Ini Dia Besaran Tarif Ojek Online dalam 3 Zona

Penetapan tarif ojek online (ojol) akhirnya dirilis oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Senin 25 Maret 2019. Sebenarnya pengumaman penetapan tarif ojol ini sedikit molor dari rencana awal yaitu seharunya diumumkan pekan kemarin, tetapi akhirnya ditetapkan pada kemarin 25 maret 2019. Hal ini untuk menjawab tuntutan dari para pengemudi/mitra ojek online yang beberapa kali digelar pada beberapa waktu yang lalu.

Penetapan mengenai tarif ojol ini menyusul dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Keselamatan pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang sudah resmi dikeluarkan pada Senin 18 Maret 2019.  Dalam Permen tersebut sudah memuat beberapa aspek termasuk  mengenai tarif ojol. Akan tetapi tidak memuat secara rinci mengenai angka tarif.

Penetapan tarif ojol merupakan hasil final setelah tercapainya titik temu antara pemerintah, aplikator dan mitra pengemudi. Disebutkan pula tarif yang sudah diumumkan tersebut aka dievaluai per tiga bulan. Dasar dari penetapan tarif ojol ini berupa Surat Keputusan (SK) yang berpedoman pada Permenhub Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Keselamatan pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Dikutip dari Tribunews.com, penetapan tarif ojol kemarin diumumkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setiyadi. Budi Setiyadi menambahkan bahwa penetapan tarif ojol ini dibagi menjadi 3 zona. Antara lain Zona I meliputi Sumatera, Jawa dan Bali, Zona II Jabodetabek, Zona III Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku dan Papua. Besaran masing – masing zona yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan adalah:

Zona 1 (Sumatera, Jawa dan Bali kecuali Jabodetabek)

Tarif batas bawah: Rp 1.850/Km

Tarif batas atas: Rp 2.300/Km

Biaya jasa minimal: Rp 7.000/Km – Rp 10.000/Km

Zona 2 (Jabodetabek)

Tarif dasar bawah: Rp 2.000/Km

Tarif batas atas: Rp 2.500/Km

Biaya jasa minimal: Rp 8.000/Km – Rp 10.000/Km

Zona 3 (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Papua)

Tarif batas bawah: Rp 2.100/Km

Tari batas atas: Rp 2.600/Km

Biaya jasa minimal: Rp 7.000/Km – Rp 10.000/Km

Budi Setiyadi menambahkan tarif tersebut belum termasuk dengan perhitungan beban biaya yang dibebankan oleh aplikator dengan batas biaya maksimum 20 persen.

Walaupun sudah diumumkan secara resmi oleh Kemeterian Perhubungan, namun penetapan tarif tersebut tidak serta merta langsung diterapkan langsung digunakan. Tarif tersebut akan mulai berlaku pada 1 Mei 2019. Hal tersebut dikarenakan adanya penyesuaian dari pihak aplikator dan untuk sosialisasi selama beberapa minggu.

Acuan tarif diatas juga mengatur mengenai persamaan tarif untuk jarak tertentu atau biasa disebut flag fall. Untuk biaya flag fall sekitar Rp 7.000,- hingga Rp 10.000,- untuk besaran empat kilo pertama. Penentuan tarif flagfall atau biaya jasa minimal tersebut untuk menjamin pendapat pengemudi ojol itu sendiri. Besaran tersebut berlaku dengan jarak minimal 4 km pertama. Basaran flag fall tersebut nantinya tergantung dari aplikator yang menentukan

Setelah adanya peraturan mengenai ojek online dan penyesuaian tarif yang nanti sudah diberlakukan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojol dan akan meningkatkan keamanan dari penumpang ojol itu sendiri. Dikarenakan sudah berpayung hukum secara resmi, diharapkan aplikator juga dapat secara ketat mengawasi para mitra ojek online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…