Listrik merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Tanpa listrik, banyak dari aktivitas manusia tidak dapat dilakukan. Barang- barang elektronik seperti, televisi, komputer, AC tidak mungkin dapat beroperasi tanpa adanya aliran listrik. Dalam roda perekonomian pun, peranan listrik sangat besar. Energi listrik dapat meningkatkan produktivitas sehingga jika sebentar saja tanpa pasokan listrik maka akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Minggu, 4 Agustus 2019, tiba-tiba listrik padam di sebagian pulau jawa, yakni yakni wilayah Jawa Barat, Jabodetabek dan sebagian Banten selama lebih dari 10 jam. Padamnya listrik disebabkan gangguan pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang. Butuh waktu yang tidak sedikit bagi PLN untuk memperbaiki situasi supaya kembali normal. Beberapa wilayah ada tidak mendapat listrik hingga lebih dari 12 jam. Sementara wilayah yang sudah sempat teraliri listrik pun sempat kembali mengalami pemadaman. Listrik padam ini menyebabkan sejumlah pelayanan publik terganggu seperti terhentinya operasional kereta rel listrik (KRL), perbankan, hingga gangguan pada jaringan seluler.

Berita pemadaman listrik ini telah menjadi masalah nasional karena menimbulkan banyak kerugian pada masyarakat. Oleh karena pentingnya peranan listrik dalam kehidupan manusia, lantas siapakah yang sangat berjasa dalam menemukan listrik ini? Dan sejauh apa dampak listrik dalam kehidupan? Mari kita simak ulasannya.

Bapak Penemu Listrik

Dalam sejarah awal penemuan listrik hingga sekarang ada banyak penemu dan ilmuwan yang terlibat sehingga listrik bisa dinikmati. Penemu pertama listrik menjadi pertanyaan banyak orang, apakah Luigi Galvani, Giovani Volta, Michael Faraday, Josep Swan, Thomas Edison, George Westinghouse, Nikola Tesla, James Watt, Andre Ampere dan George Ohm.

Orang yang berjasa untuk menghasilkan arus listrik pada skala praktis adalah ilmuwan Inggris terkenal, Michael Faraday. Ia juga merupakan pencipta motor listrik pertama di dunia.  Michael Faraday dianggap sebagai Bapak Penemu Listrik. Michael Faraday, lahir di Newington Butts, Inggris, 22 September 1791 – meninggal di Pengadilan Hampton, Middlesex, Inggris, pada tanggal 25 Agustus tahun 1867 pada umur 75 tahun.

Faraday menjadi terkenal berkat karyanya mengenai kelistrikan dan magnet. Faraday sangat tertarik dalam penemuan elektromagnet, tetapi pikiran briliannya mengembangkan percobaan sebelumnya menjadi lebih jauh. Jika listrik dapat menghasilkan magnet, mengapa tidak bisa magnet menghasilkan listrik.

Pada 1831, Faraday menemukan solusi. Listrik dapat dihasilkan melalui magnet dengan gerak. Ia menemukan bahwa ketika magnet dipindahkan di dalam gulungan kawat tembaga, sebuah arus listrik kecil melalui kawat. Tentu saja, menurut standar sekarang, Dinamo Listrik Faraday atau generator listrik adalah belum apa-apa dan hanya menghasilkan arus listrik kecil akan tetapi dia menemukan metode pertama menghasilkan listrik melalui gerak dalam medan magnet.

Si Penyihir Menlo Park

Thomas Alva Edison, lahir 11 Februari 1847 – meninggal 18 Oktober 1931 pada umur 84 tahun. Ia adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Si Penyihir Menlo Park ini merupakan salah seorang penemu pertama yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuan. Penemuan listrik pertama bertepatan pada tanggal 19 Januari Tahun 1883, yakni sistem penerangan listrik pertama yang menggunakan kabel layang mulai digunakan di Roselle, New Jersey. Sistem itu diciptakan oleh Thomas Alva Edison.

Edison telah melakukan banyak penemuan termasuk phonograf dan telegraf cetak yang diperbaiki. Pada tahun 1878 Joseph Swan, seorang ilmuwan Inggris, menemukan filamen lampu pijar dan dalam waktu dua belas bulan Edison membuat penemuan yang sama di Amerika. Swan dan Edison kemudian mendirikan perusahaan patungan untuk memproduksi lampu filamen praktis yang pertama.

Pada bulan September 1882, Edison menggunakan generator DC untuk menyediakan listrik untuk menerangi laboratoriumnya dan kemudian untuk menerangi jalan pertama  di Kota New York yang akan diterangi oleh lampu listrik. Hal ini adalah pertama kalinya di dunia lampu listrik di pakai di jalan-jalan. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.

Edison dipandang sebagai salah seorang pencipta paling produktif pada masanya, memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Ia juga banyak membantu dalam bidang pertahanan pemerintahan Amerika Serikat. Beberapa penelitiannya antara lain: mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan masih banyak lagi.

Energi, “Bahan Bakar” Listrik Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

Setelah listrik dikenal luas melalui temuan para ilmuwan tersebut, kehadirannya tidak bisa terlepas dari kegiatan sehari-hari manusia. Energi listrik juga merupakan motor penggerak bagi keberlangsungan suatu negara. Lihat saja Amerika, telah menjadi negera maju dengan adanya para ilmuwan listrik di dalamnya.

Sebagian besar ekonom berpendapat bahwa driver pertumbuhan ekonomi adalah investasi dan konsumsi tetapi seorang ekonom Amerika, Prof. Dr Robert Ayres, ekonom INSEAD, dalam bukunya “The Economic Growth Engine: How Energy and Works Drive Material Prosperity”, mengatakan bahwa sesungguhnya driver dari ekonomi adalah energi, khususnya Listrik.

Namun, hubungan antara sektor energi dan ekonomi tidak dapat dilihat hanya dari aspek tersebut. Sektor energi merupakan input dari semua barang dan jasa dalam ekonomi suatu negara, sehingga ketersediaan dan keterjangkauan energi merupakan salah satu fondasi untuk ekonomi yang kuat. Energi meningkatkan produktivitas serta menggerakkan roda perekonomian negara, dan untuk mengembangkan suatu industri dibutuhkan sumber energi yang cukup dan reliable. Semakin berkembangnya sebuah negara, semakin tinggi pula energi yang ia butuhkan.

Listrik Sebagai Infrastruktur Sebuah Negara

Keberadaan sebuah negara dapat di rasakan oleh masyarakat melalui 4 hal, yaitu: 1) Jalan yang dapat di lalui kendaraan bermotor, 2) sekolah dasar sampai menegah, 3) pelayanan kesehatan dan 4) tentunya penerangan (Listrik). Tanpa adanya penerangan (Listrik) di sebuah daerah maka keberadaan negara tidak di rasakan oleh masyarakat.

Energi merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar bagi seluruh negara. Apalagi bagi Indonesia sebagai negara berkembang, ketersediaan energi juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani memandang, pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan energi sangat berkaitan. Sebab selain ketersediaan energi mendorong pertumbuhan ekonomi, permintaan energi juga menjadi cerminan pertumbuhan ekonomi.

“Permintaan akan energi sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam acara Indonesia Renewable Energy and Energy Conservation Summit di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Apalagi, permintaan akan energi dari sektor swasta atau dunia usaha juga sangat besar. Jika permintaan tersebut tidak terpenuhi tentunya akan menghambat geliat dunia usaha dan tentunya akan mengganggu roda perekonomian. Ketersediaan energi khususnya listrik untuk masyarakat merupakan hal yang sangat penting.

Energi merupakan sebuah katalisator atau sebuah penggerak. Tanpa energi, masyarakat mungkin tidak bisa mendapatkan standar hidup yang mumpuni. Misalnya saja tidak adanya listrik dan penerangan melumpuhkan banyak aktivitas di malam hari. Murid sekolah tidak bisa mengerjakan PR-nya di malam hari secara efektif tanpa penerangan yang cukup; kegiatan rumah tangga akan memakan waktu yang jauh lebih lama dan membutuhkan pekerja yang lebih banyak jika tidak dibantu oleh peralatan rumah tangga modern yang memerlukan listrik; tanpa moda transportasi modern, akan sulit bagi pekerja untuk pulang dan pergi setiap harinya. Maka dari itu, mungkin tidak salah jika mengatakan bahwa ketahanan energi nasional sama dengan ketahanan sebuah negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…