May Day, Mengapa Identik Dengan Demo?

Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang sering disebut dengan May Day sangat identik dengan aksi demonstrasi. Tidak hanya di Indonesia, di negara lain seperti Amerika Serikat, Bangladesh, Venezuela, Montreal Kanada dan masih banyak lagi. Di Amerika Serikat hampir seluruh negara bagiannya seperti San Diego, Seattle, Oakland California, Portland meramaikan May Day dengan aksi demo untuk menyampaikan aspirasi dan harapan para buruh di Hari Buruh Internasional ini. Mengapa May Day selalu identik dengan aksi demo para buruh?

Mengingat kembali tentang sejarah May Day yang dicetuskan untuk menghargai jasa para buruh. Pada abad ke-19, para pekerja/buruh diperas keringatnya dan dituntut bekerja 19-20 jam per hari. Mereka hanya mempunyai waktu sekitar 4 jam dalam sehari untuk istirahat. Pada tanggal 1 Mei 1886, para pekerja/buruh melakukan demonstrasi menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam per hari. Dengan perjuangan yang gigih, akhirnya tuntutan tersebut dikabulkan dan akhirnya Kongres Sosialis Dunia di Paris menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh atau May Day. Di Indonesia sendiri menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 24 tahun 2013.

Selayaknya ini dipergunakan para buruh untuk merayakan Hari Buruh dan sebaiknya digunakan menghargai jasa perjuangan gigih para pekerja dalam memperjuangkan haknya dan menyampaikan aspirasi guna memajukan kesejahteraan para buruh tanpa mengurangi kewajiban semangat kerja yang harus diberikan untuk memajukan tempat dimana mereka bekerja. Aksi demo anarkis sangat tidak sesuai dengan maksud dan tujuan hari buruh internasional.

Buruh Jadi Raja Sehari

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut pada Hari Buruh Internasional, “buruh jadi raja sehari” saat mengikuti peringatan hari buruh Internasional, May Day di Banyumas.

“Konsepnya May Day, buruh jadi raja dan semua pengusaha membantu, pemerintah membantu dan semua bahagia. Kita sudah tahun ke 6 kurang lebih kita mendorong di May Day sehari buruh menjadi raja,” ungkap Ganjar Pranowo kepada wartawan di halaman Disnakerkop UKM Kabupaten Banyumas, Rabu (1/5/2019).

Di negara bagian Amerika Serikat seperti Oaklands melakukan long march yang diiringi dengan marching band disepanjang jalan untuk merayakan May Day. Di Inggris, para buruh merayakan hari buruh dengan atraksi musik terompet yang menghibur masyarakat tepatnya di Queen’s Park. Demikian juga di Seattle, hari buruh dirayakan dengan atraksi kebudayaan.

Perayaan May Day di Seattle, AS
Perayaan May Day di Seattle, AS

Upaya Pemerintah Sejahterakan Buruh

Kemnaker RI mengusung tema May Day We Grow Together mengajak agar para pekerja, pengusaha dan pemerintah tumbuh Bersama. Harapan pemerintah dalam May Day agar pekerja/buruh meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan. Pengusaha harus memberikan kesempatan kepada pekerja/buruh untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuannya. Pemerintah harus memperluas kesempatan pelatihan bagi para pekerja/buruh dalam peningkatan kompetensi serta membuat regulasi dalam mendorong perwujudan hubungan industrial yang harmonis.

Dalam akun twitternya Kementerian Tenaga Kerja RI (Kemnaker) membagikan upaya pemerintah dalam menyejahterakan para buruh/pekerja di Indonesia antara lain:

  • Menyediakan jaminan sosial tenaga kerja dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh
  • Menyejahterakan pekerja/buruh yaitu penyediaan rumah murah, sehat, layak huni dan terjangkau
  • Menyediakan kesempatan pelatihan kepada pekerja/buruh dalam rangka meningkatkan kompetensi kerja
  • Penurunan angka PHK dan penurunan jumlah pekerja demo.
  • Menciptakan iklim ketenagakerjaan yang harmonis serta mendorong iklim investasi.
  • Peningkatan hubungan industrial yang positif berdampak pada perkembangan perusahaan yang pada akhirnya akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru bagi rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…