Indonesia berduka. Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie mengembuskan napas terakhir pada Rabu (11/9) pukul 18.03 WIB. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936 tersebut meninggal dunia akibat penyakit gagal jantung. Habibie dikenal dengan kariernya di dunia penerbangan. Ia bahkan sangat dihormati di dunia internasional berkat sumbangsihnya untuk teknologi pesawat terbang.

Habibie merupakan sosok ilmuwan nasional yang hingga saat ini tidak ada tandingannya. Meskipun umurnya sudah gaek, namun percaya atau tidak Habibie merupakan ikon cinta sejati yang tak lekang oleh waktu. Selain dirinya yang menjadi ikon kehidupan cinta, Habibie juga memiliki kontribusi yang besar untuk negaranya Indonesia. Beberapa karya atau kontribusi dari Habibie dinilai kontroversi dan melegenda. Khususnya dalam dunia industri penerbangan, namun apakah karya Habibie atau kontribusi Habibie yang melegenda lainnya? Berikut adalah karya legendaris dari Habibie.

  1. Rupiah Menguat Dengan Teori Zig zag

Ketika ekonomi Indonesia dalam kondisi yang sangat buruk di tahun 1998, semua ahli ekonomi maju ke depan. Tahun 1998 adalah mimpi buruk bagi perekonomian Indonesia. Turunnya mata uang Bath, memiliki efek domino pada mata uang rupiah. Ternyata dibalik kekokohan fondasi ekonomi yang disebut oleh para ahli dan secara kasat mata terlihat kokoh dan kuat tersembunyi kelemahan.

Teori zig zag ala Habibie merupakan kombinasi gabungan sebab akibat variabel ekonomi yang mempengaruhi kondisi ekonomi, sebagai contoh dalam suatu periode menaikkan dan menurunkan suku bunga dengan selisih cukup ekstrim sehingga mempengaruhi faktor lain seperti inflasi dan kurs dengan tujuan menciptakan keseimbangan baru sesuai dengan tujuan pengambil kebijakan

Dengan teori zig-zag, Habibie menyelamatkan negara dari keganasan ekonomi. Teori ini memperkuat Rupiah dari terpuruk hingga Rp17.000,-/USD menjadi menguat hingga Rp7000,-/USD. Habibie berhasil memulihkan kembali ekonomi Indonesia yang sedang krisis dengan berbagai kebijakannya dalam reformasi ekonomi.

2. Mendapatkan julukan ‘Mr Crack’

Selain dijuluki sebagai ‘Bapak Teknologi Indonesia’, Habibie nyatanya juga lekat dengan panggilan ‘Mr Crack’. Julukan Mr Crack disematkan kepada Habibie lantaran presiden ketiga Indonesia tersebut berhasil mengembangkan teori ‘crack progression’, yaitu teori yang berguna untuk mengkalkulasi crack propagation on random atau letak awal keretakan pada badan pesawat, terutama saat lepas landas, landing atau mendarat, hingga karena adanya turbulensi.

Keberhasilan Habibie dalam menciptakan rumus keretakan pesawat hingga sampai ke tingkat atom ini pun kemudian dikenal sebagai Teori Habibie. Teori Habibie ini tentu saja menjadi kontribusi paling signifikan pada dunia penerbangan. Pasalnya dengan rumus tersebut, para insinyur dunia bisa menghitung letak serta besar retakan.

Tidak hanya itu, berkat Teori Habibie, setidaknya pesawat di dunia bisa melakukan penghematan bahan bakar hingga penurunan angka kecelakaan. Mengejutkannya,  ketika mencetuskan teori tersebut, Habibie saat masih berusia 32 tahun.

3. Merekomendasikan puluhan insinyur muda Indonesia untuk bekerja di perusahaan penerbangan Jerman

Meskipun lama tinggal di Jerman, Habibie tidak pernah lupa akan Tanah Airnya. Kecintaan Habibie terbukti saat ia merekomendasikan sekitar 40 insinyur muda Indonesia untuk bekerja di sebuah perusahaan penerbangan terkemuka di Jerman, Messerschmitt-Bolkow-Blohm (MBB). Diketahui, rekomendasi tersebut bisa dikeluarkan Habibie lantaran pada sekitar tahun 1978, ia pernah menjabat menjadi Penasihat Senior Bidang Teknologi untuk Dewan Direktur MBB.

4. Merancang dan memproduksi pesawat terbang pertama di Indonesia

Panggilan ‘Bapak Pesawat Indonesia’ tidak hanya karena Habibie berhasil menemukan teori ‘crack progression’, tetapi juga karena kiprah besarnya dalam industri pesawat di Indonesia. Setelah diminta pulang oleh Presiden Soeharto, Habibie pun meninggalkan karier cemerlangnya di MBB pada 1974. Sejak itulah, ia menjelma menjadi penasihat pemerintah di bidang teknologi pesawat terbang dan teknologi tinggi. Tercatat, saat menjadi penasihat di bidang teknologi pesawat terbang dan teknologi tinggi, Habibie berhasil membangun pesawat terbang pertama Indonesia, CN-235 dan N-250.

5. Pesawat rancangannya laris manis dan dibeli belasan negara

Berkat Habibie, Indonesia setidaknya mempunyai satu perusahaan industri pesawat terbang atau PT Dirgantara Indonesia (DI) yang bernama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (sekarang berubah menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Menjabat sebagai Presiden Direktur, Habibie pun mulai memproduksi dua pesawat rancangan tadi, CN-235 dan N-250.

Tidak main-main, pesawat CN-235 pun sempat menjadi primadonanya IPTN dan saat diperkenalkan pada Maret 1988, CN-235 laris manis di pasaran internasional. Tercatat, setidaknya waktu itu, ada belasan negara yang membeli CN-235 rancangan Habibie untuk kepentingan militer mereka. Seperti Brunei, Burkina Faso, Kamerun, Chili, Kolombia, Ekuador, Prancis, Irlandia, Yordania, Malaysia, Meksiko, Maroko, Oman, Pakistan, Papua Nugini, Korea, Arab Saudi, Senegal, hingga Uni Emirat Arab. Sementara, N-250 lebih sering digunakan perusahaan penerbangan lokal karena disebut keampuhannya serta ketahanannya saat digunakan untuk transportasi antar kota.

6. Sempat merancang mode pesawat baru pada 2015 lalu

Meskipun sudah berusia senja, nyatanya Habibie masih semangat untuk memajukan industri pesawat terbang Indonesia. Tercatat, pada April 2015 lalu, Habibie pun sempat memperkenalkan rancangan pesawat barunya pada Presiden Joko Widodo, yaitu pesawat R80.

Pesawat R80 rancangan Habibie pun diklaim mampu mengangkut penumpang dalam jumlah banyak, yakni antara 80-90 orang. Tidak hanya itu, R80 juga disebut-sebut hemat bahan bakar dan perawatannya cukup mudah. Menurut pemberitaan, pesawat R80 inipun akan diproduksi massal pada tahun 2024 mendatang.

Habibie merupakan tokoh nusantara yang mendunia. Peran aktifnya dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat dirasakan hingga saat ini. Jembatan Barelang di Batam menjadi infrastruktur spektakuler yang dibangun pada era kepemimpinan BJ Habibie. Habibie juag merupakan tokoh yang memprakarsai jalur trans papua. Diberitakan oleh cnnindonesia.com, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut BJ Habibie berkontribusi besar terhadap industri transportasi di Tanah Air. Bahkan, mantan presiden ketiga RI itu menjadi sosok yang ikut mendirikan pabrik kereta yang dikelola PT Inka (Persero). Tidak hanya itu, Habibie juga berkontribusi atas industri transportasi lainnya melalui PT PAL Indonesia (Persero), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang galangan kapal. Selain di bidang infrastruktur, Habibie berperan penting bagi dibukanya kembali keran kebebasan pers di awal era reformasi.

Selamat jalan Eyang Habibie. Semua kontribusimu akan selalu bermanfaat dan menginspirasi. Terima kasih sudah membuat Indonesia jauh lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…