Tinggal menghitung hari, Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode 2019-2024 akan dilantik pada 20 Oktober mendatang. Susunan Menteri juga sampai saat ini belum ada pihak yang bisa memastikan siapa saja nama-nama deretan Menteri yang akan membantu Jokowi dan KH Ma’ruf Amin dalam melanjutkan estafet pemerintahan lima tahun ke depan.

Partai koalisi pendukung Jokowi dan Ma’ruf turut mengajukan nama-nama politisi mereka untuk masuk ke dalam susunan Menteri selanjutnya. Secara pasti, beberapa Menteri di kabinet sebelumnya tidak dapat bergabung kembali karena telah memilih berkarir menjadi anggota DPR RI seperti mantan Menkumham Yasona Laoly dan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani yang saat ini sudah menjadi Ketua DPR RI. Tidak ketinggalan juga dengan partai oposisi yang sebelumnya tidak memihak kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf yaitu Partai Gerindra.

Melansir Merdeka.com, berdasarkan sumber yang diperoleh dari petinggi Gerindra, Jokowi menawarkan kursi Wantimpres, Mentan dan BKPB untuk mantan seterunya di Pilpres 2019. Tapi, Prabowo menolak, lebih tertarik dengan kursi Menteri Pertahanan. Benarkah Prabowo akan menjadi Menhan?

Prabowo Dapat Bintang Empat

Pada saat debat Capres 2019 beberapa waktu lalu, Prabowo banyak berbicara tentang kondisi pertahanan Indonesia saat ini. Mulai dari persediaan amunisi, hingga lemahnya pertahanan nasional.

JIka benar, pengangkatan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan juga akan diikuti gelar jenderal kehormatan untuk mantan Pangkostrad itu. Dengan demikian bukan lagi Letnan Jenderal Purnawirawan, tapi Jenderal Kehormatan. Dengan empat bintang. Gelar jenderal kehormatan ini bukanlah hal baru, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mendapat jenderal bintang empat kehormatan saat menjadi menteri.

Gerindra Belum Pasti Bergabung

Menjadi trending topik di media berita bahwa Prabowo menginginkan posisi Menteri Pertahanan dalam kabinet Jokowi kedepan, petinggi Partai Gerindra masih membantah menginginkan posisi tersebut.

Melansir CNNIndonesia.com, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyatakan Gerindra belum pasti bergabung dalam koalisi pemerintah meski pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin hanya tinggal hitungan hari. Meski demikian, Gerindra masih melakukan lobi. Hendrawan belum mau membeberkan kendala yang membuat Gerindra masih belum pasti bergabung dalam koalisi pemerintah. Apakah karena belum ada kesepakatan terkait jabatan menteri atau masih ada partai politik yang belum menerima Gerindra bergabung dalam koalisi.

Puan Maharani selaku Ketua DPR RI juga mengaku belum bertemu dengan Jokowi untuk membahas tentang posisi Menteri untuk Prabowo.

Gerindra Bantah Soal Kursi Menteri

Setelah kader Gerindra tidak berhasil mendapatkan kursi di MPR, Prabowo disebutkan merasa kecewa. Seperti yang dilansir oleh Okezone.com, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebut Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kecewa lantaran kadernya gagal mendapatkan kursi ketua MPR RI. Hal itu dianggapnya tidak sesuai dengan semangat rekonsiliasi pasca-pemilu 2019.

Berbeda halnya dengan keterangan dari Partai Gerindra, seperti yang dilansir oleh Tempo.co, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah isu yang menyebut partainya mengincar kursi Menteri Pertahanan di kabinet Presiden Joko Widodo periode 2019-2024. Dasco mengklaim partainya tak menginginkan jabatan tertentu.

“Kami sebenarnya tidak mengincar posisi-posisi dalam jabatan tertentu,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

Reaksi Ryamizard Ryacudu

Dalam debat Capres disebut Prabowo bahwa pertahanan Indonesia saat ini lemah. Hal ini mengusik Menteri pertahanan, Ryamizard Ryacudu dengan menyatakan bahwa Indonesia berada pada posisi ke-10 di dunia dalam bidang pertahanan. Seperti yang dilansir Detik.com, Ryamizard mengatakan, dirinya berkomitmen mendukung Jokowi meski harus berseberangan dengan Prabowo. Sebagai prajurit sejati, bagi Ryamizard, mereka harus membela rakyat. Akan tetapi, mereka juga harus patuh kepada pemimpin tertinggi, yakni presiden.

Dinamika politik di Indonesia memang sangat menarik perhatian masyarakat dan komunitas, mengingat hangatnya situasi Pemilu 2019 lalu dimana Kubu Prabowo dan Kubu Jokowi sama-sama sangat memperjuangkan kursi kepresidenan. Tidak ketinggalan dengan para pendukungnya , sehingga fenomena partai oposisi yang mengincar Menteri Jokowi menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…