PPhoto Credit : Neuronchanel

Politik memang tidak bisa ditebak bisa muncul isu secara tiba-tiba. Kalangan internal Partai Gerindra sedang dibikin heboh dan saling curiga oleh isu penumpang gelap di sekitar Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden yang lalu. Menurut Wakil Ketua Umum Sufmi Dasco Ahmad, kelompok penumpang gelap ini berusaha untuk memanfaatkan Prabowo demi kepentingan pribadi dan kelompok mereka. Melansir Kompas TV, Dasco mengungkapkan bahwa penumpang gelap ini merupakan kelompok yang tidak suka dengan Presiden Jokowi baik karena kebijakannya atau program kerjanya. Tidak disebutkan secara detail siapa yang disebut sebagai penumpang gelap oleh Partai Gerindra.

Melansir Tirto.id, Wakil Dewan Pembina Gerindra Rachmawati Soekarnoputri menegaskan bahwa penumpang gelap gelap itu memang ada, tapi itu tak terkait dengan motif apa pun. Dia bilang itu hanya dinamika biasa yang tak perlu ditafsirkan terlalu jauh. “Jangankan partai politik, di mana-mana bisa saja ada yang namanya penumpang gelap. Namun apakah benar adanya sebutan penumpang gelap ada di setiap partai politik? Apakah pengurus partai politik memang sengaja mengizinkan sang penumpang gelap untuk duduk bersama-sama untuk bertarung di dunia politik?

Penumpang Gelap Yang Menghancurkan Bangsa Jangan Dipelihara

Wasekjen Partai Gerindra menyebutkan bahwa penumpang gelap ini bukan dari koalisi, relawan, ulama ataupun dari golongan emak-emak. Tapi penumpang gelap ini adalah tokoh yang mengompori Prabowo untuk mendorong ulama dan emak-emak berada di depan sehingga terjadi bentrok dan keos antara aparat keamanan dengan emak-emak dan ulama sehingga negara bisa rusuh dan pemerintah jatuh. Dengan demikian Jokowi tidak jadi dilantik. Tokoh yang bisa mengompori dengan bisikan kepada Prabowo tentunya yang bisa adalah orang-orang yang selama ini dekat dengan Prabowo.

Seperti yang dilansir oleh Beritasatu.com, Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang merupakan dalah satu partai koalisi kubu Prabowo mengungkapkan bahwa penumpang gelap ini potensial mendatangkan bahaya bagi keutuhan bangsa, Gerindra diminta untuk membuka seluas-luasnya tentang keberadaan orang-orang tersebut. Perlu diungkap siapa saja mereka, apa motifnya, siapa di belakangnya, dan bagaimana relasinya dengan Prabowo selama kampanye kemarin. Ini tidak boleh berhenti sampai pada isu saja. Harus dituntaskan agar semua pihak merasa nyaman dan tidak terusik dan akan menimbulkan kecurigaan orang-orang yang merasa tertuduh. Apalagi tokoh yang menjadi penumpang gelap tersebut mempunyai tujuan untuk menghancurkan bangsa, tentu saja jangan sampai dipelihara.

Kehadiran Parpol Harusnya Menjanjikan Demokrasi Yang Baik

Kehadiran partai politik (parpol) tidak otomatis menghadirkan sistem yang demokratis dan sehat pula. Di negara-negara otoriter, kehadiran partai politik seringkali justru disalahgunakan untuk melestarikan sistem otoriter itu sendiri. Selain itu, di dalam sistem demokrasi pun tidak semua partai politik bisa memberikan kontribusi positif bagi perkembangan kualitas demokrasi.

Samuel P. Huntington misalnya mengatakan, hanya partai-partai yang kuat dan terinstitusionalisasi yang menjanjikan terbangunnya demokrasi yang lebih baik. Partai-partai politik yang tidak demokratis dan tidak terintitusionalisasi justru menjadi beban bagi sistem demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik. Pusat Penelitian Politik LIPI menyatakan dalam kajian Sistem Integritas Partai Politik, bahwa tanpa sistem integritas yang baku dan terinternalisasi dalam pikiran, sikap, dan perilaku politisi parpol, maka parpol selamanya lebih merupakan problem ketimbang solusi bagi bangsa kita.

Dengan demikian, sangat jelas jika siapapun penumpang gelap yang memiliki motif kepentingan pribadi hanya akan menjadi masalah bagi bangsa sehingga kehadiran penumpang gelap dalam parpol bukanlah kondisi yang ideal. Kita semua patut memikirkan bagaimana sebaiknya partai politik didorong untuk melakukan perbaikan dan perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Aplikasi PeduliLindungi Tracing Kontak Covid-19 Aman, Tapi Hati-Hati Palsuannya!

Jakarta, RakyatRukun.com – Melansir CNNIndonesia.com tanggal 18 April 2020, Pemerint…