Jokowi dan Antek Asing

Pada Sabtu, 23 Maret 2019, Alumni Jogja Satukan Indonesia mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

Jokowi lalu memaparkan berbagai fakta untuk menangkal tuduhan tidak benar yang selama ini menerpa dirinya. Pada tahun 2015 silam, Blok Mahakam yang sudah dikelola lebih dari 50 tahun oleh perusahaan Total E&P Indonesia (TEPI) dari Perancis dan Inpex dari Jepang sudah dikelola sepenuhnya oleh Pertamina. Kemudian ada Blok Rokan yang dikelola oleh Chevron milik Amerika selama lebih dari 50 tahun telah dimenangkan 100 persen oleh Pertamina sejak pertengahan tahun 2018. Selanjutnya pada akhir 2018 lalu, Indonesia kini resmi menguasai 51.2 persen saham PT. Freeport Indoensia. Segala data dan fakta yang disampaikan Jokowi ini mematahkan tudingan mengenai dirinya merupakan antek asing.

Mulai tanggal 1 Januari 2018 pengelolaan Blok Mahakam beralih dari TEPI ke Pertamina. Proses diawali dengan penyerahan pengelolaan Wilayah Kerja Mahakam dari TEPI dan Inpex kepada pemerintah yang diwakili oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, yang selanjutnya diserahkan ke Pertamina diwakili oleh Direktur Hulu Syamsu Alam. Blok Mahakam merupakan ladang minyak dan gas terbesar di Indonesia saat ini. Menurut Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi dengam pengambilalihan Blok Mahakam, Kalimantan Timur oleh PT Pertamina (Persero) bisa mewujudkan kemandirian energi nasional. Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga telah menugaskan Pertamina untuk mengelola delapan blok migas selain Blok Mahakam dan Rokan yang habis masa kontraknya tahun ini.

Langkah selanjutnya pemerintah memutuskan untuk memberikan pengelolaan Blok Rokan kepada PT Pertamina (Persero) mulai Agustus 2021 setelah proposal yang diajukan perseroan lebih bagus dibandingkan dengan kontraktor PT Chevron Pacific Indonesia. Pertamina diberikan hak untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) Rokan selama 20 tahun (Agustus 2021—Agustus 2041). Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi proposal pengelolaan Blok Rokan yang diajukan oleh Pertamina dan operator eksis PT Chevron Pacific Indonesia. “Setelah melihat proposal yang dimasukkan pada hari ini (Selasa) pukul 17.00 WIB, pemerintah lewat Menteri ESDM tetapkan pengelolaan Blok Rokan mulai Agustus 2021, selama 20 tahun ke depan, akan diberikan kepada Pertamina,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (31/7/2018).

Kemudian, berkaitan dengan kepemilikan saham pemerintah di Freeport Indonesia yang hanya sebesar 9,36 persen. Setelah kesepakatan dieksekusi, kepemilikan saham pemerintah di Freeport Indonesia akan ditingkatkan menjadi 51 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan, kepemilikan saham RI atas PT. Freeport Indonesia yang meningkat menjadi 51 persen alam berdampak positif kepada penerimaan negara. Hal itu disampaikan oleh Sri Mulyani setelah PT Inalum (Persero) resmi membeli sebagian saham Freeport, sehingga kini RI menguasai 51 persen perusahaan asal Amerika Serikat itu.

Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan agar Indonesia tidak dikuasai pihak asing. Tahun 2016 silam, China mengklaim bahwa Pulau Natuna Utara masuk pada nine dash line di Laut Cina Selatan. Saat itu Jokowi mendatangi Pulau Natuna menggunakan kapal perang Indonesia dan mengatakan bahwa Natuna adalah daerah territorial Indonesia dan tidak ada rasa takut padanya untuk melakukan itu. Indonesia harus mengambil tindakan seperti melakukan pelatihan angkatan laut secara besar-besaran di Pulau Natuna untuk menunjukkan pada China bahwa Indonesia tidak main-main dalam mengklaim perairan di Laut China Selatan dan menjaga kedaulatannya.

Tantangan yang Dihadapi Indonesia

Jokowi juga berkesempatan menyampaikan program kerjanya. Jokowi akan mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar – Kuliah yang menjamin agar generasi penerus bangsa bisa berkuliah di dalam maupun luar negeri. Hal ini searah dengan program pemerintah 5 tahun kedepan untuk membangun sumber daya manusia dan tidak terjebak pada middle income rate (negera dengan pendapatan menengah). Oleh karena itu, pemerintah bersama rakyat bahu membahu memperbaiki infrastruktur dan sumber daya manusia agar Indonesia masuk ke level negara maju.

Ada 3 tantang berat yang dihadapi Indonesia saat ini dan kedepannya, yakni pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, dan reformasi struktural dalam institusi dan lembaga yang ada di tanah air. Jika tantangan ini bisa dihadapi, maka Indonesia bisa melompat menjadi sebuah negara maju dengan pendapatan yang tinggi. Jokowi meminta agar masyaraat mendukung upaya pemerintah untuk melakukan itu semua.

Negara Indonesia dianugerahi oleh Tuhan dengan berbagai suku dan agama yang berbeda-beda. Perbedaan ini membuat kita bersatu saling melengkapi. Jangan dikarenakan urusan politik, pemilihan bupati, walikota, dan pilpres membuat rakyat Indonesia terpecah belah serta merasa tidak bersaudara lagi. Tanggal 17 april 2019 hanya tinggal 21 hari lagi. Jokowi dalam orasinya yang bertajuk ‘Alumni Jogja Satukan Indonesia’ di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019) menyatakan perang terhadap hoax. Hal ini didukung oleh ribuan warga Jogja.

Masyarakat haruslah berhati-hati terhadap penyebaran berita bohong dan fitnah yang semakin marak saat mendekati pemilu ini. Berani untuk melawan hoax dan kabar-kabar fitnah adalah cara agar penyebaran hoax tidak berlarut larut. Saat ini, hoax tidak hanya menyebar melalui media sosial saja. Namun, penyebarannya sudah dari pintu ke pintu yang mulai merusak dan mencoba untuk memecah belah bangsa ini. Ada pemberitaan jika Jokowi-Ma’ruf menang maka pendidikan agama akan dihapuskan, Jokowi mengatakan bahwa ini adalah hoax dan fitnah yang keji. Selanjutnya ada pemberitaan bahwa azan akan dilarang ketika Jokowi kembali memimpin. Hal-hal tersebut merupakan cara berpolitik yang tidak beretika dan tidak bertatakrama. Penyebaran berita buruk tidak berdasarkan data dan fakta yang ada serta didominasi oleh kebencian dan keegoisan lawan politik.

Lanskap politik, ekonomi, dan sosial di tingkat global sudah berubah. Oleh sebab itu, akan berimbas pada lanskap politik, ekonomi, dan sosial nasional kita. Negara Indonesia adalah kapal yang besar sehingga tantangan dan rintangan akan besar pula. Karenanya, Jokowi mengajak rakyat Indonesia untuk bersatu dan rukun membangun bangsa. Melihat kembali rekam jejak Jokowi yang pernah menjabat sebagai Walikota Solo sebanyak 2 kali, Gubernur DKI Jakarta, dan sekarng menjadi Presiden RI selama 4.5 tahun. Jokowi menyampaikan dalam orasinya bahwa menahkodai sebuah kapal sebesar Indonesia dengan 269 juta jiwa, diperlukan nahkoda kapal yang berpengalaman. Diperlukan kemampuan dan kecakapan untuk mengelola negara. Yang paling penting pemimpin harus memberikan aura optimis kepada rakyatnya sehingga dapat membangkitkan semangat untuk membangun bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…