Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan ibu kota baru berada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hasilnya sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara (Kuker) dipilih untuk menjadi ibu kota baru bagi Republik Indonesia. Melansir CNBC Indonesia, Indonesia bukanlah negara pertama yang memindahkan ibu kota. Sejumlah negara yang sudah terlebih dahulu memindahkan pusat pemerintahannya mulai dari Rio de Janeiro ke Brasilia (Brasil), Dar es Salaam ke Dodoma (Tanzania), Karachi ke Islamabad (Pakistan), Lagos ke Abuja (Nigeria), Almaty ke Astana (Kazakhstan), hingga Kuala Lumpur ke Putra Jaya (Malaysia). Namun beberapa negara tersebut seperti Malaysia yang ingin memindahkan ibu kota dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya pernah gagal sehingga ibukota kembali ke Kuala Lumpur.

Bagaimana kesiapan Provinsi Kaltim yang akan menjadi ibu kota? Apakah sudah siap menerima tantangan menjadi ibu kota seperti yang dialami Jakarta saat ini?

Pro Kontra Tidak Perlu Dipermasalahkan

Suatu hal yang wajar jika perubahan seringkali menimbulkan pro dan kontra. Namun jika pemerintah fokus terhadap kontra yang muncul atas perpindahan ibu kota maka pekerjaan dan perencanaan akan terbengkalai. Hanya waktu yang bisa membuktikan serta realisasi yang tepat guna yang bisa menjawab pro dan kontra.

Melansir Kompas.com, alasan pemindahan ibu kota ke Kaltim antara lain:

  • Kalimantan Timur memiliki risiko bencana yang kecil seperti banjir, tanah longsor, maupun gempa
  • Lokasi tersebut dinilai strategis berada di tengah-tengah wilayah Indonesia
  • Lokasi itu berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda
  • Telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap.

Sebagai negara yang sudah memindahkan ibu kotanya, Duta Besar Brasil untuk Indonesia Ruben Barbosa menyatakan dengan melakukan pemindahan ibu kota negara ke Brasilia berhubungan dengan masalah pemerataan penduduk hingga ekonomi. Kota Rio de Janerio yang terlalu berkembang cepat sehingga tidak bisa mengakomodasi pemerintahan lagi. Saat ini ibu kota baru negara Brazil yaitu Brqasilia menjadi kota terbesar keempat di brazil setelah Rio de Janerio, Sao Paolo dan Salvador serta memiliki pendapatan per kapita tertinggi di Brazil.

Pendatang Luar Masuk ke Kaltim

Sama seperti ibu kota Jakarta yang punya suku asli Betawi, Kaltim juga memiliki suku asli yaitu Suku Dayak. Dipilih menjadi ibu kota baru membuka banyak peluang bagi pendatang dari luar Kaltim yang akan masuk dan tinggal disana. Suku asal yang tidak dapat mengikuti arus perkembangan kemungkinan besar akan tersisihkan oleh para pendatang baru. Walaupun saat ini DKI Jakarta tetap menjadi pusat bisnis tidak menutup kemungkinan di waktu akan datang Kaltim menjadi berkembang pesat di bidang bisnis dan ekonomi. Potensi akan semakin banyak pendatang yang akan membeli tanah dan investasi di ibu kota baru.

Pemindahan Penduduk dan Membangun Infrastruktur

Selain pemindahan beberapa instansi pemerintah dan Lembaga yang ada di Jakarta ke ibu kota baru, menurut Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasioanal/Bappenas diperkirakan akan ada 1,5 juta penduduk yang pindah ke Kaltim. Jumlah yang penduduk yang pindah ini sudah termasuk ASN beserta keluarganya. Pemindahan ASN ini menjadi tantangan sendiri bagi BKN dan ASN sendiri. Namun demikian, ASN diharapkan BKN wajib bersedia dipindahkan ke ibu kota baru nantinya.

Walaupun saat ini Provinsi Kaltim sudah mulai berkembang dan memiliki infrastruktur, namun lokasi ibu kota baru masih merupakan lahan kosong sehingga memang masih dibangun dari nol. Konsep yang didesain untuk ibu kota baru yaitu smart industry, smart security, smart energy, smart people, smart health, smart mobility, smart governance dan smart retail menuntut warga Kaltim juga dapat mengikuti perkembangan yang selama ini dominan di ibu kota Jakarta.

Konsep Ibu Kota Baru (Sumber : Kementerian PUPR)

Kelestarian Hutan Kalimantan

Pemerintah berkomitmen untuk tetap menjaga kelestarian hutan di Kalimantan walaupun akan dibangun kota baru untuk ibu kota. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan arus perpindahan penduduk yang akan masuk ke Kaltim akan berpotensi kepada pembukaan lahan-lahan untuk tempat pemukiman dan bisnis. Jika pemprov Kaltim nantinya tidak mengawasi dengan tegas kelestarian hutan di Kalimantan akan terancam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…