GAGALKAH JOKOWI SELAMA 2014-2019?

2019 akan menjadi salah satu tahun yang bersejarah dalam sejarah Indonesia. Di tahun ini, Indonesia akan mengadakan pemilihan Presiden, yang merupakan pemilihan secara umum keempat dalam sejarah pemilihan Presiden di Indonesia. Menuju Pemilihan Presiden 17 April 2019, seluruh warga Indonesia pastinya berharap untuk mendapatkan pemimpin yang mengayomi negara dengan baik. Beberapa harapan dari masyarakat pun mulai berdatangan, mendambakan kemungkinan-kemungkinan terbaik yang bisa dicapai untuk masa depan. Mulai dari kemungkinan 2 periode Presiden petahana, Jokowi, dengan Calon Presiden Prabowo Subianto, yang keduanya akan menjadi kandidat Capres untuk periode pemerintahan 2019-2024, sampai kemungkinan terkabulnya janji-janji para Capres.

Seorang presiden diharapkan mampu mengayomi dan membawa negaranya menuju kehidupan negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Walaupun masing-masing capres mememiliki karakter kepemimpinan yang berbeda, dari kubu partai yang berbeda pula, pada intinya masyarakat akan tetap menjadi salah satu pion penting dalam roda pemerintahan. Dengan masyarakat yang selalu berjalan seiring dengan arahan nahkoda pemerintahan yang baik, negara diharapkan mampu bergerak menuju kepada sebuah negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Pencapaian Pemerintahan Presiden Jokowi

Untuk pemerintahan yang sudah berjalan hingga saat ini, banyak program pemerintah yang ternyata adalah sebuah terobosan baru yang mampu meningkatkan perekonomian negara. Sebut saja beberapa tol yang sudah dibangun dari tahun 2014-2019. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada 2015 Jokowi membangun 1.286 km jalan baru, lalu 2016 sebanyak 559 km, dan 2017 sepanjang 778 km.

Presiden Jokowi di tol Trans Sumatera
Presiden Jokowi di tol Trans Sumatera

Pertimbangan Presiden Jokowi membangun banyak jalan tol adalah karena infrastruktur yang merata dan yang mampu mempercepat transportasi diharapkan mampu mengefektifkan roda perekonomian rakyat. Dengan ini juga, biaya APBD yang digunakan untuk pembangunan atau renovasi jalan antar kota akan mampu diefektifkan untuk kegiatan daerah yang lain. Bukan hanya itu, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan Maret 2017 sebesar 10,64 persen, jauh di bawah Maret 2015 yang masih 11,22 persen. Tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat juga makin berkurang.

2 contoh diatas adalah beberapa dari banyak kegiatan yang dijanjikan Presiden Jokowi pada 2014 saat beliau masih menjabat sebagai calon presiden. Capaian tersebut luar biasa mengingat perekonomian negara pada 2014-2019 tidak jarang mengalami naik turun. Banyak juga hal yang tidak mungkin dikabulkan oleh Presiden Jokowi, seperti dolar yang turun dari angka 10000, buyback salah satu perusahaan yang pernah dijual, dan lain-lain. Sebagai masyarakat, kita wajib paham apabila banyak hal-hal yang tidak memungkinkan bagi negara untuk tidak melakukannya, seperti naik turunnya ekonomi global, tidak efektifnya pembelian buyback untuk kepentingan negara di masa depan, dll.

Jadi, gagalkah kinerja beliau selama ini? Jawabannya adalah tergantung dari sisi mana kita melihat kinerja beliau. Jika dilihat dari sisi memenuhi janji-janji kampanye? Maka bisa dibilang Jokowi kurang berhasil karena beberapa janji beliau tidak terpenuhi. Walaupun banyak faktor logis yang membuat janji-janji tersebut tidak berhasil, nyatanya janji adalah janji. beberapa orang beranggapan lebih baik dulu Presiden Jokowi tidak usah berjanji apabila belum pasti bisa menepati.

Namun apabila kita melihat dari sisi memajukan masyarakat dari segala sisi, Presiden Jokowi berhasil melakukannya. Beberapa inovasi pengembangan infrastruktur, melakukan kontrak dengan berbagai negara untuk membuka lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan, dan lain sebagainya adalah contoh hasil keberhasilan beliau. Semuanya yang terbaik pasti dilakukan Presiden Jokowi dalam mengatur pemerintahan untuk kemajuan bangsa dan negara.

Rencana Presiden Jokowi bila Lanjut 2 periode

Selanjutnya, mari berpindah ke rencana Presiden Jokowi untuk 5 tahun kedepan nanti. Menurut juru bicara kampanye Jokowi Irma Suryani Chaniago mengatakan, Nawacita adalah proyek jangka panjang dari pemerintahan Jokowi. Di 5 tahun pertama, Nawacita bertujuan untuk perubahan karakter bangsa untuk mempertegas kepribadian dan jadi diri bangsa. Selanjutnya, rencana presiden Jokowi untuk 2019 adalah pertama, pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Kedua, pengurangan kesenjangan antar wilayah, melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman. Ketiga, peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan melalui pertanian industri pariwisata dan jasa produktif lainnya. Keempat, pemantapan energi, pangan dan sumber daya air. Dan yang terakhir, ketahanan nasional dan suksesnya pemilu.

Pada akhirnya, kita sebagai masyarakat harus mendukung seluruh program pemerintah. Kita harus percaya bahwa pemerintah pasti akan memperjuangkan yang terbaik untuk kehidupan masyarakatnya. Siapapun presidennya nanti, kita harus selalu percaya sepenuhnya kepada presiden kita karena presiden adalah wakil rakyat, yang mana berasal dari rakyat sendiri. Marilah kita sama-sama berharap yang terbaik untuk kemajuan bangsa kita ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Dua Prajurit TNI AD Kembali Gugur Dalam Kontak Senjata Dengan OPM

Papua (RakyatRukun.com) – Anggota Kopassus asal Dairi, Sumut, Lettu Inf Erizal Zuhri …