Indonesia memang terkenal akan kekayaan budayanya. Hal ini dikarenakan Indonesia terdiri dari beribu kepulauan yang masing-masing wilayahnya memiliki keragaman budaya, ras, bahasa daerah, suku bangsa, agama dan kepercayaan, dan masih banyak lainnya. Meskipun penuh dengan keragaman budaya dan lain sebagainya, Indonesia tetap satu sesuai dengan semboyan Bangsa Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya ‘meskipun berbeda-beda tapi tetap satu jua’.

Salah satu budaya yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia adalah pesta rakyat. Acara ini pada umunya digelar untuk merayakan suatu hari besar yang mengikutsertakan seluruh warga di daerah tersebut. Dalam kegiatan ini biasanya syarat akan tampilan budaya dan tradisi yang menjadi identitas bagi daerah tersebut. Oleh karena itu, marilah kita lihat salah satu gelaran pesta rakyat dari tanah Wonosobo. Bagaimana rakyatnya bersatu dalam kebersamaan berbudaya?

Kelola Potensi, Lestarikan Lingkungan, dan Memajukan Budaya Ala Wonosobo

Diberitakan oleh detik.com, dalam rangka peringatan hari jadi, pejabat lokal dan warga memenuhi Alun-alun Wonosobo, Rabu (24/7/2019). Seribu tenong berisi makanan lokal berjejer. Dua gunungan hasil bumi diperebutkan. Mengenakan pakaian adat, pejabat di Kabupaten Wonosobo membawa tenong yang berisi beraneka ragam makanan. Ada jadah, kerupuk, buah dan makanan lainnya.

Usai dibacakan doa, pera pejabat bersama dengan warga menikmati aneka makanan yang berada di dalam tenong. Dua gunungan yang berisi aneka hasil bumi Wonosobo juga menjadi rebutan warga. Selain itu, juga digelar upacara hari jadi Wonosobo, serta berbagai gelaran seni budaya di Alun-alun Wonosobo.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengatakan kenduri 1.000 tenong ini merupakan peringatan hari jadi Wonosobo ke-194. Kenduri 1.000 tenong ini dimaksudkan sebagai simbol pelayanan kepada warga.

“Pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa harus memberikan sesuatu kepada warganya. Isi dari tenong dinikmati bersama-sama dengan warga,” ujarnya di sela-sela acara di Alun-alun Wonosobo, Rabu (24/7/2019).

Adapun dua gunungan tersebut lanjut Andang, sebagai simbol potensi pertanian di Wonosobo. Isi dari gunungan tersebut sebagian besar berisi sayur-sayuran yang merupakan salah satu potensi Wonosobo. Selain elok dengan pesona alamnya, Wonosobo juga memiliki hasil pertanian yang beranekaragam. Seperti tomat, jagung, jeruk, dan beberapa sayuran.

Dalam peringatan hari jadi Wonosobo ke-194 ini mengusung tema ‘Kelola potensi, lestarikan lingkungan dan memajukan budaya’. Dengan tema ini, One berharap agar Wonsobo menjadi lebih kreatif dan bisa mengoptimalkan potensi alam serta budaya agar tidak tergerus budaya asing.

Kekayaan dan Keragaman Budaya Nusantara

Indonesia adalah potret kumpulan kebudayaan yang bervariasi dan lengkap. Dan yang terpenting adalah masyarakat Indonesia memiliki jalinan sejarah dan dinamika interaksi antar budaya sejak dulu, dilihat dari segi sosial budaya. Masyarakat Indonesia terdiri dari kemajemukan dengan karakteristik yang begitu unik, yakni kegotongroyongan, tenggang rasa, teposeliro, menghormati orang yang lebih tua, dll. Hal tersebut menjadi modal utama bagi masyarakat kita dalam rangka menjaga keharmonisan dan kesatuan.

Kita sebagai generasi muda Bangsa Indonesia memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga serta melestarikan kebudayaan Indonesia. Hindari memandang perbedaan sebagai suatu hal yang menjadi penghalang bagi kita untuk bersatu, Janganlah perbedaan menjadi kelemahan dan pemicu konflik. Sebaliknya, jadikan perbedaan ini sebagai kekayaan yang khas yang tak dimiliki oleh negara-negara lain di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…