Keren dan inovatif, kampanye hologram ala jokowi ma'ruf

Sebagai masyarakat awam di Indonesia, mungkin kata hologram terdengar asing di telinga. Padahal, hologram merupakan sebuah teknologi lumrah yang sudah banyak digunakan oleh negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang. Hologram adalah sebuah tampilan berbentuk tiga dimensi dari suatu benda yang cahayanya tersebar, direkam, dan kemudian direkonstruksi sehingga objek tersebut seperti berada pada posisi yang relatif sama dengan media rekaman yang direkam. Gambar yang ditampilkan berubah sesuai dengan posisi dan orientasi dari perubahan sistem pandangan dalam cara yang sama seperti saat objek itu masih ada, sehingga gambar yang direkam akan muncul secara tiga dimensi (3D). Hologram ditampilkan dengan menggunakan bantuan sebuah proyektor yang memiliki berbagai variasi ukuran dari besar sampai kecil tergantung seberapa besar tampilan yang ingin kita dapatkan.

Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Pasangan capres cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Pasangan ini meluncurkan kampanye hologram saat Tabligh Akbar di Lebak, Banten pada Senin (25/3). Ma’ruf Amin mengatakan teknologi digital itu adalah buatan anak bangsa. Hologram 3D itu disetting di sebuah mobil jenis colt diesel. Saat dioperasikan, akan muncul sosok Jokowi dan Ma’ruf Amin seolah-oleh seperti nyata. Selanjutnya Jokowi dan Ma’ruf Amin menyampaikan orasi politik secara bergantian. Ma’ruf juga mengaku bahwa mengaku video hologram itu baru direkam Senin (25/3) pagi.

Dalam hologram tersebut, Jokowi menjelaskan sejumlah program yang sudah dikerjakannya selama lima tahun ini. “Saya tegaskan, kerja kita belum selesai. Sekarang ini sudah banyak perubahan. Sudah banyak kemajuan. Tapi, dibandingkan dengan apa yang akan kita kerjakan, di periode lima tahun berikutnya. Ini belum ada apa-apanya. Periode ini, akan jauh lebih hebat. Lebih dahsyat,” katanya. Jokowi juga meminta warga untuk melawan berbagai pemberitaan yang disebutnya sebagai fitnah seperti tuduhan komunis, pro asing dan aseng, mengkriminalkan ulama, melarang adzan, dan sebagainya. 

Tanggapan Adanya Kampanye Hologram

Menanggapi hal ini, tak sedap rasanya jika tidak ada pro dan kontra. Dilansir tirto.id, dosen ilmu komunikasi Unversitas Brawijaya Anang Sujoko menilai metode kampanye dengan hologram 3d tidak efektif menarik perhatian calon pemilih di Pilpres 2019. Menurut dia, mayoritas masyarakat di Indonesia masih mengedepankan satisfied communication atau kepuasan berkomunikasi secara langsung dengan kandidat capres-cawapres. Anang memperkirakan pengaruh kampanye menggunakan hologram 3D hanya akan efektif bagi para pendukung Jokowi-Ma’ruf, tapi tidak untuk mereka yang belum menentukan pilihan. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga menilai kampanye hologram merupakan strategi menyelamatkan ‘muka’ pasangan nomor urut 01.

Adapun yang memandang positif hal ini menyebutkan bahwa tindakan kampanye hologram adalah suatu yang inovatif. Teknologi hologram, selain menunjukkan bagaimana petahana secara apik memanfaatkan kemajuan teknologi, juga dapat diartikan untuk menyiasati waktu kampanye yang pendek, sementara titik-titik yang mesti dikunjungi relatif banyak. Selain itu, penggunaan hologram juga dimaksud sebagai pengenalan teknologi pada masyarakat Indonesia. Ini juga memberikan pembelajaran pada masyarakat terutama kaum milenial bahwa kita juga bisa menggunakan teknologi untuk berkomunikasi.

Efektifkah penggunaannya?

Selanjutnya, apakah penggunaan kampanye hologram ini akan berjalan efektif? Apakah hologram tersebut dapat menggantikan sosok asli keduanya? Tidak seperti kampanye pada umumnya, dimana para kandidat tidak hanya berpidato di atas panggung, melainkan juga berinteraksi langusung dengan masyarakat. Hal inilah yang tidak dapat diciptakan teknologi hologram yang hanya melakukan komunikasi satu arah. Kampanye hologram tidak bisa bersalaman atau berfoto bersama masyarakat yang cenderung mengedepankan interaksi sosial bersama para kandidat yang berlaga.

Dilansir tirto.id, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Raja Juli Antoni punya pendapat berbeda. Menurutnya, meski memang belum dapat diukur seberapa jauh efektivitasnya, hologram Jokowi-Ma’ruf tetap bermanfaat. Dia percaya hologram efektif mewakili Jokowi-Ma’ruf di beberapa daerah yang tak bisa dikunjungi. “Saya kira bisa (membangun ikatan emosional) dengan kemajuan teknologi ini. Apalagi kalau orang yang tidak tahu kalau itu hologram, karena mirip sekali,” kata Juli kepada reporter Tirto. Raja Juli, yang juga politikus dari PSI, membenarkan bahwa hologram adalah taktik agar jangkauan kampanye bisa lebih luas. Dia bilang nanti hologram ini akan dipasang di truk yang disebar di 540 kabupaten di seluruh Indonesia, termasuk di basis pemilih lawan semisal Jawa Barat.

Teknologi hologram pernah digunakan oleh jurnalis Amerika, Jessica Yellin yang merupakan Kepala Koresponden Gedung Putih untuk CNN di Washington, DC. Saat itu, Ia melaporkan mengenai pemilihan presiden Amerika Serikat di sebuah stasiun berita sebagai sebuah hologram. Selain itu di Jepang juga telah menggunakan teknologi ini untuk menampilkan sebuah konser. Konser dari Hatsune Miku yang merupakan sebuah karakter virtual dan terlihat karakter tersebut berupa tiga dimensi sehingga terlihat seperti nyata.

Dari contoh tersebut, sudah terlihat bahwa hologram merupakan teknologi yang berguna untuk masyarakat. Jika kita melihat hologram yang dapat menampilkan sesuatu yang nyata, hologram berguna dan dapat digunakan ketika seseorang berhalangan hadir dalam suatu rapat, ataupun acara dan keperluan lainnya karena alasan tertentu. Orang tersebut tidak perlu hadir langsung di hadapan orang lain, tetapi dengan menggunakan hologram, orang tersebut akan terlihat seolah-olah hadir langsung dan dapat berinteraksi dengan orang lain juga.

Terlepas dari efektif atau tidaknya penggunaan hologram ini, tentunya teknologi tersebut sangat bermanfaat dan membantu kampanye Jokowi-Ma’ruf. Selain digunakan untuk menyiasati keterbatasan waktu dan menjangkau daerah yang belum bisa dikunjungi, masyarakat juga diberikan informasi mengenai perkembangan teknologi. Oleh karenanya rakyat Indonesia dapat menjadi melek teknologi, dari yang tidak mengetahui tentang hologram menjadi tahu mengenai manfaat sebuah teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Selamat Hari Korpri, 48 Tahun Berkarya, Melayani, dan Menyatukan Bangsa

Jakarta (RakyatRukun.com) – Dilansir dari laman Kompas.com, Pada setiap 29 November …