Salah seorang oknum masyarakat diamankan oleh anggota Intel Kodim 1304 Gorontalo lantaran mengaku sebagai Mayor Jendral. (Foto Natha/ Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Mengaku sebagai anggota TNI dan berpangkat Mayor Jendral, lelaki bernama AM alias Alung (48), warga Kelurahan Bende, Kecamatan Kadiya, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (18/9) sekitar Pukul 15.00 Wita, langsung diamankan oleh anggota Kodim 1304 Gorontalo di Desa Bulonthalo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Awalnya, anggota Kodim mendapatkan informasi dari masyarakat dimana ada lelaki yang mengaku sebagai Mayor Jendral TNI, yang diduga telah melakukan penipuan terhadap puluhan masyarakat. Atas informasi itu lah, anggota Kodim 1304 Gorontalo, langsung melakukan penelusuran dan mengamankan seorang lelaki yang bernama AM alias Alung beserta sejumlah barang bukti berupa seragam TNI Angkatan Darat (AD), sejumlah sertifikat dan barang-barang lainnya. Alung sendiri langsung diinterogasi oleh anggota Kodim 1304 Gorontalo. Kepada wartawan, Alung mengaku dirinya datang ke Gorontalo pada Mei 2018 untuk mencari benda-benda antic di Gorontalo.  Contohnya saja, pedang samurai, mata uang Brazil, logam mulia dan lain sebagainya. Ditanyakan kenapa mempergunakan pakaian dan identitas sebagai anggota TNI? Alung mengaku, dirinya pernah bergabung dengan organisasi Laskar Merah Putih dan dirinya pun membeli seragam-seragam tersebut dari daerah Sulawesi Selatan (Sulsel). “Saya hanya gaya-gayaan pak. Saya bekerja sebagai kontraktor,” ungkap Alung dengan berbagai dalih ketika coba menyampaikan sejumlah pertanyaan. (Baca selengkapnya di Gorontalo Post edisi Rabu 19 September 2018). Sementara itu, salah satu korban dari total 42 orang, Nunung Katili (49), warga Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo mengaku, dirinya didatangi oleh lelaki tak dikenal yang mengaku sebagai anggota TNI-AD berpangkat Mayor Jendral. Kedatangannya tersebut tidak lain untuk mencari barang pusaka dan asset pusaka Samurai. Barang-barang itu sendiri bisa diselesaikan lewat organisasi Amanah, dimana organisasi tersebut akan mengelola penjualan barang pusaka dan kemudian dananya akan dibagi kepada ummat atau masyarakat yang kurang mampu. “Saya pun membantu, karena diiming-imingi uang sebesar Rp 600 juta dan ada kurang lebih Rp 200 juta sudah saya keluarkan untuk kepentingan Pak Alung. Hanya saja, pada saat saya coba mencari informasi tentang kebenaran sejumlah sertifikat yang dimiliki oleh oknum jendral yang mengaku memiliki anggaran Rp 250 Trilyun, ternyata informasi tersebut tidaklah benar dan bahkan yang bersangkutan bukan merupakan anggota TNI. Oleh karena itu, saya pun melaporkannya kepada anggota TNI,” ungkapnya. Sementara itu, Kapenrem 133 Nani Wartabone Mayor Inf. Fathan Ali menjelaskan, pihaknya telah menangkap salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang mengaku sebagai Mayor Jendral Kopassus dan setelah dilakukan interogasi serta pemeriksaan, yang bersangkutan bukanlah anggota TNI. “Hal seperti ini memang sudah sering terjadi di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kami langsung mengambil tindakan untuk mengamankan dan menangkap oknum masyarakat tersebut, sehingga tidak melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat,” ujarnya. Ditambahkan pula, yang bersangkutan sudah tiga bulan berada di Gorontalo dan telah melakukan aksi berupa penipuan kepada masyarakat. Oknum yang mengaku sebagai Mayjen itu sendiri bekerja sebagai kontraktor dan dirinya pun mengaku datang ke Gorontalo untuk membiayai orang-orang miskin. “Hal ini masih sementara kami tindak lanjuti. Apakah akan diserahkan kepada aparat penegak hukum atau seperti apa,” tegasnya.

 

Sumber : http://hargo.co.id/berita/kodim-1304-gorontalo-akhiri-kiprah-mayjen-gadungan.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…