Kemenhub : tiket pesawat masih wajar

Pada awal tahun 2019 ini, keputusan maskapai penerbangan untuk menaikkan tarif pesawat terbang dari 40% hingga menembus 120%, karena harga avtur dunia yang mengalami kenaikan dan rupiah yang terus melemah. Hal itu membuat banyak masyarakat ramai-ramai mempermasalahkan masalah tiket. Menurut Kemenhub, naiknya tarif pesawat terbang itu masih tergolong wajar, karena ada di batas atas harga yg ditetapkan pemerintah. Tetapi menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, secara perhitungan pemasaran, harga tiket berkategori sangat elastis akan berdampak juga pada kunjungan wisatawan. Saat kenaikan harga tiket mencapai 100% maka berpengaruh pada pengurangan pejalanan wisata hingga sekitar 40%.

Seiring berjalannya waktu, perkiraan Arief Yahya mulai menunjukkan kebenarnnya, kenaikan tarif tersebut mulai dirasakan pada sektor pariwisata dalam negeri. Saat ini masyarakat lebih condong untuk melakukan liburan di luar negeri, karena beberapa maskapai sering melakukan pembatalan rute dalam negeri. Pilihan berwisata ke luar negeri khususnya Malaysia, Singapura dan Thailand tampaknya menjadi destinasi wisata yang paling diminati rakyat Indonesia saat ini. Dibanding harus berwisata di dalam negeri dengan harga tiket pewasat yang tinggi.

Salah satu daerah yang paling besar terdampak naiknya tiket pesawat terbang adalah Lombok, karena tingkat okupansinya hanya tinggal 30%. Atas permasalahan tersebut, muncul sebuah petisi di Change.org yang berjudul “Turunkan harga tiket pesawat domestik Indonesia” kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan.

Untuk itu, Pemerintah berupaya menurunkan tarif pesawat dengan cara meminta pihak pertamina agar menurunkan harga avtur yang menjadi bahan bakar pesawat, walaupun hanya 10% saja. Selain itu, Pemerintah juga memberikan ultimatum kepada seluruh maskapai penerbangan yang ada di Indonesia, agar menurunkan harga tiket pesawat kesemua rute terhitung pada awal April 2019.

Dalam hal ini, Maskapai Penerbangan Garuda diharapkan jadi maskapai pertama yang melaksanakan arahan pemerintah itu. Karena Garuda dianggap sebagai leader maskapai Indonesia, jika Maskapai Garuda mulai menurunkan harga tiket pesawat terbangnya, maka diprediksi maskapai lainnya akan segera mengikuti.

Selain itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus mentoleransi kenaikan tiket tersebut, karena hal itu sebagai langkah proteksi untuk industri penerbangan Indonesia. Untuk masyarakat yang ingin berlibur, bisa juga menggunakan alat transportasi darat seperti Bis dan Kereta Api. Mengingat pelayanan dan kualitas transportasi darat yang kian membaik, maka hal itu bisa dijadikan solusi untuk beralih menggunakan alat transportasi darat. Jangan takut berlibur ke tempat wisata dalam negeri karena tiket pesawat mahal. #IndonesiaBersatu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…