Jakarta, RakyatRukun.com- Banyak pekerja informal yang di PHK, kekhawatiran tertular virus Corona, pasien positif Corona yang terus bertambah menjadi hidangan berita setiap harinya. Banyak yang meninggal karena khawatir akan virus Corona meskipun mereka bukan pasien positif.

Bagaimana dengan ekonomi Indonesia?

“Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi akan turun ke 2,3 persen, bahkan skenario lebih buruk minus 0,4 persen,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam video conference, Rabu (1/4) seperti dilansir dari Kumparan.com. Skenario terburuk yang memperkirakan Dollar mencapai hingga Rp. 20.000,-.

Kabar baiknya, Presiden Joko Widodo mengumumkan pembebasan serta diskon tarif listrik sebagai bantuan pemerintah atas dampak pandemi virus corona. Kebijakan ini akan berlaku selama 3 bulan ke depan. Pembebasan pembayaran listrik akan diberikan kepada 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA) dan memberikan diskon 50 persen bagi 7 Juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi.

Memang menarik melihat berita di media Televisi dan berita online, para pegawai bisa libur dan bekerja dari rumah. Para pekerja sipil yang kelihatan tidak merasa khawatir karena gaji bulanan tetap masuk ke rekening per tanggal satu. Bagi masyarakat yang kaya dan mapan juga sepertinya tidak ada kendala dari sisi keuangan.

Pemerintah terlihat sangat memutar otaknya untuk membuat satu per satu kebijakan demi menghadapi wabah pandemi Corona ini. Amerika Serikat juga kewalahan menghadapinya, hingga beberapa hari lalu, mereka mengumumkan “New York butuh bantuan”.

Apa Yang Bisa Kita Lakukan?

Ingin berbuat sesuatu, seperti menjadi relawan pencegahan Covid-19 menjadi dilemma, tetapi takut tertular dan dijauhi kaum sosialnya. Apa yang bisa kita lakukan?

Anjuran Lockdown atau karantina wilayah menjadi perdebatan karena masih ragu apakah daerahnya sanggup untuk benar-benar men “Shut Down” semua aktivitas masyarakat selama 14 hari.

Masyarakat yang masih merasa sehat tidak takut dan ragu sama sekali untuk pulang kampung, karena tidak punya penghasilan lagi di ibukota. Padahal berpotensi membawa virus Corona ke kampung halamannya, meskipun telah dihimbau berkali-kali oleh Pemerintah.

Paling tidak, kita sadar diri untuk isolasi diri sesampainya di kampung halaman jika terlanjur pulang kampung. Segera bersihkan diri dan menjauhkan diri dari sanak keluarga untuk sementara. Ini hal kecil dan sepele namun berdampak besar. Masihkah berpikir kalau hal ini sesuatu yang tidak penting?

Hal kecil ini benar-benar penting dan berpengaruh.

Inisiatif pemerintah membuka lowongan relawan penanganan virus Corona (Covid-19) mendapat sambutan positif. Tercatat sudah 8.763 orang yang mendaftar menjadi relawan di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 per 29 Maret pukul 17.00 WIB. Jumlah ini terbagi menjadi 1.901 relawan medis dan 6.862 relawan non medis.

Hal yang kecil namun berdampak besar adalah berjanjilah sebagai rakyat Indonesia untuk lebih bekerja dan belajar sungguh-sungguh jika wabah Corona ini berlalu. Sudah banyak yang berkorban, seperti tim medis yang menjadi garda terdepan mengorbankan dirinya untuk mendedikasikan pelayanan kepada pasien Corona. Pemimpin negara yang mengorbankan waktunya hingga tidak tidur memikirkan langkah dan kebijakan agar masyarakat tidak khawatir dan gaduh seperti negara lain yang kewalahan menghadapi wabah ini.

Paling tidak, berjanjilah untuk ikut membangun negara ini kembali dari keterpurukan baik dari hasil kerja dan ide-ide yang membangun, jika Corona ini berlalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…