Korupsi Merusak Generasi Indonesia

Sejauh ini, kasus korupsi di Indonesia yang masih bergulir telah memasuki ronde baru. Seperti kita ketahui, bahwa beberapa hari ini KPK melakukan penggeledahan di kantor Kementerian Agama terkait kasus korupsi yang menjerat salah satu tokoh partai koalisi Jokowi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai Ketum PPP melakukan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Serta, kasus E-KTP oleh Setyo Novanto dari Partai Golkar yang merugikan negara Rp. 2,3 triliun. Tetapi berita ini menjadi bahan untuk ditumpangi kepentingan politik praktis koalisi Prabowo dengan membuat narasi Panjang untuk menjatuhkan reputasi koalisi partai Jokowi. Namun apakah benar bahwa hanya koalisi Jokowi saja yang terlibat kasus korupsi ?

Kenapa paslon yang di usung oleh tim koalisi Partai Prabowo ini sangat berhasrat untuk memenangkan Pilpres 2019. Karena banyak dari kader partai pendukung tim Prabowo ini banyak yang tersandung kasus korupsi. Terlebih lagi, kasus korupsi itu menyeret nama-nama yang sudah kita kenal dengan baik yakni, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Lutfie Hasan Ishaq yang terjerat kasus korupsi impor daging sapi.

Banyak tokoh dari Partai Demokrat yang tersangkut kasus korupsi, dari Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh sampai Andi Malarangeng. Tetapi ada sebuah kasus korupsi yang sampai media luar negeri Asia Sentinel, membantu menguak kasus ini, yaitu skandal korupsi massal Bank Century yang merugikan nasabahnya hingga sekitar Rp. 7,4 triliun. Menurut isunya, dana tersebut dipakai untuk dana operasional “Partai”.

impor daging sapi
impor daging sapi

Selanjutnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digadang-gadang sebagai teman setia pendukung Prabowo, juga mempunya catatan hitam di Indonesia. Hal itu karena kasus korupsi yang melibatkan Presdir PKS Lutfie Hasan Ishaq yaitu impor daging sapi Rp. 1,3 miliar. Kemudian Partai Amanah Nasional (PAN) juga tidak bersih. Zulkifli Hassan alias Zainudin hassan yaitu adik ketum PAN, terkena OTT oleh KPK terkait kasus suap senilai Rp. 2,8 miliar perihal pengadaan proyek infrastruktur. Selain Zulkifli hassan, Gubernur Jambi Zumi Zola juga terlibat Korupsi suap senilai Rp. 6 miliar terkait dana APBD, serta Nur Alam Gubernur Sulteng tersangkut suap Rp. 40 miliar perihal izin pertambangan.

Yang terakhir dari partai Gerindra sendiri, banyak kader eks koruptor yang dicalonkan partai ini untuk Pileg 2019. Sebagai contoh, Moh Taufik, caleg untuk DPRD DKI Jakarta. Moh Taufik, terlibat kasus korupsi pengadaan alat peraga pemilu DKI Jakarta, sehingga merugikan negara senilai Rp. 448 juta, serta beberapa kader lainnya seperti Herry Jones Johny Kereh caleg untuk DPRD Provinsi Sulsel, Husen Kausaha caleg DPRD Maluku Utara, Ferizal sebagai caleg DPRD Kab. Belitung Timur, kemudian Mirhammuddin caleg untuk DPRD Kab. Belitung Timur.

Dengan data tersebut, kita sebagai masyarakat harus berfikir cerdas, agar bisa lebih bijak menentukan siapa yang pantas untuk memimpin Indonesia 2019-2024 nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…