Kilang minyak perusahaan Aramco, Arab Saudi diserang oleh 10 drone pada Sabtu (14/9) pagi sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Serangan drone tersebut mengakibatkan kebakaran pada dua fasilitas perusahaan minyak utama di negeri Arab itu. Melansir Reuters, dua fasilitas yang terbakar tersebut antara lain fasilitas Abqaiq yang berlokasi 60 kilometer sebelah barat daya kantor utama Aramco di Dhahran, merupakan lokasi pabrik pengolahan minyak terbesar milik Saudi Aramco. Kedua fasilitas Khurais yang berjarak 250 kilometer dari Dhahran, menjadi lokasi ladang minyak utama Aramco.

Peristiwa ini terjadi setelah pada beberapa bulan terakhir, pemberontak Houthi melancarkan sejumlah serangan rudal dan drone menargetkan pangkalan udara Arab Saudi juga fasilitas lainnya. Juru bicara pemberontak Houthi, Yahya Sarea di Yaman mengklaim serangan tersebut dan mengatakan kepada Al-Masirah TV, akan memperluas area serangan di Arab Saudi. Serangan tersebut merupakan serangan terbesar pasukan Houthi.

Saudi Aramco layaknya Pertamina di Indonesia merupakan BUMN milik Arab Saudi yang berkantor pusat di Dhahran, Arab Saudi. Arab Saudi memproduksi 268.5 miliar barrel minyak pada akhir tahun 2017 lalu. Sebanyak 10,3 juta barel dihasilkan oleh Aramco per hari di tahun 2018. Hal ini menjadikan Aramco menjadi perusahaan paling profit di dunia. Dengan demikian serangan drone itu akan menjadi pukulan besar bagi produksi minyak. Saudi Aramco bukan perusahaan biasa. Aramco adalah perusahaan yang mengelola negara.

Houthi Kerap Menyerang Arab Saudi

Bukan kali ini saja, kelompok pemberontak Houthi di Yaman menyerang negara Arab Saudi. Berikut daftar penyerangan yang dilakukan kelompok Houthi di negara minyak tersebut berdasarkan beberapa sumber berita.

  1. Mei 2019, Sabotase 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Perairan UEA
  2. Mei 2019, Pengboman Rig Arab Dengan Drone
  3. Juni 2019, Menyerang Kota Abha Dengan Drone namun berhasil ditembak oleh pasukan Pertahanan Udara Arab Saudi.
  4. Juni 2019, Serangan rudal di dua Bandara di Arab Saudi yaitu Bandara Jizan dan stasiun bahan bakar di Bandara Abha
  5. Agustus 2019, Menyerang Bandara Arab Saudi dengan rudal jelajah.

AS Mengklaim Iran Bertanggung Jawab

Kebakaran hebat yang mengamuk di kilang minyak Aramco ini jelas mengguncang perekonomian dunia di sektor energi. Kebakaran kilang minyak milik Arab Saudi ini diklaim AS adalah disebabkan oleh Iran. Melansir Kompas.com, Menteri Luar Negeri AS MIke Pompeo menyalahkan Iran atas serangan drone di fasilitas minyak Aramco yang berlokasi di Provinsi Timur Sabtu dini hari (14/9/2019). Dilansir Al Jazeera Minggu (15/9/2019), Pompeo menyebut tidak ada bukti serangan itu datang dari Yaman, seperti yang diklaim oleh kelompok Houthi.

Melalui juru bicara menteri luar negeri Abbas Mousavi, Teheran menyanggah tuduhan yang dilayangkan AS atas serangan di Abqaiq dan Khurais. Mousavi mengatakan Washington saat ini menerapkan “tekanan maksimum” karena kegagalan dalam “kebohongan maksimum” kepada Iran.

Cuitan Javad Zarif di Twitter Menyanggah Tuduhan AS

Akibatnya Iran menyatakan siap untuk berperang dengan AS karena dianggap telah merusak reputasi negaranya dimata dunia. Sayap elite militer Iran, Garda Revolusi, kemudian menyatakan bahwa mereka sudah mempersiapkan diri jika terjadi “perang skala besar”. Komandan Korps Angkasa Garda Revolusi menyatakan, rudal Iran bisa menghancurkan pangkalan maupun kapal perang AS dalam jarak 2.000 kilometer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…