Papua adalah bagian dari Indonesia. Himbaun perdamaian dari berbagai penjuru masih terus digalakkan. Tak terkecuali dari Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu yang bertemu dengan perwakilan masyarakat adat Papua dan Papua Barat. Pertemuan tersebut dikatakan untuk menyampaikan pesan damai dan kerukunan. Selain itu, Ryamizard juga diagendakan mengunjungi para pengungsi di Wamena.

Menurutnya, Papua sudah bertahun-tahun diamankan dengan pasukan bersenjata. Kini, kata Ryamizard, sudah saatnya melakukan musyarawah untuk bagaimana baiknya negara khususnya Papua ke depan. Hal ini merupakan suatu komitmen pemerintah. Dia berharap langkah tersebut diberkahi Tuhan dengan penuh kasih sayang.

Masyarakat Harus Giat Bela Negara

Kemudian selanjutnya Ryamizard menjelaskan persoalan dasar bangsa Indonesia adalah keserakahan dan sikap saling benci. Hal itu timbul karena masih ada bangsa Indonesia yang masih menutup dan mencari jati dirinya. Masih ada sebagian masyarakat yang belum menyadari hakikatnya sebagai satu bangsa yang berlandaskan ideologi Pancasila. Oleh karena itu, masih ada yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

Dilansir dari news.detik.com, Ryamizard mencontohkan beberapa pemberontakan yang pernah terjadi dalam sejarah Indonesia. Dia berharap masyarakat Papua sadat untuk giat bela negara.

“Memang bersatu itu sulit, dulu di Sumatera ada PRRI, di Aceh ada, di Sulawesi ada, ada juga ingin mendirikan negara islam di bagian tengah, ada. Tapi itu karena kesadaran tidak ada lagi, nah harapan kita di bumi Papua ini sadar, bela negara adalah kesadaran untuk membela negara, itu kok intinya,” papar Ryamizard.

Mengingatkan Sejarah Papua Sebagai Bagian Indonesia

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu bertemu juga berbicara tentang sejarah kembalinya Papua ke Indonesia.

“Sejak Prokalamsi Kemerdekaan 1945, otomatis semua wilayah jajahan Belanda diambil alih oleh pemerintah Indonesia yang sah, termasuk Papua. Walaupun pada saat itu penyerahan Papua ke tangan Indonesia sempat tertunda oleh pemerintah Belanda akibat adanya kepentingan dari pihak Belanda pada saat itu, kemudian Papua baru kembali ke pangkuan Indonesia pada tahun 1962 dengan New York Agreement yang kemudian disahkan oleh PBB tahun 1969 melalui Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) yang hasilnya 100 % rakyat Papua menginginkan untuk tetap menjadi bagian integral dari Indonesia,” kata Ryamizard, dalam sambutannya di Mega Futsal, Jayapura, Papua, Kamis (10/10/2019), dikutip dari news.detik.com.

Ryamizard lalu mengatakan bahwa Papua merupakan bagian intergral dari NKRI yang sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Ryamizard mengajak seluruh masyarakat untuk membangun Papua yang adil dan makmur dalam wadah NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Lebih lanjut, Ryamizard mengingatkan untuk mengenyampingkan dan memperkecil jurang perbedaan di antara masyarakat. Dia mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan Indonesia dengan membangun bangsa.

Persatuan Semut Sebagai Bentuk Bela Negara

Menurut Ryamizard, Indonesia telah selesai dengan dasar negara. Dia mengajak masyarakat Papua untuk memperkuat pesatuan untuk menyongsong masa depan dengan penuh harapan agar bangsa Indonesia tetap maju. Dalam era globalisasi, ini Ryamizard juga mengingatkan untuk memperkuat identitas bangsa. Dia menilai tidak ada pilihan lain bahwa bangsa Indonesia harus jadi pemenang.

Ryamizard mencontohkan hewan semut sebagai suatu kekuatan persatuan. Nilai-nilai yang ditunjukkan semut, menurut dia sebagai bentuk dari bela negara. Sebab itu, persatuan nasional menjadi hal yang penting. Mengapa semut bisa mengalahkan gajah? Tidak lain karena semut memiliki etos budaya persatuan yang sangat tinggi. Mereka tidak pernah bicara tentang dirinya, mereka selalu bersatu dan gotong royong dalam menyelesaikan setiap permasalahan, mereka saling menghormati satu sama lain dan ketika mereka bersatu mereka menjadi kuat sekali. Itulah makna bela negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…