Indonesia Tolak Pencaplokan Dataran Tinggi Golan oleh Israel

Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan menuai berbagai macam reaksi dari berbagai negara di dunia. Indonesia melalu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan penolakan secara tegas atas klaim Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel. Karena menurut Kementerian Luar Negeri Indonesia Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah kedaulatan Suriah.

Melalui keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan,” Indonesia menolak secara tegas adanya pengakuan kepada Daratan Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel. Pengakuan ini tidak kondusif bagi upaya penciptaan perdamaian dan stabilitas kawasan. Indonesia tetap mengakui Dataran tinggi Golan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Republik Suriah yang saat ini diduduki Israel paska perang 1967”.

Dasar dari sikap Indonesia tersebut berdasarkan pada prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB tentang penghormatan atas kedaulatan wilayah suatu negara. Indonesia juga aktif mendorong masyarakat dunia internasional untuk perdamaian di Timur Tengah.

Kemlu menulis,” Indonesia mendesak masyarakat internasional untuk terus menghormati hukum internasional dan piagam PBB serta tetap berpedoman kepada Resolusi PBB terkait dalam mendorong proses perdamaian di kawasan Timur Tengah”.

Kontroversi ini berawal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang telah memutar balikan kebijakan-kebijakan Amerika Serikat yang sudah berjalan selama puluhan tahun dan malah mengatakan bahwa sudah waktunya untuk Washington mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang telah direbut oleh Suriah pada tahun 1967. Melalui sebuah cuitan di Twitter Trump menyatakan bahwa Golan memiliki nilai yang sangat strategis dan penting dari sisi kemana bagi negara Israel itu sendiri dan stabilitas regional.

Secara sejarah mengatakan bahwa Israel mencaplok Dataran Tinggi Golan pada tahun 1981. Akan tetapi langkah yang dilakukan oleh Israel tersebut tidak diakui masyarakat internasiona. Para pemimpin dunia juga mengecam apa yang diunkapkan oleh Trump selaku Presiden AS. Seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan AS tidak mempunyai kewenangan untuk mengakui Golan sebagai wilayah teritorial Israel.

Keputusan Trump tersebut ternyata juga ditentang oleh lima negara Eropa yang semuanya itu menjadi anggota Dewan Keamanan PBB. Kelima negara tersebut adalah: Belgia, Inggris, Prancis, Jerman dan Polandia menyatakan bahwa posisi Eropa tidak akan berubah dan Golan tetap menjadi wilayah Suriah yang dicaplok oleh Israel, sejalan dengan hukum internasional yang tertuang pada resolusi-resolusi PBB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…