Jakarta (RakyatRukun.com) – Kemeriahan Oscar 2020 yang terjadi di dunia nyata dan maya ternyata tidak luput dari perhatian pelaku kejahatan siber, terutama deretan film yang masuk nominasi Academy Award ke-92 ini.

Berdasarkan laporan tim peneliti Kaspersky, ada lebih dari 20 situs web phishing dan 925 file berbahaya (malware) yang menyamar sebagai film yang dinominasikan dalam Academy Award (Oscar) tahun ini.

Dikutip dari laporan yang sama, Senin (10/2/2020), perusahaan juga menemukan lebih dari 20 situs web phising dan akun Twitter yang menawarkan kesempatan kepada pengguna untuk menonton film yang dinominasikan secara gratis.

Kaspersky menjelaskan, situs web phishing ini mengumpulkan data pengguna dan meminta mereka memenuhi berbagai syarat untuk mendapatkan akses ke film-film nominasi Oscar 2020 yang diinginkan.

Metode ini dapat bervariasi mulai dari mengambil survei dan berbagi rincian pribadi, untuk menginstal adware hingga meminta rincian kartu kredit. Adapun film-film yang diteliti oleh tim Kaspersky, yakni 1917, Ford v Ferarri, Jojo Rabbit, Joker, Little Women, Marriage story, Once upon a time in Hollywood, Parasite, dan The Irishman.

Lebih lanjut, pelaku kejahatan siber juga membuat sebuah akun Twitter yang bertujuan untuk tempat mereka mendistribusikan tautan dalam konten. Ditambah juga dengan malware yang menyebar melalui saluran berbeda, metode ini, tidak dipungkiri mampu menjerat korban yang tidak sadar.

Peneliti Kaspersky membandingkan aktivitas berbahaya dengan nama nominasi film tersebut selama empat minggu pertama setelah pemutaran perdananya. Nyatanya, Joker menempati posisi pertama di antara banyak nama film yang digunakan. Sebagai film paling populer di kalangan pelaku kejahatan siber, Kaspersky menemukan sebanyak 304 file berbahaya yang dinamai sebagai “Gotham Villain”.

Diikuti oleh “1917” yang berada di peringkat kedua dengan 215 file berbahaya. Menempati peringkat ketiga, “The Irishman” dengan 179 file berbahaya. Untuk film Korea “Parasite” tidak memiliki aktivitas berbahaya yang terkait dengannya.

“Para pelaku kejahatan siber tidak akan terikat dengan tanggal pemutaran perdana film, karena mereka tidak akan mendistribusikan konten apapun melainkan data berbahaya.” komentar Anton Ivanov, analis malware Kaspersky yang dikutip dari liputan6.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Li Wenliang, Dokter Pengungkap Virus Corona Meninggal Dunia

Jakarta (RakyatRukun.com) – Li Wenliang merupakan whistleblower yang memperingatkan …