharing yang dapat dimanfaatkan dalam perumusan kebijakan dan benchmarking pelaksanaan reformasi birokrasi.

Tanpa Berbagi Pengetahuan Proses Pembelajaran Bisa Terhambat

Berbagi pengetahuan atau Knowledge sharing merupakan proses yang paling penting untuk mendukung penerapan knowledge management di kantor . Proses ini mendorong anggota organisasi untuk secara bersama-sama memulai berhubungan, berkomunikasi, berbagi dan mentransfer pengetahuan yang dimiliki. Tanpa knowledge sharing, maka proses pembelajaran dan knowledge creation bisa saja terhambat.

Menurut Gurteen (1999), knowledge sharing tidak hanya sebatas memberikan pengetahuan kepada orang lain, namun dapat juga berupa :

● Meminta feedback.

● Bertanya tentang suatu permasalahan.

● Memberitahu tentang rencana kerja kepada orang lain sebelum melakukan pekerjaan tersebut.

● Meminta bantuan dari orang lain.

● Memberitahu tentang pekerjaan yang sedang dikerjakan serta alasan pekerjaan tersebut harus dikerjakan.

● Bertanya tentang pendapat orang lain serta meminta saran.

● Bertanya pada orang lain tentang apa yang akan dilakukan terhadap suatu pekerjaan.

Tujuan dari knowledge sharing adalah untuk menyebarkan pengetahuan yang dikuasai satu orang ke sebanyak mungkin orang dalam organisasi. Penyebaran ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing individu dalam organisasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas knowledge di unit kerja dan organisasi tempat individu tersebut bekerja.

Pelaksanaan knowledge sharing dalam suatu organisasi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor positif maupun faktor negatif, baik faktor sosial budaya individu masing-masing maupun budaya lingkungan organisasi.

Dirangkum dari berbagai sumber penelitian berikut ini adalah faktor-faktor yang secara umum mempengaruhi seorang untuk berbagi pengetahuan di kantornya yaitu:

Faktor individu

Dalam proses knowledge sharing, individu berfungsi sebagai generator dan reseptor pengetahuan. Pengetahuan dihasilkan dengan bertukar ide dan pengalaman melalui proses sosialisasi antar individu. Proses ini menunjukan bahwa menciptakan dan berbagi pengetahuan tergantung pada upaya individu dalam menguasai dan membagikan pengetahuan tersebut. Faktor individu seperti kesadaran, kepercayaan, dan kepribadian memiliki dampak terhadap kualitas dari knowledge sharing pada instansi pemerintahan . Terdapat pula faktor kepuasaan kerja yang berpengaruh terhadap kapabilitas knowledge sharing. Faktor lainnya adalah niat untuk berbagi pengetahuan, yaitu ketika individu memiliki keinginan yang kuat untuk terlibat dalam beberapa perilaku knowledge sharing.

Faktor Budaya Organisasi

Menanamkan budaya berbagi pada organisasi dapat mengarah pada penggunaan knowledge management yang efektif. Iklim atau suasana organisasi memberi pengaruh terhadap knowledge sharing di sektor publik. Jika iklim organisasi tidak kondusif untuk berbagi pengetahuan, maka individu tidak akan mau terlibat dalam perilaku knowledge sharing. Faktor lainnya adalah interaksi sosial yang terjadi baik antar individu maupun kelompok karena knowledge sharing terjadi dalam organisasi melalui jaringan sosial .

Faktor Struktur Organisasi

Kemampuan pegawai terhadap knowledge sharing dapat berjalan lebih efektif jika knowledge sharing itu sendiri masuk ke dalam proses kerja dan harus dilakukan oleh pegawai.

Faktor Teknologi

Organisasi perlu menyediakan infrastruktur TI yang komprehensif untuk meningkatkan level knowledge sharing dan membuat kegiatan knowledge sharing menjadi lebih nyaman. Begitu pula dengan kemudahan penggunaan sistem yang mendukung pegawai untuk berbagi pengetahuan.

Faktor ini dapat lebih dispesifikan sesuai dengan kondisi kantor masing-masing dengan melakukan penelitian khusus tentang faktor yang paling mempengaruhi keinginan pegawai dalam berbagi pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Dahnil Anzar: Kediktatoran Data

Jakarta (RakyatRukun.com) – Ketimpangan antarnegara akibat kolonialisme pada abad ke…