India merupakan negara yang sukses menerapkan sistem e-voting dalam pemilihan umum dan patut mendapat perhatian oleh negara maju lainnya. Negara yang memiliki penduduk lebih dari 1 Milyar jiwa ini mulai mengenalkan teknologi dalam proses pemungutan suara (e-voting) sejak tahun 1990. Negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua tersebut mulai melakukan e-voting secara nasional pada tahun 2004 dan secara konsisten dan berkelanjutan menerapkannya baik pada pemilu nasional maupun pemilu lokal. Dengan jumlah penduduk yang jauh melebihi jumlah penduduk Indonesia, India memang terkenal unggul bidang Teknologi Informasi. Teknologi e-voting yang digunakan oleh India dikenal dengan Electronic Voting Machine (EVM) yaitu seperangkat mesin komputer yang sederhana yang merekam pilihan pemilih tanpa menggunakan surat/kertas suara. Namun keberhasilan India dalam menerapkan e-voting tidak semata-mata karena aspek teknologi namun sistem pemilu yang sederhana.

Alat EVM India
Alat EVM India

‘Sistem pemungutan suara hanya baik jika publik meyakininya.’

(McGaley dan Gibson, 2003)

Indonesia melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sampai saat ini masih dalam tahap perencanaan dan pengkajian e-voting. Penerapan sistem pemungutan suara membutuhkan kepercayaan publik baik secara elektronik ataupun konvensional. Menerapkan e-voting membutuhkan tujuan yang jelas dan sosialisasi kepada masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk menilai keuntungan dari e-voting dibandingkan dengan sistem pengumpulan suara dengan kertas. Terdapat pro dan kontra di lingkungan masyarakat tentang e-voting bahwa penerapan e-voting rentan terhadap kecurangan data yang menggangu akurasi jumlah suara, sehingga sistem konvensional saat ini dianggap menjadi sistem yang paling akurat dan transparan. Selain itu data kependudukan di Indonesia menjadi faktor terlaksananya e-voting selama ini sehingga belum siap untuk diterapkan.

Dibutuhkan Rancangan Kebijakan, Peralatan dan Koordinasi

Berbeda dengan India dengan sistem pemilu yang sederhana yaitu hanya ada satu kandidat dari setiap partai di surat suara (single member distric), Indonesia mempunyai banyak kandidat dari setiap partai sehingga masalah menjadi tidak sederhana. Dalam menyiapkan rancangan kebijakan mengenai pelaksanaan e-voting, Indonesia sebaiknya melakukan studi banding penerapan e-voting yang dimiliki India dan menyiapkan kajian teknis pelaksanaannya. Selain itu, Indonesia juga harus menyiapkan peralatan dengan spesifikasi yang mendukung. Faktor signifikan untuk meningkatkan transparansi dan keamanan solusi e-voting yaitu sertifikasi yang ketat dan/atau prosedur audit, memperbolehkan konfirmasi independen dari kebenaran hasil yang didapat. Menurut IDEA yang merupakan Lembaga Internasional untuk Demokrasi dan Pendampingan Pemilu, ketika mesin pemungutan suara berada di lingkungan terkendali, idealnya dilengkapi dengan sistem VVPAT (Voter-verified Paper Audit Trail) atau kertas jejak data. Beberapa negara termasuk India yang telah menggunakan EVM yang dilengkapi dengan kertas jejak data untuk kredibilitas. Sistem VVPAT dibutuhkan sehubungan dengan penghitungan kembali yang dilaksanakan secara manual dengan baik pada TPS yang dipilih secara acak, menyediakan metode efisien untuk memverifikasi secara transparan hasil yang didapat dari mesin pemungutan suara.

Pada saat ketiadaan VVPAT, kredibilitas sistem e-voting bergantung sepenuhnya pada sertifikasi sistem yang ketat sebelum digunakan, dilengkapi dengan audit sepanjang dan sesudah proses pemilu yang mengkonfirmasi bahwa sistem yang digunakan adalah sistem yang telah disertifikasi dan semua prosedur yang diperlukan telah menaati ketentuan. Selain itu melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait juga penting dilakukan. Perangkat daerah diharapkan bersinergi sehingga e-voting berjalan dengan baik serta mengedepankan transparansi, akuntabilitas, kecepatan dan akurasi dalam penyampaian data-datanya. Saat ini, perekaman e-KTP telah mencapai 97 persen dan direncanakan selesai sebelum pelaksanaan Pemilu 2019. Jika perekaman e-KTP telah maksimal maka dapat menjadi awal bagi Indonesia untuk menjadikan e-voting program prioritas nasional dimasa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…