Kampanye di Dumai, Jokowi Himbau Masyarakat Tak Percaya Hoax

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menepis isu bohong atau hoax yang kerap menyerang dirinya selama 4,5 tahun menjadi Presiden Indonesia. Ia menyebutkan seluruh isu hoax yang kerap merugikan dirinya seperti dilarangnya azan, hingga zina dan LGBT akan dilegalkan apabila Jokowi-Ma’ruf Amin menang dalam Pilpres bulan April nanti.

Seperti yang dikutip viva.co.id, Jokowi menegaskan bahwa isu itu tidak benar. Ia mengaku selama 4,5 tahun telah difitnah dan dijelek-jelekkan namun beliau selalu diam dan sabar.

Jokowi pun mencontohkan, tuduhan bahwa dia adalah PKI jelas tidak berdasar. Sebab, Jokowi lahir pada tahun 1961. Sedangkan, PKI sudah dibubarkan pada tahun 1965. Di tahun 1965, Jokowi masih berumur 4 tahun dan tidak mungkin saat itu beliau terlibat dalam PKI

Jokowi melanjutkan, beberapa fitnah yang menerjang dirinya seperti pendidikan agama akan dihapus hingga zina akan dilegalkan jika Jokowi-Ma’ruf menang, jelas-jelas tidak berdasar.

Untuk isu hoax azan akan dilarang ketika Jokowi-Ma’ruf menang, dia mengatakan bahwa itu tidak akan mungkin terjadi. Sebab, kata dia, cawapresnya adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut Jokowi, kabar bohong ini sangat tidak masuk akal.

Lalu, Jokowi yakin pendukungnya tak ada yang termakan oleh isu tersebut. Jokowi menghimbau agar masyarakat mampu memilah dan memilih berita yang benar untuk dikonsumsi.

Bukan tentang Pilpres saja, arahan Presiden Jokowi juga harus kita pakai apabila kita sedang menyaring sebuah berita. Kita harus memastikan kebenarannya dengan berbagai cara. Misalnya berdiskusi dengan banyak orang dan mencari kebenaran berita dengan internet. Dengan ini kita bisa mendapatkan berita yang jujur, bukan hoax.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Dua Prajurit TNI AD Kembali Gugur Dalam Kontak Senjata Dengan OPM

Papua (RakyatRukun.com) – Anggota Kopassus asal Dairi, Sumut, Lettu Inf Erizal Zuhri …