Tersebar kabar tentang Operasi I Militer di Distrik Gome, Kabupaten Papua Barat dipastikan oleh Kominfo adalah berita hoaks. Foto kebakaran yang tersebar di media sosial diberitakan merupakan dampak dari Operasi Militer yang dikaitkan dengan Militer. Melansir Kominfo.go.id, postingan tersebut menampilkan foto warga yang sedang ditandu dan honai yang terbakar.

Dalam pemberitaan tersebut, salah satu akun yang menyebarkan foto-foto hoaks yakni akun Facebook dengan nama Aperisxy Kiwak. Setelah ditelusuri faktanya, Polri ataupun aparat keamanan tidak melakukan Operasi Militer di wilayah tersebut. Foto warga yang ditandu dalam postingan tersebut merupakan warga yang sakit keras saat mengikuti pengobatan massal beberapa waktu lalu, dan foto honai yang terbakar bukan akibat operasi militer, namun karena tindak anarki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membakar rumah Orang Asli Papua (OAP).  

Polda Jatim Menyanggah Teror Ular

Mahasiswa Papua bernama Yoab yang tinggal di asrama mahasiswa Papua di Kalasan, Surabaya tersebut mengaku benar bahwa ada 4 orang pelaku yang sengaja melempar karung yang berisi ular piton. Aksi pelemparan teror ular itu dilakukan dengan menggunakan karung. Itu, sambungnya, terjadi sekitar pukul 04.19 WIB.

Yaob menuturkan terdapat empat ekor ular yang salah satunya berjenis piton itu yang terbungkus dalam karung beras berukuran 15 kilogram. Sedangkan tiga ular lainnya terbungkus dalam kain.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membantah teror pelemparan ular di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Melansir CNN Indonesia, penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya menyatakan ada dugaan teror pelemparan ular ke gedung yang mereka huni pada Senin (9/9) dini hari WIB. Menurut Frans, tak ada laporan terkait dugaan teror tersebut.

Terdapat 500 URL Hoaks Terkait Papua

Kominfo sendiri menyebutkan terdapat lebih dari 500 URL atau link berita yang menyebarkan hoaks pasca kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Polda Papua ikut mengantisipasi isu hoaks tersebut agar tidak cepat menyebar dengan membuat counter di media Instagram dan Facebook. Polda Papua menghimbau masyarakat untuk menjadi smart netizen yang tidak mudah langsung percaya atas berita dan foto-foto yang disebarkan melalui media sosial karena kemungkinan foto-foto tersebut merupakan foto kejadian yang berbeda dan waktunya sudah lewat.

Hingga saat ini pihak Kominfo sendiri terus melakukan antisipasi berupa pembatasan akses data internet yang masih berlaku di Papua. Langkah ini diambil Kominfo agar berita hoaks tidak semakin menyebar sampai kondisi Papua dan Papua Barat berangsur-angsur pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…