Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad

Aturan Malaysia Mengenai Kebebasan Siti Aisyah

Setelah dibebaskan 2 hari yang lalu, Siti Aisyah yang didampingi oleh Menteri Hukum dan HAM dan Duta Besar RI di Malaysia akhirnya kembali ke Indonesia. Proses pembebasan Siti Aisyah dari dakwaan pembunuhan Kim Jong Nam dinyatakan oleh PM Malaysia sudah sesuai dengan aturan yang berlaku di Malaysia. Surat dari Jaksa Agung Tommy Thomas saat ini viral diperlihatkan ke publik yang merupakan surat pernyataan pembebasan Siti Aisyah sebagai balasan dari surat dari Menteri Hukum dan HAM RI untuk membebaskan Siti Aisyah (Baca Artikel Sebelumnya : Jurus Pemerintah Selamatkan Siti Aisyah).

Dalam surat yang diperlihatkan bahwa proses pembebasan Siti Aisyah tersebut berdasarkan keputusan dari Tommy Thomas yang menyatakan Siti Aishah memasuki tahap nolle prosequi istilah hukum dalam Bahasa Latin yang artinya “tidak ingin melanjutkan”, yang dalam hal ini berarti “tidak melanjutkan penuntutan” seusai dengan aturan prosedur criminal di Malaysia pada Section 254. Istilah ini digunakan dalam konteks ketika seorang jaksa secara sukarela menghentikan penuntutan baik sebelum sidang atau di saat vonis belum dijatuhkan. Menurut Tommy Thomas, hal tersebut dia nyatakan dikarenakan hubungan yang baik dengan Indonesia dan aturan yang ada di Malaysia juga mendukungnya.

Surat tanggapan Jaksa Agung Tommy Thomas kepada Menteri Hukum dan HAM RI
Surat tanggapan Jaksa Agung Tommy Thomas kepada Menteri Hukum dan HAM RI

Mengenali Regulasi Malaysia tentang Criminal Procedure

Terkait pembebasan Siti Aisyah dari kasus dakwaannya, Perdana Menteri Malaysia menyatakan sudah sesuai dengan aturan hukum di Malaysia seusai dengan Criminal Procedure Section 254 yang tertulis demikian:

Public Prosecutor may decline to prosecute further at any

254. (1) at any stage of any trial, before the delivery of judgment, the public prosecutor may, if he thinks fit, inform the Court that he will not further prosecute the accused upon the charge and thereupon all proceedings on the charge against the accused shall be stayed and the accused shall be discharged of and from the same.

(2) at any stage of any trial before a sessions Court or a magistrates Court before the delivery of judgment, the officer conducting the prosecution may, if he thinks fit, inform the Court that he does not propose further to prosecute the accused upon the charge, and thereupon all proceedings on the charge against the accused may be stayed by leave of the Court and, if so stayed, the accused shall be discharged of and from the same.

(3) such discharge shall not amount to an acquittal unless the Court so directs.

Aturan diatas pada ayat 1, kurang lebih dimaksudkan bahwa Jaksa Penuntut Umum dapat menolak untuk menuntut lebih lanjut kapan saja pada setiap tahap persidangan apa pun, sebelum penyerahan putusan, jaksa penuntut umum dapat, jika menurutnya cocok, memberi tahu Pengadilan bahwa ia tidak akan menuntut lebih lanjut terdakwa atas dakwaan tersebut dan kemudian melanjutkan semua persidangan atas dakwaan terhadap tertuduh harus tetap tinggal dan tertuduh harus diberhentikan dari dan dari yang sama.

Hal tersebut kurang lebih sama seperti di Indonesia, saat warga negaranya bertikai antara keluarga soal hak tanah warisan sehingga pihak yang merasa dirugikan menuntut salah satu keluarganya ke Pengadilan. Namun karena akhirnya keluarga kembali malakukan musyawarah secara kekeluargaan untuk mengambil langkah baik Bersama melalui komunikasi yang baik akhirnya tuntutan tersebut dicabut oleh pihak penuntut dan terdakwa akhirnya dibebaskan dari tuntutan. Tentu analogi ini menceritakan bahwa sesuatu masalah jika dikomunikasikan dengan baik dan atas dasar hubungan yang baik maka memungkinkan masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik tanpa harus dibawa melalui jalur hukum.

Tidak ada yang salah dengan Siti Aisyah yang bebas dari dakwaan jika memang benar dia tidak bersalah. Negara Malaysia juga sudah mengakuinya sesuai dengan aturan dan sudah pasti atas pertimbangan yang matang. Kita harus bersyukur bahwa saudara kita, sesama warga negara Indonesia memperoleh kedamaian dan ketenangan hati atas kesalahan yang tidak sengaja dilakukan. Sesama warga Indonesia harus saling mendukung karna kita satu tanah air, tanah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Aplikasi PeduliLindungi Tracing Kontak Covid-19 Aman, Tapi Hati-Hati Palsuannya!

Jakarta, RakyatRukun.com – Melansir CNNIndonesia.com tanggal 18 April 2020, Pemerint…