Iriana Jokowi Mencoba Berdiri Saat Jajal MRT

Ibu negara Iriana Jokowi mencoba menggunakan MRT Jakarta bersama istri wapres JK dan sejumlah para istri Menteri pada Senin, 18 Maret 2019 lalu. Ibu Iriana mencoba posisi duduk dan berdiri di dalam Moda Raya Terpadu (MRT) ini. Dengan alasan ingin berbaur dengan masyarakat yang juga ikut mencoba MRT, Iriana tidak keberatan mencoba berdiri di dalam MRT. Seperti yang diketahui MRT Jakarta melakukan uji coba operasi pada 12-24 Maret 2019 dan masyarakat dapat mencoba secara gratis. Transportasi MRT yang melaju dengan kecepatan tinggi namun tetap bisa dirasakan nyaman walaupun dalam posisi berdiri, sehingga para penumpang tidak perlu khawatir walaupun tidak mendapat tempat duduk.

Stasiun yang pertama dicoba oleh ibu negara adalah stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus. Rute Bundaran HI-Lebak Bulus dapat ditempuh dalam waktu hanya 30 menit. Berangkat pada pukul 09.41 WIB dari Bundaran HI dan tiba di pemberhentian terakhir Lebak Bulus pada pukul 10.11 WIB. Dengan menggunakan pakaian kasual atasan kaos lengan Panjang berwarna merah, Iriana mengatakan bahwa menaiki MRT Jakarta sangat nyaman dan mantap. Fase I uji coba MRT Jakarta akan melewati 13 stasiun yang terdiri dari 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas serta Bundaran HI.

Rute MRT Jakarta Bundaran HI – Lebak Bulus
Rute MRT Jakarta Bundaran HI – Lebak Bulus

Namun apakah berdiri di dalam MRT tetap nyaman jika melaju dengan cepat? Belajar dari pengalaman MRT yang ada di Singapura dan Hong Kong, MRT hanya akan melaju dengan lambat ketika memasuki stasiun pemberhentian. Namun ketika mulai meninggalkan stasiun menuju stasiun berikutnya MRT akan melaju dengan cepat. Ternyata benar adanya, jika penumpang akan tetap merasa nyaman walaupun dalam posisi berdiri didalam kereta, tetapi harus dipastikan tetap berpegangan pada pegangan yang berada di langit-langit kereta. Penumpang tetap akan menikmati perjalanan walaupun dalam kondisi duduk maupun berdiri. Hal ini yang membedakan kenyamanan antara MRT dengan transportasi lainnya seperti bus dan transportasi lainnya. Ketentuan berdiri yang dilarang hanyalah ketika berada di stasiun pemberhentian, dimana terdapat garis aman penumpang ketika kereta melaju menuju stasiun pemberhentian. Penumpang harus tetap berdiri di belakang garis aman yang telah ditentukan agar tetap aman dan selamat.

Setelah kurang lebih seminggu melakukan uji coba, MRT Jakarta direncanakan akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 24 Maret 2019 di Stasiun Bundaran HI. Masyarakat juga akan mulai dikenakan biaya angkutan MRT mulai 1 April 2019. Semoga acara peresmian MRT ini menjadi sejarah inovasi transportasi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…