Jakarta, RakyatRukun.com – Bagaimana kita memahami tentang situasi krisis yang mengubah dunia saat ini?

Banyak percakapan yang terjadi di sekitar kita. Bagaimana kita melacak, belajar dari krisis, memahami krisis, tanggapan kita terhadapnya, dan bagaimana kita membangun jembatan ke masa depan pasca pandemi.

RSA Organization London memikirkan langkah-langkah yang diambil masyarakat pada umumnya dalam menanggapi Covid-19 ke dalam empat kategori yaitu – menghentikan aktivitas, menghentikan sementara aktivitas, melakukan tindakan sementara, dan menciptakan inovasi baru. Melalui pembagian kategori ini dapat membantu kita fokus terhadap apa yang berhasil dan siapa yang bisa bertahan.

4 Jenis Tanggapan Untuk Covid-19

Krisis coronavirus saat ini merupakan salah satu rute untuk berubah, menghasilkan panggilan untuk memastikan bahwa kita seharusnya ‘tidak membiarkan krisis menjadi sia-sia’.

Tentu saja hal ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Matthew Taylor telah menulis tentang berbagai jenis perubahan dan hambatan yang mungkin kita lihat muncul pada orang, di komunitas dan lembaga serta dalam hal kebijakan. Untuk memahami dampak dari perubahan-perubahan ini, banyak penganjur untuk menempatkan tim pembelajaran bersama tim tanggap krisis untuk mempelajari apa yang terjadi.

Ketika kita memikirkan ‘jembatan menuju masa depan’, kita juga memikirkan berbagai tindakan dan kegiatan yang telah dilakukan selama respon krisis. Mulai dari yang mungkin merupakan tanda paling menjanjikan dari cara-cara baru dalam melakukan sesuatu hingga yang kita lakukan.

Keempat jenis respon krisis yang dapat dilihat adalah:

Menghentikan Aktivitas

Krisis telah memberi kita kemampuan untuk berhenti melakukan beberapa hal, baik karena kita sudah tahu mereka tidak sesuai dengan tujuan atau karena krisis telah membuat mereka sama sekali tidak dapat beraktivitas.

Kita mungkin melihat persaingan untuk mendapatkan APD yang langka, atau hubungan agresif yang dipupuk dalam organisasi sukarela lokal yang masih menggunakan cara-cara yang sudah ketinggalan zaman.

Tantangan Pasca Krisis adalah kemampuan untuk melepaskan aspek-aspek usang dari sistem yang sudah ada sebelumnya – tidak hanya hal-hal yang telah membuat krisis impoten tetapi juga hal-hal yang kita tahu tidak lagi sesuai dengan tujuan.

Seperti yang dikatakan Peter Drucker, bahaya terbesar pada saat turbulensi bukanlah turbulensi, tetapi bertindak dengan menggunakan logika kemarin.

Ini secara historis sulit, khususnya di sektor publik, di mana inisiatif-inisiatif baru dilapiskan di atas yang sudah ada, sehingga menambah masalah. Namun melepaskan apa yang tidak lagi kita perlukan, melepaskan sumber daya yang terperangkap untuk pekerjaan merupakan strategi yang lebih baik.

Aktivitas Yang Dijeda

Kita harus berhenti sementara melakukan hal-hal lain untuk mengalihkan kapasitas ke respon krisis, tetapi kita harus memulai kembali lagi.

Sebagai contoh, kami telah melihat penghentian sementara untuk beberapa pemeriksaan kanker rutin, untuk beberapa aktivitas di sektor lainnya yang terpaksa ditunda.

Tantangan inti dalam bidang-bidang ini setelah krisis adalah untuk mencari tahu bagaimana memulai kembali langkah-langkah ini dengan cara-cara yang peka terhadap konteks yang berubah dan bukan sekadar salinan dan tempelan pendekatan pra-virus yang hanya memperkuat sistem lama.

Melakukan Tindakan Sementara

Beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai tanggapan atas tuntutan segera dari krisis tidak pantas untuk menjadi bagian dari norma baru.

Kita melihat polisi membubarkan kelompok di ruang publik – bukan sesuatu yang ingin kami lihat menjadi fitur permanen dalam masyarakat.

Banyak tindakan sementara yang dilakukan selama krisis yang selama ini mungkin belum pernah dilakukan masyarakat. Nantinya, upaya untuk mengakhiri langkah-langkah sementara ini seharusnya menjadi upaya paling mudah – ada lebih sedikit waktu bagi mereka untuk menjadi sistematis, mereka cenderung berbiaya tinggi (seperti skema cuti karyawan Pemerintah) dan begitu permintaan krisis turun, kebutuhan mereka akan turun juga.

Kita harus melakukan ini dengan cara yang memaksimalkan transfer pembelajaran kita ke bidang lain.

Langkah-Langkah Inovatif

Peluang yang dibuka oleh krisis untuk eksperimen dan perubahan bervariasi mengalami peningkatan yang signifikan secara tiba-tiba ketika diberlakukan sistem bekerja dari rumah.

Dari Konsultan Bisnis Online hingga industri yang memutar model bisnis mereka atau sekadar menemukan cara baru untuk melakukan hal-hal lama saat bekerja dari rumah.

Akan muncul pemikir-pemikir inovasi dari dalam ruangan kamar yang akan dirilis pasca masa krisis.

Poin penting di sini adalah bahwa krisis telah memotong persepsi kelembagaan dan sistemik selama bertahun-tahun, dan menghadirkan kemungkinan untuk perubahan.

Lebih luas lagi, akan terlalu banyak perubahan yang telah terjadi karena respon terhadap wabah virus yang seharusnya tidak hilang.

Tugas kita pasca krisis pandemi ini adalah menemukan cara untuk memperkuat dan menanamkan perubahan dan inovasi yang paling menjanjikan.

“Jika kita ingin perubahan terjadi, kita perlu berpikir tentang bagaimana kita ingin perubahan itu terjadi, bukan hanya masa depan yang ingin kita lihat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Bappenas: Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19

Jakarta-RakyatRukun.com- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala B…