Kapal Maritim Malaysia Kejar Kapal Indonesia

Kemunculan video viral terkait kapal Maritim Malaysia sedang mengejar kapal Indonesia. Sebuah kapal patroli Indonesia dicegat oleh kapal maritim Malaysia saat sedang berlayar di Perairan Belawan yang notabene masuk wilayah teritorial Indonesia. Namun saat hendak digiring, Kapal Hiu 08 justru dikejar oleh kapal patroli Malaysia hingga jauh menerobos wilayah laut Indonesia. Dalam sebuah video yang beredar di group WhatsApp, tampak seorang anggota yang berada di atas Kapal Hiu 08, menyebut bahwa kapal Malaysia mengklaim jika Kapal Hiu 08 telah memasuki wilayah teritori mereka.

Dikutip dari medan.tribunnews.com (10/4), rekaman video tersebut dikirimkan oleh akun Facebook Mochammad Slame pada tanggal 9 April 2019. Dalam rekaman tersebut, tampak kapal bertuliskan ‘Maritim Malaysia’ masih terus mengejar kapal Indonesia. Bahkan kapal tersebut merapatkan jarak dengan kapal Indonesia.

“Mereka masih terus masuk mengejar kita,” kata sang pria.

“Padahal jelas-jelas ini adalah wilayah kita Indonesia,” tambahnya.

Seperti yang ditulis Okezone.com (9/4) kapal Indonesia tersebut diklaim adalah kapal KKP Hiu 08 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memang sedang melakukan penangkapan terhadap dua kapal asing Malaysia di Selat Malaka. Rupanya, kapal patroli maritim Malaysia itu mencoba ‘mengintervensi’ penangkapan kapal yang diduga melakukan illegal fishing oleh pihak KKP. Menurut Kadispen Koarmada I, Letkol Laut (P) Agung Nugroho, Malaysia dan Indonesia sama-sama mengklaim wilayahnya masing-masing.

Saat Kadispen Koarmada I, Letkol Laut (P) Agung Nugroho saat dihubungi, dia mengatakan sebenarnya peristiwa itu terjadi pada 3 April 2019. Selama proses negosiasi itu, kapal patroli maritim Malaysia mengikuti kapal yang diamankan oleh pihak KKP.

“Kita sebagai negara yang berdaulat harus menangkap kapal ikan asing yang melakukan illegal fishing di perairan kita, makanya KKP melakukan penangkapan dan membawa kapal itu ke Belawan. Berdasarkan kejadian itu, Malaysia mengklaim bahwa itu adalah wilayah Malaysia akhirnya, sebetulnya itu hanya negosiasi saja Polisi Maritim Malaysia,” kata Kadispen Koarmada I, Letkol Laut (P) Agung Nugroho kepada Okezone.com, Rabu (10/4).

Kapal Malaysia sempat meminta kapal patroli RI untuk berhenti dan melepaskan kapal ilegal asing tangkapan mereka, namun tidak digubris oleh awak Kapal Hiu 08. Sebanyak 3 unit helikopter Malaysia bahkan berputar-putar untuk mengintimidasi Kapal Patroli Hiu 08. Akhirnya, karena permintaannya ditolak oleh pihak KKP, kapal patroli maritim Malaysia itupun balik kanan. Kapal KKP dan juga dua kapal asing yang diamankan itu disebut tiba di Belawan pada 4 April 2019.

“Di video itu kan kapal patroli Malaysia balik kanan, mungkin akan diselesaikan G to G, pemerintah ke pemerintah. Yang jelas tidak ada kejadian yang menonjol, ini hanya kejadian biasa saja. Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan tugasnya dalam penegakan hukum dan kedaulatan, menangkap kapal ikan Malaysia yang sedang melaksanakan illegal fishing. Di sisi lain, pemerintah Malaysia mengklaim itu adalah masih wilayah dia, begitu dengan melaksanakan negosiasi,” ujar Agung Nugroho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…