Pos Lintas Batas Motaain yang memisahkan Indonesia dengan Timor Leste. (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menjelaskan pihaknya sudah membangun 999,5 kilometer Jalan Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP) serta Jalan Administrasi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

“Dalam program pengamanan perbatasan Kemhan telah membangun 999,5 kilometer JIPP dan Jalan Administrasi di sepanjang perbatasan dengan Malaysia di Kalimantan,” kata Ryamizard, Sabtu 16 Februari 2019 .

Untuk melengkapi infrastruktur itu, Kemhan juga telah membangun Pospamtas, Border Sign Post (BSP), dan pilar perbatasan.

Pembangunan komponen pertahanan di perbatasan itu juga diperkuat dengan pemenuhan kekuatan pokok minimum TNI yang mencapai 61,8 persen.

“Selain itu untuk memberi rasa sejahtera bagi para prajurit sudah dibangun 241.441 unit rumah negara untuk mereka termasuk yang bertugas di perbatasan,” kata Ryamizard.

Pengamanan di perbatasan menurut Ryamizard perlu dilakukan sebagai bagian dari membangun profesionalisme TNI yang berujung pada membangun kedaulatan negara di wilayah sendiri.

Pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla berhasil membangun tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dengan anggaran sebesar Rp 943 miliar.

PLBN tersebar di 7 lokasi perbatasan di 7 kabupaten/kota, dan 3 provinsi di bangun dalam kurun waktu 2015 sampai 2018.

Di 2019, pembangunan PLBN masih berlanjut. Ada 4 lokasi lagi. Seluruh PLBN yang terbangun telah dilengkapi dengan pasar dan sarana-pra sarana pemukiman dasar lainnya.

Tujuh PLBN Terpadu yakni PLBN Entikong, Badau, dan Aruk di Provinsi Kalimantan Barat, PLBN Motaain, Motamasin, dan Wini di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan PLBN Skouw di Provinsi Papua.

Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/3896923/kemhan-bangun-9995-kilometer-jalan-di-pos-lintas-batas-negara

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…