Hadiah Kampanye Untuk Warga Dumai. Jokowi Setujui Pengoperasian Roro Dumai-Malaka

Calon presiden petahana, Joko Widodo, melakukan kampanye di Kota Dumai, Provinsi Riau, pada Selasa (26/3/2019) sore kemarin. Pada kampanye akbar ini, Jokowi ditemani sang istri, Iriana, setelah sebelumnya melakukan kampanye di daerah Aceh. Kehadirannya kali ini dianggap mengukir sejarah bagi warga Dumai karena baru pertama kali ada capres yang melakukan kampanye akbar di daerah Dumai.

Pada kesempatan kali itu, Jokowi menjanjikan kelancaran transportasi laut di Dumai, wilayah pesisir Riau yang selama ini tersendat. Hal ini sejalan dengan program kerja andalannya yang mengedepankan pembangunan infrastruktur daerah. Dalam kampanye terbuka tersebut Jokowi menegaskan sebagai Presiden RI, Ia memutuskan akan mengoperasikan Kapal Roll-On Roll-Off (RoRo) Dumai-Malaka.

Sebelumnya, rute baru kapal RoRo di kawasan Dumai-Malaka sudah sejak September 2018 dibicarakan dan mengalami tarik ulur dalam pengembangannya. Rute Dumai-Malaka merupakan salah satu mandat dari Master Plan on ASEAN Connectivity yang disepakati para pemimpin Asia Tenggara. Selain itu, ada pula rute Belawan-Penang-Phuket dan Bitung-Davao/General Santos. Indonesia dan Malaysia pun telah menandatangani MoU implementasi rute Dumai-Malaka. Kesepakatan juga dijalin antara PT Pelindo I (Persero) dengan Tanjung Bruas Port sebagai operator pelabuhan Dumai dan Malaka. MoU itu mencakup semua persyaratan/ pengaturan teknis yang dibutuhkan oleh kedua negara untuk meresmikan rute Dumai-Malaka.

Maju mundurnya pengoperasian rute Dumai-Malaka ini karena dikhawatirkan akan sepi seperti yang terjadi pada rute Bitung-Davao/General Santos. Semenjak diluncurkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada April 2017, hanya ada dua pelayaran yang melayani rute ini. Ini dikarenakan komoditas yang diangkut kurang, tidak ada operator yang tertarik melayani rute ini, sehingga biaya operasional tinggi. Kedepannya diharapkan agar pengimplementasian rute Dumai-Malaka dapat mengambil pelajaran dari kasus rute Bitung-Davao/General Santos ini sehingga pemanfaatan rute tersebut berjalan sesuai target tanpa masalah serius.

Potensial Bagi Para Eksportir

Mengingat volume perdagangan Indonesia-Malaka, khususnya dikawasan Dumai-Malaka lebih besar dibandingkan rute Bitung-Davao/General Santos, rencana pengoperasian rute baru Kapal RoRo Dumai-Malaka ini tentu sangat potensial dan bermanfaat, khususnya untuk para eksportir di wilayah Dumai. Hal ini disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko saat memimpin pertemuan dengan para stakeholder dan instansi terkait guna membahas tentang penerapan rute kapal Roll-On Roll-off (RoRo) Dumai – Malaka bertempat di Kantor Pelindo I Dumai pada hari ini, Rabu (23/1/2019).

Seperti yang diberitakan oleh beritatrans.com, Wisnu mengungkapkan bahwa pada kasus RoRo Bitung-Davao/General Santos ada beberapa hal yang harus dievaluasi seperti jumlah dan jenis komoditas yang diangkut serta kesiapan awak operator yang masih kurang. Diperlukan persiapan yang matang, perencanaan dan koordinasi yang lebih baik agar kendala serupa tidak terjadi lagi pada rute Dumai-Malaka. Oleh karena itu, pada pelaksanaannya diharapkan dapat mengangkat perekonomian Indonesia khususnya Wilayah Riau melalui kegiatan eksport komoditas Indonesia.

Selanjutnya adalah persiapan infrastruktur seperti pelabuhan dan regulasi yang perlu dipersiapan dengan baik oleh pemerintah kedua negara. Wisnu menyebutkan jika dari sisi perhubungan laut dapat dikatakan sudah siap, terminal penumpang sudah beroperasi. Namun dari sisi perhubungan darat masih banyak yang menjadi pending matters, seperti spesifikasi teknis truk/kendaraan roda empat yang akan masuk/keluar pelabuhan dan melintasi wilayah perbatasan kedua negara. Pemerintah Indonesia dan Malaysia belum mencapai kesepakatan jenis truk atau kendaraan yang digunakan.

Selain itu, hal yang juga perlu diperhatikan terkait akses truk kedua negara. Sejauh mana truk kedua negara dapat masuk, baik dari Indonesia ke Malaysia ataupun sebaliknya. Jangan sampai truk-truk barang tersebut hanya sampai dan membongkar barang di pelabuhan. Tentunya ini bukan jawaban dari salah satu keunggulan kapal RoRo, yakni dapat mengangkut komoditas point to point atau dari gudang ke gudang. Selain truk, yang perlu mendapat fokus pikiran adalah kendaraan-kendaraan pribadi yang menyebrang kedua negara menggunakan kapal RoRo. Dikhawatirkan ketika ini sudah berkembang, bukan hanya truk yang hilir mudik Damai-Malaka tetapi juga kendaraan pribadi untuk berwisata. Regulasi pengelolaan di perhubungan darat tersebut harus dibicarakan oleh Indonesia dan Malaysia agar tidak ada aturan yang berbeda dan mencapai kesepakatan bersama. Selanjutnya terkait urursan bea cukai juga perlu ada kesepakatan antar dua belah pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…