Keseriusan Pemerintah Selamatkan Danau Rawa Pening

Terletak di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki kekayaan alam serta keindahan alam yang luar biasa. Salah satunya danau yang banyak tersebar di berbagai pulau di wilayah Indonesia. Selain sebagai sumber air minum dan sumber air untuk keperluan sehari-hari, danau juga dimanfaatkan sebagai sumber air bahan baku industri, sarana transportasi air, energi, irigasi, pariwisata, serta sumber protein dan usaha perikanan.

Menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2014-2019, saat ini terdapat target pemulihan 15 danau prioritas nasional. Salah satunya Danau Rawa Pening yang terletak di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, yang tengah mendapat perhatian dari para pemangku kepentingan, yakni Kementerian maupun Gubernur.

Danau Rawa Pening terletak di wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru, dengan luas 2.200 hektare. Menurut Budi Situmorang, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah kondisi yang terjadi saat ini luas danau tersebut terus berkurang serta volume airnya juga berkurang. “Dari luas awalnya 2.200 hektare, sekarang tinggal 1.700 hektare. Kita akan membuat sertifikat untuk itu. Saat ini sebagian sudah menjadi sawah dan sisanya ada banyak sekali eceng gondok,” kata Budi Situmorang.

Oleh karena itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Gubernur Jawa Tengah, serta Bupati Semarang menandatangani Nota Kesepakatan Penyelamatan Danau Rawa Pening dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tuntang di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta, Selasa (26/3).

Nantinya tugas Kementerian ATR/BPN ada tiga yakni, pertama koordinasi, sinkronisasi, program dan pelaksanaan penyelamatan Danau Rawa Pening dan pemulihan Daerah Aliran Sungai Tuntang, kedua perencanaan detail tata ruang dan instrumen pengendalian dan pemanfaatan ruang Kawasan Danau Rawa Pening dan Daerah Aliran Sungai Tuntang yang berwawasan lingkungan dan pengurangan resiko bencana. Kemudian ketiga sertifikasi terhadap Danau Rawa Pening.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan bahwa banyak masyarakat yang bergantung hidupnya dengan danau. “Untuk itu, pemulihan 15 danau tersebut tidak hanya menjadi tanggungjawab Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melainkan semua pihak,” kata Siti Nurbaya. Lebih lanjut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa ada beberapa tantangan dalam pengelolaan danau kedepannya. “Ada 4 hal yakni, mempertahankan danau yang baik dari ancaman penurunan fungsi, pemulihan danau yang rusak agar tidak bertambah kritis, peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang mendorong perubahan lahan, serta perubahan iklim,” ujar Bambang Brodjonegoro.

Selanjutnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa pemulihan danau prioritas nasional sudah dikerjakan di 10 danau. “Pengelolaan Danau Rawa Pening terinspirasi dari penanganan Sungai Ditaruh Hulu,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Tujuan dari penandatanganan Nota Kesepakatan ini adalah mensinergikan program dan pelaksana kegiatan dalam penyelamatan Danau Rawa Pening dan Pemulihan Daerah Aliran Sungai Tuntang.

(sumber : Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…