Setelah KPU mengumumkan pemenang hasil pemilu, tensi politik pun kembali memanas. Berbagai peristiwa pun terjadi mulai dari unjuk rasa yang berakhir ricuh diberbagai daerah, ditangkapnya sejumlah perusuh dan barang bukti senjata api, hingga adanya rencana pembunuhan terhadap para pejabat – pejabat negara.

Terdapat narasi-narasi negatif yang dibangun pascapilpres sudah sangat menguras banyak energi persatuan bangsa. Jangan habiskan energi untuk menebarkan wajah kebencian, tali silaturahim yang sempat terputus akibat perbedaan pendapat atau pandangan politik sudah saatnya dirajut kembali. Pilpres sudah usai, waktunya menjaga dan merawat negara Indonesia. Kini saatnya saling bermaafan dan berlomba menebarkan kebaikan demi kemajuan bangsa kedepannya.

Setelah adanya gugatan ke MK dilayangkan oleh salah satu paslon, maka drama pilpres memang belum sepenuhnya berakhir. Sikap kedewasaan dari masing-masing pendukung akan diuji setelah putusan dari MK mendatang. Setelah putusan MK disampaikan, para politikus harus mampu menunjukkan sikap kenegarawanan yang layak dijadikan contoh untuk masyarakat dalam merajut benang persatuan yang sempat terputus.

Banyak orang akan selalu siap untuk menang, tetapi jarang sekali yang siap menerima kekalahan. Kedewasan dalam berpolitik masih harus diuji dengan sikap tunduk kepada ketentuan konstitusional dan bukan dengan cara – cara anarkis yang inkonstitusional.

Saat ini bangsa membutuhkan kebersamaan dalam membangun dan menghadapi semua tantangan baik dari dalam maupun dari luar. Pilihan politik boleh beda tapi persatuan membangun bangsa harus tetap diutamakan.

Jika tetap menjadi hambatan karena kekalahan dalam sebuah kontestasi pollitik maka ini menjadi celah bagi oknum – oknum yang ingin menghancurkan Indonesia. Jangan pernah merusak kerukunan dan persatuan yang telah terbangun dari zaman kemerdekaan.

Tau kah anda semboyan NKRI?? Semboyan NKRI adalah harga mati jangan sampai hanya sekedar menjadi semboyan kebangsaan yang diteriakkan dengan lantang begitu saja. NKRI merupakan sebuah komitmen yang tidak dapat ditukar dengan apapun menuju bangsa Indonesia yang lebih damai dan berdaulat. Saat ini kita rajut kembali persatuan bangsa dan mari kita mendukung segala bentuk proses demokrasi yang konstitusional termasuk keputusan sidang MK nanti.

Mari kita dukung aparat penegak hukum untuk menindak tegas siapapun yang akan menghancurkan kehidupan demokrasi bangsa dan merusak azas kemanusiaan bangsa Indonesia. Kita butuh persatuan untuk.membangun negeri ini demi kemajuan bangsa.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…