Sedang tayang di layar bioskop Indonesia, Gundala adalah sosok pahlawan superhero yang diangkat dari berdasarkan tokoh komik yang dibuat tahun 60-an. Gundala digambarkan sebagai sosok patriot penyelamat rakyat kecil yang dipelakukan dengan tidak adil, serta mampu membantu menyelesaikan dengan permasalahan kita dan negeri ini sehari-hari seperti hoaks, korupsi, perselingkuhan pejabat dengan para mafia.

Sayangnya Gundala hanyalah sosok fiksi yang diangkat ke dalam layar lebar layaknya superhero lainnya untuk mengatasi permasalahan di negeri ini. Permasalahan yang diangkat juga merupakan permasalahan yang sering kita temui di negeri kita Indonesia. Jika situasi yang digambarkan dalam film ini memang menggambarkan situasi permasalahan di Indonesia, haruskah Gundala yang turun tangan agar semuanya aman?

Permasalahan Negeri Silih Berganti

Dalam minggu ini, menjadi trending berita kasus pembunuhan antar pasangan dan keluarga marak terjadi dikehidupan masyarakat Indonesia. Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 91 yang menyebabkan kecelakaan 20 mobli dan 2 Dump Truk akibat rem blong. Dilansir dari Netz.id, kecelakaan ini menyebabkan setidaknya 8 orang meninggal, 3 orang luka berat dan 25 orang mengalami luka ringan. Belum lagi kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) para pejabat daerah oleh KPK. Papua rusuh dan melakukan pengerusakan hampir dua minggu terakhir ini karena rasisme dan perkataan yang kurang nyaman hingga muncul isu provokator ingin Papua Merdeka dari Indonesia.

Memang negeri kita ini mengalami problematika yang sangat kompleks dari skala besar maupun kecil. Permasalahan datang silih berganti dengan topik yang berbeda-beda. Jika dalam film Gundala, sosok Gundala dianggap mampu mengatasi semua hal tersebut. Walaupun dia harus berkorban atas nyawanya untuk menyelesaikan permasalahan negeri.

Sosok Pembela Tanah Air

Patriotisme yang digambarkan oleh sosok Gundala ini menunjukkan memang negeri ini butuh sosok yang berani membela tanah air. Sesuai dengan maknanya, patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara.

Andrea Hirata menuliskan dalam novel Sebelas Patriot, bahwa sikap patriot itu juga termasuk berani mencoba berjuang untuk meraih sesuatu yang penting bagi dirinya. Pembela tanah air tidak harus memiliki kekuatan menangkap petir untuk menyelesaikan masalah di negara ini.

Sifat pejuang harus diberikan sebagai kemampuan menjadi pelopor, misalnya saja sebagai pelopor di dalam disiplin, penegakan hukum dan HAM, kelestarian lingkungan dan lain sebagainya. Dalam kehidupan bermasyarakat hal itu dapat terwujud dalam bentuk keteladanan maupun kepeloporan di dalam menyelesaikan masalah-masalah yang mengganggu ketenangan dan ketentraman masyarakat.

Semua Orang Bisa Jadi Patriot

Semua orang bisa menjadi patriot dimana pun posisinya. Tidak harus dari kalangan TNI ataupun Polri, masyarakat biasa juga bisa menjadi sosok pembela tanah air. Kelebihannya adalah negara ini tidak akan kekurangan orang-orang yang siap untuk membela tanah air dan siap untuk memberantas ketidakadilan yang merugikan orang lain. Bahkan seorang ibu rumah tangga juga bisa menjadi seorang patriot bagi anak-anaknya dalam mendidik dan mengasuh. Melalui didikannya akan muncul anak-anak yang berjiwa patriot pula.

Bersyukurlah jika suatu negara mampu menyelesaikan permasalahan dalam negaranya, karena ada negara-negara yang diluar sana yang masih rusuh berbulan-bulan hingga masih saling angkat senjata antara negara lainnya. Keamanan dan kerukunan suatu bangsa tergantung dari seberapa banyak rakyatnya yang mampu menjadi patriot membela dan mencintai negerinya sendiri serta tidak menjadi bagian perusak bangsa. Orang-orang seperti itulah sosok Gundala-Gundala di kehidupan nyata.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…